Waktu, anugerah terindah dari-Nya


Subhanallah, waktu memang merupakan sunnatullah yang tiada perubahan system di dalamnya. Waktu adalah salah satu keteraturan system yang telah Ia tetapkan. Waktu akan terus membawa kita dari satu stasiun dimensi ke stasiun yang lain, dengan atau tanpa kita sadari. Sehingga amatlah rugi tatkala kita menyia-nyiakan kesempatan bernama waktu ini, karena kita tidak pernah tahu akan diturunkan di stasiun yang mana. Kita tidak tahu pasti kapan perjalanan kita akan berakhir, yang pasti hanyalah akhir itu sendiri ; kematian. Bisa saja kita tidak sadar bahwa malaikat maut sedang mengintai kita dari tempat yang sangat dekat. Tinggal menunggu turunnya perintah Allah untuk mencabut nyawa kita. Dan akhirnya kita dipanggil kembali oleh Allah dalam keadaan yang tidak siap. Na’udzubillahi min dzaalik.. Subhanallah, betapa mulianya waktu. Berulang kali Allah bersumpah dalam firmanNya dengan waktu. ‘Demi masa..Demi waktu dhuha..Demi waktu fajar..Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), demi siang apabila terang benderang..Demi hari yang dijanjikan (hari kiamat)..’ Mari kita renungkan sejenak. Tentunya ada sebuah pesan besar di balik sumpah-sumpah Allah ini, karena setiap hal yang dijadikan sumpah oleh Allah memiliki keistimewaan yang perlu kita kaji. Hassan Al-Banna mengatakan, “Waktu adalah kehidupan, siapa yang menyia-nyiakannya maka ia menyia-nyiakan hidup.“ Tentu saja. Waktu laksana pedang. Jika kita tidak memanfaatkannya dengan baik, ia hanya akan menyelakakan diri kita sendiri. Waktu adalah kesempatan yang Ia berikan pada setiap manusia untuk mengumpulkan bekal menuju akhirat, negeri yang abadi. Jikalau waktu terbuang sia-sia, kehidupan kita di dunia tidak akan berhasil. Apalagi di akhirat! Tidak ada kesuksesan bagi orang yang tidak menghargai waktu. Bahkan filosofi barat mengatakan, “Time is money.” Mungkin juga ada benarnya. Tapi sebagai muslim ada prinsip yang harus kita luruskan. “Waktu adalah ibadah,” itulah yang seharusnya. Karena misi seorang muslim di dunia adalah untuk beribadah pada-Nya. Seorang muslim hanya mengabdikan dirinya pada Allah. Segala pekerjaan atau apapun yang timbul dari diri seorang muslim hendaknya hanya tertuju pada-Nya. Karena itulah Allah mengawali firman-Nya dalam Al-quran dengan : Bismillahirrahmaanirrahiim….. Apa maksudnya? Begini,. Semua aktivitas yang kita perbuat haruslah memiliki nilai ibadah dalam pandangan Allah. Karena sekali lagi, kita diciptakan untuk beribadah pada-Nya. Salah satu kuncinya adalah dengan senantiasa memulai dengan nama Allah. Oleh karena itu dalam Islam, ada doa untuk setiap aktivitas kehidupan manusia, sebelum atau sesudahnya. Tujuannya satu. Yaitu, untuk mengaitkan setiap perbuatan dengan tujuan dan motivasi kita untuk melakukannya, dan tujuan qita hanyalah Allah. Motivasi Qt adalah meraih Ridha-Nya, karena sungguh! Ridha Allah adalah segalanya! Subhanallah..Betapa banyak keistimewaan waktu. Dengarkan aku.. Waktu adalah bagian dari sebuah terapi pengobatan. Waktu dapat menghapus kenangan-kenangan yang menyakitkan. Bukankah batin kita acapkali berbisik, “Aku butuh waktu..” Waktu untuk sebuah penerimaan. Waktu untuk sebuah pemahaman yang mendalam, karena pemahaman yang singkat takkan mampu memberi kita kepuasan. Demi Allah! Begitu banyak kebaikan yang Allah ciptakan dalam waktu. Karenanya, tidaklah pantas jika kita mengumpat menyalahkan waktu. Baiklah. Sekarang mari kita berhenti sejenak. Simak dan renungkan baik-baik. ’Allah telah memberi hikmah dan pelajaran2 berharga dalam tiap peristiwa yang menimpa kita, tanpa terkecuali. Tapi hanya mereka yang memanfaatkan akalnya yang bisa mengambil hikmah yang bertebaran itu. Sekarang, berapa banyak pelajaran yang kita peroleh dari serentetan peristiwa yang kita alami sepanjang hidup kita? Seberapa banyak hikmah yang kita peroleh dalam waktu-waktu yang kita lalui? Seberapa pengaruh pemahaman yang kita miliki dalam meningkatkan keimanan kita? Ingatlah, ilmu yang kita miliki harus bisa meningkatkan kualitas iman dan ibadah kita. Kalau tidak, untuk apa? Amatlah rendah jika ilmu-ilmu yang kita dapat hanya untuk mewujudkan harapan kehidupan dunia yang cemerlang.Suatu saat kita pasti mati. Dan kehidupan yang sesungguhnya adalah akhirat. Jangan sampai kita terbengkalai hanya karena kita terlalu sibuk mengejar dunia! Na’udzubillah…

Advertisements

2 thoughts on “Waktu, anugerah terindah dari-Nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s