Mimpi, Tonggak Awal Pembangunan Peradaban


 

Mimpi adalah sesuatu yang tidak memiliki rupa di dunia nyata, namun mampu memiliki pengaruh yang besar pada dunia nyata. Cukup adil untuk mengatakan bahwa dunia yang kita lihat sekarang dibentuk oleh mimpi. Termasuk mimpi tentang peradaban Bangsa ini, menjadikan Indonesia sebagai Bangsa yang maju. Kita dapat memulainya dari sekarang, dari diri kita sendiri. Menata ulang mimpi, lalu merealisasikannya melalui tindakan nyata. Geothe pernah berkata, “Mengetahui saja tidak cukup, kita harus menerapkannya; berkeinginan saja tidak cukup, kita harus bergerak. Jika mimpi adalah jiwanya, maka tindakan adalah raganya.”

———————————————————————————————–

Sebelum berhasil meruntuhkan Konstantinopel, Shalahuddin Al-Ayyubi hanya memiliki sebuah mimpi akan penaklukan besar. Simon Bolivar tak jauh berbeda, pembebasan Amerika Latin ia mulai dengan tidak lebih dari sebuah mimpi. Setiap hal hebat dimulai dari sekedar mimpi. Mimpi adalah sesuatu yang tidak memiliki rupa di dunia nyata, namun, mimpi mampu memiliki pengaruh yang besar pada dunia nyata. Cukup adil untuk mengatakan bahwa dunia yang kita lihat sekarang, dibentuk oleh mimpi. Begitu pula mimpi tentang Indonesia sebagai negara penguasa dunia, menjadi bagian dari jajaran The Big Five dalam organisasi PBB, atau menjadi negara maju, pengontrol perekonomian dunia. Sebuah mimpi bukan? Pasti setiap kita banyak yang berpikir itu mustahil. Lalu bagaimana dengan Galileo Galilee yang mempertahankan teorinya tentang pusat tata surya? Ia tetap memperjuangkan pendapatnya mengenai matahari sebagai pusat tata surya, meski seluruh dunia mengatakan bahwa bumi-lah pusat dari tata surya. Hingga ia dipenjara selama beberapa tahun karena terus mempertahankan pendapatnya. Namun, apa yang terjadi sekarang? Argumentasinya benar! Saat ini seluruh dunia menerapkan teorinya yang terkenal dengan Neosentris itu. Banyak penelitian astronom dunia yang mendukung pernyataannya saat ini. Penemuan yang sangat menakjubkan!

Kita bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika 60 tahun lalu, saat Bung Karno sepenuhnya jujur tentang Indonesia. Bayangkan, ia berdiri di sebuah podium; ribuan telinga menanti penuh harap di hadapannya. Kemudian dia berkata, “Indonesia adalah bangsa yang buta huruf, 95% penduduk kita tidak dapat membaca. Kurang dari 2% rakyat kita mengenyam pendidikan. Tidak ada yang bisa kita harapkan dari bangsa bodoh ini. Kita takkan bisa menjadi negara maju.” Bayangkan betapa hal itu akan jadi pukulan keras bagi semangat kemerdekaan. Tapi Bung Karno tidak pernah mengatakan itu semua. Ia berdiri dengan bangga, lalu berkata, “Gantungkan cita-cita mu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit; dengan begitu jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.” Bung Karno bukannya lari dari atau menyembunyikan kenyataan. Beliau tahu itu adalah masalah nyata yang pada akhirnya harus mereka hadapi. Namun beliau juga tahu, dalam usaha memperjuangkan kemerdekaan, optimisme harus dibangun. Manusia belajar dari kesalahan; tapi manusia dimotivasi oleh kemenangan, oleh berita baik. Sangat penting mengevaluasi kelemahan kita, namun menghargai kekuatan juga sesuatu yang krusial.

Namun menumbuhkan optimisme saja tidak cukup, hal itu hanyalah sebuah langkah awal dari perjalanan yang panjang. Optimisme akan menguap menjadi udara panas yang melayang lalu menghilang jika tidak ada tindak lanjut yang nyata. Goethe pernah berkata, “Mengetahui saja tidak cukup, kita harus menerapkannya; berkeinginan saja tidak cukup, kita harus bergerak. Jika mimpi adalah jiwanya, maka tindakan adalah raganya.” Kita harus percaya bahwa mimpi hanya mampu memberi pengaruh jika mimpi itu direalisasikan dalam sebuah tindakan nyata. Jika kita menginginkan perubahan, kita butuh tindakan. Perubahan adalah hasil rangkaian usaha yang terus menerus, berestafet saling membangun hingga menghasilkan pembangunan peradaban.

Agar tindakan-tindakan itu memiliki dampak yang signifikan, perlu sebuah pengaturan yang mampu membuat tindakan-tindakan itu bergerak dalam harmoni. Para pendiri bangsa ini mampu memerdekakan Indonesia hanya setelah mereka mampu membangun persatuan di antara diri mereka. Persatuan memiliki kekuatan yang begitu kuat, ia mampu mengikat seluruh dunia menjadi satu. Dan ikatan inilah yang harus ada di antara bangsa ini jika kita ingin membangun kekuatan bangsa.

