Sinergisasi Riset dan Community Development yang Menghasilkan Profit


Tidak sedikit dari riset yang dilakukan sampai saat ini hanya sebagai formalitas keberjalanan penelitian tanpa adanya tindak lanjut yang jelas dari penelitian tersebut. Sehingga, masyarakat internal Indonesia jarang sekali menikmati keberlanjutan dari hasil penelitian. Padahal, melihat potensi negara Indonesia yang kaya akan sumber daya alam dan manusianya, Indonesia menjadi negara yang layak dijadikan realisasi dari penelitian tersebut, mengingat prosperitas masyarakat Indonesia juga yang relatif rendah. Inilah urgensi dari Community Development yang menghasilkan profit menjadi jawaban atas permasalahan ini. Dengan terbentuknya daerah-daerah yang menerapkan sistem ini, diharapkan prosperitas masyarakat Indonesia dapat meningkat seiring berjalannya waktu.

————————————————————————————————————————

Saat ini, tidak sedikit peneliti yang hanya berkiprah pada penelitiannya tanpa ada tindak lanjut setelah penelitiannya berhasil dilakukan, sehingga masyarakat jarang sekali menikmati keberlanjutan dari hasil penelitiannya. Padahal untuk menjalankan sebuah penelitian dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Budaya inilah yang terbentuk pada kebanyakan peneliti Indonesia. Pada akhirnya, riset-riset yang pernah dilakukan hanya terpendam di gudang perpustakaan, dan menjadi setumpuk arsip yang tak jauh berbeda dengan koran-koran bekas. Sementara jika kita lihat, penelitian-penelitian yang dilakukan sangat berpeluang meningkatkan prosperitas masyarakat Indonesia yang saat ini masih minim. Solusi yang sangat solutif jika Community Development menjadi jawaban atas permasalahan ini, sehingga masyarakat akan ikut menikmati manfaat dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan.

Jika kita kembali merenungi, Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam dan manusianya. Oleh karena itu, untuk menerapkan hasil penelitian yang berkualitas, memiliki nilai posibilitas yang tinggi. Kenyataannya, banyak sekali daerah yang potensial dalam biodiversity (keanekaragaman hayati), namun kita tidak menyadari potensinya untuk memajukan bangsa. Penyadaran akan hal inilah yang terpenting dalam sebuah Community Development.

Inilah urgensi dari Community Development sebagai tindak lanjut dari riset yang dilakukan oleh para peneliti di Indonesia. Community Development merupakan sebuah bentuk pengabdian masyarakat yang berorientasi pada pengembangan Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam suatu daerah tertentu yang memiliki potensi untuk memajukan bangsa. Hal ini dapat dilakukan melalui banyak cara. Salah satu tujuan dari Community Development ini adalah untuk meningkatkan produktivitas masyarakat suatu daerah. Salah satu konsep dari riset dan Community Development yang sinergis adalah dengan membangun masyarakat yang memiliki soft skill dan hard skill yang baik dari segala aspek kehidupan. Ketika suatu kelompok masyarakat sudah memiliki kedua hal tersebut, peluang untuk terbentuknya masyarakat yang produktif sangat besar.

Membangun suatu komunitas tertentu alangkah baiknya jika diawali dengan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat) dari situasi dan kondisi daerah tersebut. Strength menjelaskan kekuatan apa yang dimiliki oleh suatu daerah, baik SDM maupun SDA yang potensial untuk diekspansi. Weakness menerangkan tentang kelemahan/kekurangan yang dimiliki oleh daerah tersebut. Hal ini nantinya akan diminimalisasi dan dicari titik potensinya agar justru dapat menjadi Strength bagi daerah tersebut. Opportunity memberitahukan pada kita peluang apa sajakah yang dapat meningkatkan produktivitas komunitas tersebut. Penentuan Threat bertujuan untuk mengetahui bahaya/ancaman yang dimiliki atau yang akan ditimbulkan oleh situasi dan kondisi yang ada pada daerah yang menjadi fokus Community Development yang akan dijalankan. Pada kesempatan ini, saya memiliki mimpi untuk membangun desa Ciroyom di Bandung.

Setelah analisis SWOT, langkah selanjutnya adalah menentukan fokus kerja. Hal ini bertujuan agar langkah kerja Comdev yang dilakukan tetap pada koridor yang ditentukan; yaitu dengan menentukan aspek mana sajakah yang hendak dioptimalisasi untuk membangun produktivitas masyarakat. Aspek yang menjadi fokus kerja pada Community Development yang akan saya kelola adalah Ekonomi, Sosial dan Ekologi. Ekonomi dideskripsikan sebagai aspek yang akan menunjang kehidupan ekonomi masyarakat yang dituju. Sosial berarti dalam pelaksanaannya harus melibatkan masyarakat. Selain itu, dilakukan pencerdasan-pencerdasaan yang dirasa dibutuhkan untuk masyarakat tersebut. Ekologi dimaksudkan bahwa dalam keberjalanannya, harus senantiasa mempertimbangkan aspek ekologi (lingkungan), akan lebih baik jika terbentuk suatu lingkungan yang berkelanjutan (Sustainable Environment).

Setelah menentukan fokus kerja, hal yang dilakukan adalah menentukan visi dan misi yang nantinya akan dirangkum menjadi sebuah program yang berkelanjutan. Visi yang saya angkat pada kegiatan Comdev yang say lakukan adalah “Mewujudkan masyarakat Ciroyom yang kreatif, inovatif dan kontributif dengan basis pembangunan karakter yang berkelanjutan serta berorientasi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.” Program Comdev ini saya beri nama “Ciroyom Creative Village”. Program inilah yang akan membawa saya pada orientasi awal dalam perencanaan Comdev yang akan saya lakukan. Perlu diperhatikan, untuk menamakan sebuah program Comdev, sebaiknya dapat merangkum dan mendeskripsikan visi dan misi yang telah ditentukan.

