Urgensi Ilmu Atas Amal


Mengapa ilmu harus didahulukan atas amal? Jawabannya adalah karena ilmu merupakan pemberi petunjuk terhadap amal yang akan dilakukan..^^

Saat ini banyak kasus seorang muslim yang melakukan amalan-amalan tapi tidak tahu apa esensi, manfaat dan tujuan dari amalan tersebut. Contohnya, seorang da’I yang berda’wah, namun tdk paham secara menyeluruh apa itu hakikat da’wah yang sebenarnya, atau bagaimana cara berda’wah yang sesuai dengan syari’at. Pada akhirnya, da’I tersebut kurang benar dalam hal cara menyampaikan da’wah. Kasus yang hendak diangkat disini adalah jika seorang da’I tdk tahu bagaimana prosedur yang jelas dalam berda’wah. Ia akan salah dalam menyampaikan da’wahnya. Mungkin saja, seseorang yang sebelumnya merupakan target da’wah, namun karena kurang tepat dalam menyampaikan da’wahnya, ia akan kecewa atau pada akhirnya akan meninggalkan kita. Dalam berda’wah, tentu kita harus bisa mengenal bagaimana kondisi mad’u kita. Menganalisis kepribadiannya, mencoba mendekatinya secara personal, mencari tahu apa yg disukai maupun yang tdk disukai oleh mad’u kita. Krn pada dasarnya seorang da’i adalah pelayan ummat. Namun, karena keterbatasan ilmu mengenai da’wah itulah yang akhirnya membuat seorang da’I kurang tepat dalam menjalankan amal da’wahnya.

Dari satu contoh itulah kita dapat mengambil hikmah betapa pentingnya ilmu di atas amal. Ketika seseorang mengetahui untuk apa dia beribadah, apa hikmah yang bisa diambil dari ibadahnya, dan bagaimana tata cara ibadah yang benar, insya Allah dia akan benar dalam melakukan amalnya.

Alasan lainnya mengapa ilmu harus didahulukan atas amal adalah karena ilmu merupakan pembeda antara yang haq dan yang bathil. Ilmu lah yang akhirnya menjadi acuan bagi manusia untuk membedakan mana perbuatan yang benar dan yang salah.

Al-Quran mengatakan secara tersirat mengenai urgensi ilmu atas amal. Salah satunya adalah dalam QS. Fathir : 28,

“ Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas dosa orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan…”

Pada ayat tersebut, Allah memerintahkan kita untuk memperdalam ilmu tauhid kita terlebih dahulu sebelum memohonkan ampunan yang merupakan amal perbuatan.

Ilmu yang dibahas di sini tidak hanya seputar ttg ilmu islam, termasuk juga ilmu pengetahuan umum. Seorang muslim yang sejak awal hendak memfokuskan dirinya utk belajar ilmu pengetahuan seharusnya bersungguh-sungguh dan mulai menata apa yang hendak dia realisasikan dari ilmunya yang merupakan amal. Seorang mahasiswa harus mampu memperluas ilmunya tidak hanya dari pendidikan perkuliahan, tetapi juga dari membaca buku-buku atau referensi lain yang dapat menambah wawasannya. Sehingga dia bisa menjadi ilmuan-ilmuan yang handal, yang dapat membangun peradaban dunia..^^

Itulah mengapa kita perlu orang-orang yang memiliki wawasan dan ilmu pengetahuan yang luas dalam memimpin negeri ini. Karena ketika mereka sudah mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mereka akan mampu memutuskan secara tepat terhadap persoalan-persoalan negeri. Seperti dalam dunia hukum, seorang hakim bekerja utk memutuskan suatu perkara secara tepat, namun jika dia belum paham sepenuhnya ttg pertanggungjawaban akan keputusannya di akhirat nanti atau dia belum paham sepenuhnya mengenai esensi ditegakkannya hukum, ia mungkin akan salah dalam memutuskan suatu perkara.

Seperti apa yang dikatakan oleh khalifah Umar bin Abdul ‘Aziz, “Barangsiapa melakukan suatu pekerjaan tanpa ilmu pengetahuan tentang itu, maka apa yang dia rusak lebih banyak daripada apa yang dia perbaiki..”

Betapa dahsyatnya apa yang dikatakan oleh khalifah yang mulia itu. Kita sangat tahu bahwa saat ini banyak oknum-oknum tertentu yang mengaku islam, namun karena ilmu islam yang mereka dapatkan tidak kaffah, maka amal mereka justru menciptakan lebih banyak kemudhorotan daripada kemaslahatan. Mereka membaca al-quran namun tidak memahami apa yang mereka baca atau mereka memahaminya namun dengan cara yang salah. Itulah makna dari perkataan Rasulullah bahwa ‘mereka membaca al-quran tetapi tidak lebih dari kerongkongan mereka..’ Na’udzubillahi min dzaalik..semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang tersebut.

Itulah pentingnya mendahulukan ilmu atas amal. Agar apa yang kita lakukan membuahkan banyak manfaat dan perbaikan, bukan justru membuat kerusakan. Dan juga sebaliknya, ilmu tanpa amal adalah sia-sia. Krn hidup ini tentu tidak hanya membutuhkan teori-teori saja, tapi realisasi dan perubahan. Percuma saja jika kita memiliki ilmu namun tidak mengamalkannya pada orang banyak. Tentu ilmu tersebut hanya akan bermanfaat utk kita seorang. Oleh karena itu, ilmu dan amal memiliki keterkaitan tersendiri yang harus dipahami lebih dalam. Bahwa ilmu harus didahulukan atas amal, dan ilmu tanpa amal adalah kesia-siaan belaka.. ^^

 

Wallahu wa rasuluhu a’lam

Dauroh Pejuang Pecinta Al-Quran

28 Januari 2010

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s