Untukmu Pejuang Da’wah


Segala puji hanya milik Allah, yang menghidupkan setiap kematian dan mematikan setiap kehidupan. Yang tak pernah henti memberikan limpahan Rahmat dan KaruniaNya pd kita, di tengah begitu banyaknya kemaksiatan, kekhilafan dan kesalahan yang kita lakukan. Ketika mata kita gunakan untuk melihat yang tidak halal untuk dilihat, ketika dada kita berdebar bukan karena mendengar namaNya disebut. Padahal telah jelas disebutkan bahwa salah satu ciri orang yang beriman adalah yang ketika disebut nama Allah, maka bergetarlah hatinya. Lantas apakah diri kita termasuk golongan itu?

Allah, Zat yang tetap memberikan limpahan kasih sayang yang luar biasa deras. Sementara ketika sholat, seringkali pikiran kita melayang entah kemana. Ketika kita melakukan amal kebaikan, seringkali ada desiran halus di hati kita, namun desiran itu bukan untuk Allah. Ya Rahmaan, maafkanlah segala pengkhianatan yang telah kami lakukan..Sesungguhnya kami tidak pernah berkeinginan untuk mengkhianati luasnya karuniaMu..

Saudaraku  yang kucintai hanya krn Allah semata, sesungguhnya dunia yang saat ini kita tempati adalah tempat yang luar biasa jebakannya. Hal itu tentu Allah ciptakan bukan untuk menyusahkan hambaNya, melainkan untuk memilih siapa diantara hamba-hambaNya yang benar-benar bertaqwa.

Sungguh, hidup adalah sebuah pilihan. Karena di dunia ini segalanya tersedia. Jika kau menginginkan teman yang bisa menemanimu bersenang-senang, menghabiskan malam di bioskop, membuang-buang hartamu di pusat perbelanjaaan, sesungguhnya dunia ini menyediakan orang-orang tersebut untukmu. Jika kau menginginkan teman yang bisa memotivasimu belajar, menjadi sainganmu untuk mendapatkan nilai ujian yang lebih tinggi, yang senang ketika nilainya melampaui perolehanmu, sesungguhnya dunia ini menyediakan orang-orang tersebut untukmu. Dan jika kau menginginkan teman yang menjadi saudara seperjuanganmu di jalan ini (baca: jalan da’wah), yang di sepertiga malam terakhirnya dihabiskan untuk sujud di hadapanNya dan memohonkan seuntai doa untukmu, yang ketika bibir-bibir mungilnya terucap doa robithah dia membayangkan wajahmu, yang senantiasa menyapa dan mengucap salam hangat ketika bertemu denganmu, sesungguhnya dunia ini juga menyediakan orang-orang tersebut untukmu. Lantas mana yang akan kau pilih?

Saudaraku, dunia adalah sebuah ladang pengujian terbesar atas eksistensi diri kita, eksistensi diri kita sebagai hambaNya, dan eksistensi diri kita (yang mengaku) sebagai ummat Rasulullah SAW. Di dunia inilah kita membuktikan keimanan kita dalam bentuk ketaqwaan pada-Nya, membuktikan bahwa kita adalah hamba-Nya yang selalu komitmen dengan sunnah Rasul-Nya, dan selalu berusaha untuk melahirkan amalan-amalan dengan ihsan (professional).

Sebuah ladang pengujian terhadap milyaran manusia, siapa yang layak menjadi pemenang, dan mendapatkan tiket masuk ke surgaNya yang seluas langit dan bumi, serta siapa yang “gagal” dan harus masuk neraka Allah yang semestinya tak pernah terbersit bagi pikiran kita untuk masuk kesana. Namun diantara semua itu, ada satu hal yang pasti, berhasil ataupun gagal tak ada lagi kesempatan bagi kita untuk mengulang..

Saudaraku, di depan kita terhampar ladang amal yang membutuhkan penggarapan yang professional demi hasil yang optimal. Ia juga butuh pengorbanan yang begitu besar karena memang itulah sunnatullah perjuangan. Dan akhirnya ia juga menuntut keikhlasan yang mendatangkan keberkahan dan kekuatan amal. Bingkailah amal-amal kita dengan itu semua, karena sesungguhnya surga Allah bukanlah sesuatu yang dihadiahkan begitu saja, tetapi harus diperebutkan, harus diperjuangkan dan harus kita beli meski dengan jiwa dan harta kita. Dan menggarap ladang itu, adalah salah satu bentuk syukur kita pada Zat yang telah memberikan kita segalanya.