Selama ribuan tahun sudah sejarah mencatat, setiap kisah tantang kebangkitan selalu ditulis dengan tinta emas perjuangan pemuda. Kita adalah agen-agen perubahan. Kita memiliki energi, pemikiran, semangat, serta ide-ide brilian dalam membangun kekuatan bangsa ini. Pada akhirnya kita akan mendengar kata-kata Bung Karno menggema di sanubari kita semua: Seribu orang tua hanya bisa bermimpi; namun seorang pemuda bisa mengubah dunia.

Jika kita telaah lebih dalam, kutipan orasi dari Ir. Soekarno memiliki makna yang sangat dalam. Seolah seperti mengajak kita bermimpi tentang takdir Indonesia di masa depan. Karena apa yang kita lakukan sekarang merupakan bagian dari sejarah Indonesia di masa depan. Sejarah yang ditorehkan dengan pena perjuangan oleh para pengisi kemerdekaan Indonesia. Sejarah yang berisi kebanggaan dan catatan emas keberhasilan bangsa Indonesia. Keberhasilan Indonesia menjadi negara yang mandiri setelah kebangkitannya. Saat itulah, saat Indonesia tersenyum.

Mari kita persempit makna pemuda sebagai mahasiswa. Mahasiswa seharusnya mampu memaksimalkan potensinya untuk membuat karya-karya nyata sesuai dengan bidangnya. Mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan dapat bekerja sama untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di Indonesia. Sebagai contoh masalah bencana banjir yang marak terjadi di Indonesia. Seorang civitas akademika dari ilmu kesehatan masyarakat dapat membuat serangkaian kegiatan penyuluhan urgensinya pemilahan sampah. Kemudian mahasiswa dari ilmu hayati dapat menginisiasi program pengolahan sampah yang bersifat sustainable. Sehingga, sampah dapat dimanfaatkan kembali tanpa merusak lingkungan. Program lain yang mendukung adalah dengan mendorong masyarakat untuk membuat system biopori di setiap rumah. Selain bertujuan untuk mengurangi risiko bencana banjir, biopori juga dapat menyuburkan tanah. Sehingga tanaman dapat tumbuh secara optimal pada lahan tersebut. Selain itu, mahasiswa yang memiliki afiliasi di bidang teknik dapat membuat berbagai inovasi alat yang mampu mendukung dalam pengurangan risiko tersebut. Seperti merancang alat yang ramah lingkungan yang digunakan dalam berbagai industri di Indonesia. Seorang environmental engineer bekerja sama dengan biologist untuk membuat sistem bioremediasi dan mempromosikannya ke perusahaan industri di Indonesia. Sehingga, pembangunan dapat berjalan dengan semestinya dengan mengurangi resiko perusakan terhadap lingkungan. Pemuda yang secara akademik bergerak dalam ilmu perpolitikan dan hukum, bertugas mendorong pemerintah untuk mendukung segala bentuk pembangunan yang hendak dilakukan. Pemuda yang berkecimpung di dunia science membuat riset-riset yang kemudian ditindak lanjuti melalui pengabdian masyarakat. Semua bentuk pembangunan yang dilakukan tetap berada dalam koridor yang benar. Yaitu dengan mensinergikan berbagai kelompok keilmuan yang ada. Jika sistem ini sudah diterapkan dengan baik, maka akan terbentuk sebuah proses pembangunan yang menciptakan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development).

Hal tersebut barulah satu dari sekian banyak masalah yang perlu kita selesaikan untuk merealisasikan peran kita sebagai Agent of Change dan Iron Stock. Jika segala sesuatunya berjalan sesuai dengan prosedur yang tepat, suatu saat kita akan melihat Indonesia sebagai negara yang makmur. Hasil buminya berlimpah ruah, menyebar di setiap sudut, mencipta kesejahteraan. Padi-padi menguning di tangkainya membentuk hamparan karpet berwarna keemasan di tanah nusantara. Hutan-hutan kembali rimbun menghijau dengan cantik, membentuk permadani, menutupi pegunungan dan lembah. Tidak pernah lagi terdengar berita tentang kematian bayi akibat kurang gizi ataupun manula yang tidak bisa mendapatkan makanan dan tempat yang layak. Para petani telah makmur dan dipenuhi semua kebutuhan pokoknya; harga pupuk yang murah dan mudah dijangkau, perubahan pola tanam tanaman sumber karbohidrat dan protein alternatif, serta peningkatan kepercayaan diri mereka di era persaingan global dengan pendidikan dan pencerdasan teknologi terpadu.