Ciroyom Creative Village memiliki beberapa rangkaian kegiatan yang menunjang fokus kerja. Dari aspek sosial, saya akan melakukan 3 hal, yaitu sosialisasi berupa pendekatan sosial dan pencerdasan proyek melalui penyuluhan untuk menyamakan frekuensi, juga pelatihan pembentukan karakter untuk menunjang soft skill masyarakat. Dari aspek ekonomi, saya akan menginisiasi program pengelolaan sampah yang dapat menghasilkan keuntungan, yang nantinya dapat meningkatkan prosperitas masyarakat Ciroyom. Dari aspek ekologi, saya mengangkat sampah sebagai topik utama. Selain itu, melakukan perbaikan distribusi air yang pada kenyataannya masih buruk, juga pengondisian saluran pembuangan yang saat ini belum layak, melihat Ciroyom sebagai desa yang strategis yang memiliki terminal dan pasar.

Dalam pelaksanaannya, kerjasama dari pihak-pihak yang terkait adalah sangat penting. Selain itu, riset sangat dibutuhkan untuk mendukung kegiatan Community Development yang akan saya lakukan. Saya berencana membentuk kelompok-kelompok riset yang nantinya bertujuan untuk mengembangkan potensi masyarakat yang ada. Untuk membangun aspek sosial, saya akan mengumpulkan beberapa civitas akademika yang berfokus pada ilmu psikologi, ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu komunikasi. Juga didukung oleh beberapa teknolog yang berkonsentrasi pada ilmu informatika dan desain. Tujuannya adalah untuk menciptakan beberapa sistem pembelajaran dan multimedia yang dibutuhkan saat pencerdasan. Saya juga hendak melakukan sebuah program berupa sistem pendidikan yang berkelanjutan dan bertahap dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

Untuk membangun aspek ekonomi, masyarakat yang berfokus pada ilmu manajemen, bisnis dan industri akan dikumpulkan pada suatu kelompok keahlian tertentu. Kebutuhan civitas akademika yang menguasai ilmu tersebut dibutuhkan karena nantinya masyarakat akan membutuhkan bidang keilmuan tersebut dalam pengelolaan industri yang dibangun, juga untuk strategi pemasaran dari hasil produksi masyarakat. Untuk membangun aspek ekologi, akan dibentuk kelompok riset yang terdiri dari civitas akademika yang berkiprah dalam ilmu hayati, farmasi, kimia dan lain-lain yang dibutuhkan saat pelaksanaan.

Kelompok-kelompok riset yang sudah dibentuk tersebut, diharapkan mampu merencanakan penelitian yang nantinya dapat ditindaklanjuti melalui kegiatan Community Development ini; seperti mengikuti kompetisi-kompetisi penelitian, sebagai contoh, PKM (Program Kreativitas Mahasiswa), LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah), atau paper competition lainnya. Sehingga hasil riset yang dijalankan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia meskipun masih dalam ruang lingkup yang kecil.

Untuk mensinergikan antara riset dan Community Development yang menghasilkan profit, dapat direalisasikan dengan memadukan riset dari masing-masing kelompok yang nantinya berlanjut pada konsep kewirausahaan yang dibangun. Seperti konsep bioflocks dalam pembudidayaan produksi pakan tertentu, lalu diterapkan dengan cara membangun inovasi-baru yang berkaitan dengan pakan tersebut. Pada akhirnya, riset ini dapat membangun usaha di bidang kuliner. Dari aspek sosial, kelompok-kelompok riset dapat menginisiasi sebuah gerakan pemuda yang dapat meningkatkan soft skill maupun hard skill. Selain itu, dapat membentuk komunitas-komunitas kecil yang memiliki skill tertentu seperti menjadi trainer, kelompok menjahit dan sebagainya. Alangkah baiknya, jika progress sudah berjalan dengan baik, dapat membentuk bimbingan konseling keluarga, mengingat keluarga merupakan pilar utama untuk membentuk masyarakat yang madani. Dari segi ekologi, teman-teman yang bergerak di bidang ini dapat membuat gebrakan baru berupa pengembangan konsep bietanol, biopori, biogas, dan sebagainya dengan tidak lupa mempertimbangkan aspek lingkungan. Dari sanalah akan muncul berbagai profit yang dapat dimanfaatkan kembali dalam pembangunan masyarakat. Setelah semua aspek dibangun secara beriringan, akan terbentuk masyarakat yang kreatif, inovatif, dan kontributif dalam pembangunan peradaban bangsa.

Pada dasarnya, setiap kegiatan Community Development yang dilakukan haruslah dijalankan secara konsisten dengan tidak lupa mengikuti perkembangan zaman.. Hal ini membutuhkan komitmen yang besar dari para penggeraknya. Tidak hanya semangat di awal perencanaan, namun harus konsisten menjalankan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya. Jika sinergisasi tiga hal dapat berjalan dengan baik di sebuah komunitas masyarakat, secara otomatis komunitas tersebut akan menjadi percontohan komunitas lain yang ada di sekitarnya. Sebagai dampaknya, “Developed Country” akan disandang Indonesia sebagai Negara yang kreatif, inovatif dan kontributif!

Essay Task from MITI-Mahasiswa as Expert Team of RCDC Regional Jabajakal

Created by: Shabrina Nida Al Husna

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s