Saudaraku, jangan menyerah dengan rintangan, jangan mundur karena kesulitan, dan jangan lari disebabkan kekecewaan, melainkan jadilah pahlawan-pahlawan yang berjiwa besar, jadilah cahaya yang menerangi sekitar, jadilah parfum yang mewangikan lingkungan, jadilah air yang menghilangkan kehausan.. jadikan setiap diri kita sebagai penyelesai masalah, penjawab persoalan, solusi kepelikan, dan bukan sebaliknya..

Jika islam didirikan atas landasan persaudaraan, maka mari bersama menjaga ikatan terindah itu dalam bingkai ukhuwwah terhangat dan itsar tertinggi. Mari belajar saling memahami dan berhenti untuk saling menghakimi. Mari menjalin setiap simpul persaudaraan dalam eratnya tali persatuan. Mari memulai sehat berkoordinasi tanpa mengambil keputusan sendiri. Maknailah bahwa perjuangan itu butuh kebersamaan,. bukan keegoisan untuk bekerja sendiri. Mari saling mencintai saudara/i kita selayaknya mencintai diri kita sendiri. Jagalah, jangan sampai ada hak-hak saudara/I kita yang lalai terabaikan. Jagalah, jangan sampai ada hati-hati yang tersakiti atau tak merasa diperhatikan..

Tetaplah di sini saudaraku. Di jalan keimanan. Di jalan keislaman. Tetaplah bersama-sama meniti jalan ini sampai usai. Kita semua mungkin telah letih. Karena perjalanan ini memang sangat panjang dan sangat berliku. Tapi, tetaplah di sini dan jangan menjauh.. Yakinlah, kenikmatan yang kita reguk di jalan ini, jauh lebih banyak ketimbang yang dilakukan orang-orang yang lalai. Keindahan yang kita alami di sini, sangat lebih indah daripada keindahan yang kerap dibanggakan oleh mereka yang jauh dari jalan ini. Jangan berharap atau tertipu dengan fatamorgana kenikmatan, keindahan, kebahagiaan semu yang sering kita lihat dari orang-orang yang jauh dari tuntunan Allah SWT..

 

Segala yang benar hanya milik Allah, maka janganlah ragu untuk mengambil kebenaran itu..

Kecintaan dan kesabaran pada jalan ini tak cukup hanya dengan kata-kata

Cinta dibuktikan dengan kesungguhan dalam pengorbanan

Kesabaran dibuktikan dengan ketegaran dalam setiap cobaan dan ujian

Walaupun untuk membuktikan cinta dan sabar harus berpeluh keringat, bercucuran air mata, bahkan bersimbah darah di atas jalan Allah..

Wahai jiwa..janganlah engkau bersedih hati dan berputus asa akan jalan yang telah Allah pilihkan!

Yakinlah.. di ujung jalan ini ada sebuah mutiara yang telah menantimu, yang takkan pernah engkau dapatkan dari jalan yang lain..

Saat engkau lelah dalam jalan ini,

Maka Kekasihmu akan selalu ada untuk mendengar segala keluh kesahmu..

Saat engkau menemukan aral melintang yang menghambat langkah kecilmu,

Maka Kekasihmu akan senantiasa setia mendengar lantunan bait-bait doamu..

Dia akan selalu ada untukmu..

Sampai engkau menjumpaiNya dengan segenap cinta dan rindu..

 

 

Saudaramu di Jalan Allah,

Uhibbukum fillah.. (aku mencintaimu krn Allah..)

Advertisements

6 thoughts on “Untukmu Pejuang Da’wah

    1. Alhamdulillah.. semoga bermanfaat dan semoga bisa saling share ilmu..^^
      Tulisan antum juga sangat inspiratif 🙂

  1. “Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan bagi umat manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah” (QS. Ali Imran: 110)

    saudaraku,,,sudahkah kita merasa memiliki ayat ini …?? 🙂

    1. Yaaaa, ana suka sekali ayat tersebut. Selama ini, ayat tersebutlah yang menjadi inspirasi dalam berjuang. Yang menjadi bahan bakar dalam menapaki kehidupan..
      Nahnu khayru ummaaah! 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s