Pada masa itu, kita juga akan dipimpin oleh seorang pemimpin yang bersikap keras terhadap kejahatan dan penindasan namun lemah lembut terhadap rakyatnya. Tidak ada anggota kehormatan yang malu untuk bersandingan dengan para rakyat yang bekerja sebagai pemulung sampah, duduk berjam-jam di warung pecel lele hanya untuk mendengarkan aspirasi para pedagang. Keadilan merupakan kata-kata yang lumrah kita dengar dan kita lihat pelaksanaannya dalam setiap bidang kehidupan, mulai dari pelaksanaan hukum hingga pemenuhan hak-hak pokok. Rakyat mengambil haknya tanpa takut. Pembangunan berlangsung di segala penjuru daerah. Korupsi adalah masa lalu Indonesia yang telah diberantas dengan sempurna dengan kombinasi dari pendidikan karakter, pemanfaatan teknologi dan penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu.

Mahasiswa telah bergerak dengan bentuknya sendiri, dimana demonstrasi diadakan sebagai wadah ekspresi untuk mengoreksi kebijakan pemerintah dan penyuaraan aspirasi akar rumput. Gerakan mahasiswa merupakan koreksi dan aksi pengawalan atas aspek kemanusiaan para penguasa, dimana kesalahan merupakan salah satu bagian dimana kita harus bisa hidup dengannya. Mahasiswa membiasakan dirinya dalam ruang ide, ruang laboratorium, dan ruang diskusi publik sehingga terbentuk karakternya sebagai insan akademis yang utuh. Kaderisasi merupakan hal yang wajib terjadi dalam kegiatan institusi, baik itu dalam ranah kemahasiswaan serta ranah akademik. Sanksi diturunkan jika suatu lembaga tidak melakukan kaderisasi dengan optimal ataupun melaksanakan kaderisasi yang tidak memiliki suatu landasan pembinaan karakter yang optimal. Indonesia adalah negara yang sangat disegani, dimana setiap jengkal wilayahnya telah dilindungi dengan keperkasaan TNI, ribuan kapal laut dan arsenal pelindung kedaulatan Indonesia di berbagai lapisan bumi. Kontribusi pada dunia internasional juga sangat tingg, ribuan kali pasukan garuda Indonesia dikirimkan untuk membantu pemulihan dan menjaga pelaksanaan keadilan di muka bumi. Indonesia juga bukan negara yang takut untuk mengatakan “Tidak!” pada penjajahan kemanusiaan dunia, terutama pada penjahat dunia kelas kakap yang telah menyengsarakan kehidupan manusia.

Dalam bukunya,  “Fortune at The Bottom  of The Pyramid”, Professor C.K.  Prahalad memberikan  suatu  pandangan  tentang  bagaimana  suatu  Negara  disebut  Negara  yang  bangkit,  yaitu  saat  semua  warga masyarakat  bisa  mendapatkan  harga  diri,  mendapatkan  akses  globalisasi  dan  bersaing  secara proporsional.  Pemerintah,  perusahaan  swasta,  dan  LSM berada  dalam  satu  lingkungan  dimana  orientasi  dari  ketiganya  adalah  untuk mensejahterakan masyarakat di daerah tempat dia berada, namun masing-masing tetap akan mendapatkan keuntungan untuk diri mereka sendiri : Pemerintah akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakatnya, Perusahaan Swasta  akan mendapatkan  pasar  yang  kondisi  ekonominya meningkat,  dan  LSM  akan mendapatkan tujuan yang dicitakannya sebagai katalisator perubahan. Inilah yang menjadi landasan pergerakan sinergis Indonesia untuk membangun berbagai sektor yang disertai dengan perlindungan Undang-Undang dan penegakan keadilan. Perdagangan global bukan merupakan ancaman lagi, tapi suatu tantangan untuk berubah. Pada masa ini kepercayaan diri sebagai bangsa sudah didapatkan dan diikuti dengan kekayaan intelektual yang banyak dan beragam serta perlindungan yang pasti oleh pemerintah. Indonesia telah menguasai penuh seluruh cabang industri yang menguasai hajat hidup masyarakat; energy, air, tanah-mineral, dan udara.

Ketika pemuda di suatu negara berhasil membangun bangsanya, secara tidak langsung, mereka telah berperan dalam pembangunan peradaban dunia. Maka, rencana selanjutnya adalah membuat sebuah organisasi perhimpunan pemuda dunia sebagai wadah pemuda dalam berkarya, berbagi dan berkontribusi untuk dunia. Sehingga, terciptalah pembangunan yang terintegrasi dan melahirkan perdamaian dunia.

Ya, semuanya berawal dari mimpi. Mimpi tentang kesuksesan, tentang keberhasilan, tentang kemajuan peradaban. Dengan bermimpi, artinya kita sudah mencapai satu tahap dalam menempuh itu semua. Tetapi tanpa tindakan yang nyata, mimpi hanyalah omong kosong belaka. Maka bermimpilah, dan bergeraklah. Karena peradaban dunia, berawal dari sebuah mimpi!

 

Created by: Shabrina Nida Al Husna

Diikutkan dalam Kompetisi Essay Pemuda Koran Tempo 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s