Ramadhankan Hidupmu!


Mengingatmu, berarti mengingatkanku akan indahnya menghamba

Saat kau menjadi sarana tarbiyah yang luar biasa dari-Nya

Menyempurnakan ibadah dengan sunnah Rasul-Nya

Menyelami dalam kasih-Nya di setiap malam-malam kesunyian

Memadu rindu akan surga dan cinta-Nya yang agung..

 

Kini.. kau sudah pergi

Semoga shaum syawal menjadi penutup yang membekas iman

Menjadi bekal dalam mengarungi sebelas bulan perjuangan cinta

Agar tiap langkah bernilai kebaikan di mata-Nya

Agar setiap amal mengiring jiwa menggapai wajah-Nya..

 

Ya, syawal kan pergi. Setelah kesedihan melanda hati ditinggal ramadhan tercinta. Kini ia kan pergi, bersama sejuta harapan dan doa agar amal membekas taqwa. Terbersit di hati, jika setiap bulan adalah bulan Ramadhan, dimana semua amal-amal ibadah dengan mudah kita lakukan. Puasa, sholat berjama’ah, bangun malam, tilawah berjuz-juz dalam sehari, berzakat dan bershadaqah, sabar dengan tidak mudah marah, dan amal-amal lain yang begitu sangat ringan kita lakukan di bulan ini. Namun itulah indahnya ramadhan, menjadi bekal dalam berkelana menggapai cinta..

Jika kita mengingat tujuan Allah memerintahkan kita berpuasa, tentu kita yakin bahwa ketaqwaan-lah yang menjadi parameter keberhasilan kita. Dalam surat Al-Baqarah ayat 183, Allah memerintahkan kita untuk berpuasa tidak lain adalah agar kita menggapai derajat taqwa. Kita bisa mengaitkan dengan ayat yang lain dalam surat yang sama, yaitu ayat 197 yang berbunyi, “Wa tazawwaduu fainna khayra zaadittaqwa..” Berbekallah, maka sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa. Tentu berhubungan bukan? Ketika derajat taqwa berhasil kita raih dari rangkaian tarbiyah ramadhan, kita menjadikan taqwa sebagai bekal dalam mengarungi sebelas bulan berikutnya. Setiap langkah kita kan mencerminkan taqwa, lisan kita menuturkan tanda taqwa, bahkan setiap amal-amal kebaikan kita adalah atas dasar taqwa.. hingga kita dapat menggapai derajat taqwa yang lebih tinggi lagi di hadapan-Nya..

Jadi teringat kisah Rasulullah dan para sahabat, enam bulan setelah bulan Ramadhan para sahabat masih merasakan nikmat ibadah seperti bulan Ramadhan dan enam bulan sebelum Ramadhan para sahabat mempersiapkan Ramadhan dengan sekuat hati untuk benar-benar mendapat berkah Ramadhan. Subhanallah, maka itulah yang harus kita lakukan me-Ramadhan-kan sebelas bulan lainnya. Agar kelak kita mendapat keberkahan di bulan Ramadhan berikutnya..

Dengan apa kita harus me-ramadhan-kan hidup kita? Yaitu dengan senantiasa membuktikan bahwa kita adalah ummat terbaik yang Ia lahirkan ke dunia. Melalui karya-karya nyata kita sebagai mahasiswa, karya-karya terbaik kita dalam membangun peradaban. Senantiasa menjadikan Allah sebagai tujuan dan dasar dalam berkarya. Meningkatkan amal ibadah dengan mengingat kembali esensi penciptaan kita. Bukankah Allah memenangkan kita di antara jutaan sperma yang menerobos dinding sel telur memiliki tujuan besar? Ya, agar kita mampu menjadi agen-agen perubahan dengan identitas sebagai muslim dan jiwa yang senantiasa me-ramadhan-kan harinya. Semangat membuat perubahan! To accomplish great things, we must not only dream, but also act..

 

Created by: Shabrina Nida Al Husna; Published by: Koran Gamais ITB 2nd edition

Advertisements

One thought on “Ramadhankan Hidupmu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s