Kerinduan yang Memuncak


Aku ingat, ketika masa itu.. ketika segala rasa berhasil merapuhkan seluruh pondasi keimanan yang kubangun sejak lama.. sejak aku mengenal Islam.. sejak aku mengenal Allah melalui tarbiyah.

Masa itu, masa ketika aku menemukan jati diriku. Semangat membara untuk memperbaiki diri, berkarya untuk masyarakat, berkarya di jalan-Nya. Aku dilingkupi dengan ambisius yang begitu tinggi. Segala bentuk kompetisi kuranah dengan segenap potensiku..

Begitulah diriku, selalu mau menjadi yang paling baik, walaupun pada dasarnya, sikap seperti itu tdk boleh dipelihara. Tapi itulah diriku. Tanpa sikap itu, aku takkan bisa menjadi seperti ini sekarang. Seseorang yang selalu ingin berkarya untuk ummat, dalam rangka berda’wah di jalan-Nya..

Namun, ketika segala rasa hati mulai menelisik relung jiwa,

Ketika aku diperkenalkan dengan kata bernama cinta,

Ketika Allah mengajarkanku betapa indahnya mencinta dan dicinta,

Kala itu pula segala rasa ambisiusku berhasil meredam. Karena aku belajar tentang arti ketulusan.. tentang makna kelembutan hati..

Ya, dampaknya sangat besar untuk hidupku saat ini. Meski masa kelam itu terus membayangi hariku. Meski rasa sesal itu terus melingkupi diri..

Aku lebih peka. Aku lebih empati. Aku lebih bisa berbicara dengan hati.

Itu karena ia pernah mengajarkanku tentang hal ini. Tentang indahnya mencinta. Tentang makna cinta sebagai kata kerja.

Aku merindukan untaian kata penyemangat jiwa darinya. Aku merindukan kata-kata optimis yang mampu membuka peluang kebaikan di hadapanku. Aku merindukan segala bentuk perhatian yang membuatku semakin dewasa.. aku sungguh-sungguh merindukannya.

Merindukan segala kebaikan yang pernah tersalurkan dalam lembaran hariku. Merindukan senyum semangat yang senantiasa mengiringi langkah kebaikanku..

Aku merindukannya.. merindukan pengajarannya tentang menebar cinta. Mengambil cinta dari langit, dan menebarkannya di bumi.. kepada setiap kekasih-Nya..

Ya, saat itu, cinta membuatku semakin mencintai-Nya. cinta membuatku semakin dekat dengan-Nya.. cinta membuatku tunduk patuh lebih mendalam kepada-Nya..

Namun, indahnya mencinta kini tak perlu lagi dengan itu. Kini ada banyak saudara yang bisa mengajarkanku tentang itu. Meski tak satu kisah cerita atau berbeda jalan pilihnya..

Intinyaa, aku merindukannya..

Selasa, 23 Agustus 2011

Kontrakan tercinta, Bandung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s