Cinta, Kerja Nyata Menghamba


Apakah segala rasa tak mampu kukendalikan? Sementara ia mungkin telah membuang jauh apa yg lalu terjadi.
Beginilah akhirnya, jika hati dan lisan tak sama dalam bersikap. Yang satu masih memendam rasa, yang lain bersikap biasa.. Akhirnya, jiwa tersibukkan dg hal yg sama..

Namun, beginilah sensasi mencinta. Membuktikannya sebagai kata kerja. Memusatkannya pd Sang Maha Pencipta. Ia mencipta bahagia, namun menyandang duka.
Bahagia saat menghamba, duka ketika khauf melanda.

Kala harap dan khauf berkorelasi positif dalam grafik keimanan,
Saat tunduk dan patuh menemani langkah2 penghambaan,
Ketika dha’if berhasil memusnahkan segala bentuk ketinggian hati..
Jiwa dan raga bersimpuh dalam pangkuan cinta-Nya
Menyematkan segala asa bersama sejuta doa
Berharap Ia izinkan raga tuk menggapai segala cita dan kerinduan bertemu dg-Nya..

Meski masa lalu telah menjadi memori
Atas sejarah kehidupan yg terekam dalam album kenangan
Tapi keyakinanlah yg mengakar dalam kalbu
Bahwa inilah skenario terbaik yg Ia pilihkan..
Karena di balik kesulitan atas pengorbanan, terdapat hikmah besar yang mengalirkan kebahagiaan..

Semoga Ia senantiasa karuniakan rasa tuk berjuang
Menggapai gelar radhiyallahu ‘anh atas setiap tapak perjalanan
Agar kelak dapat bertemu dg wajah-Nya, Pemilik segala keagungan..

Senin, 29 Ramadhan 1432 H

Saat tersadar akan makna cinta sebagai kata kerja..

Di penghujung Ramadhan,
Hujratul Mahbubah..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s