Sabar adalah Sinar.. ♥


“Ash-Shabru Dhiyaaa’un..”

Sabar adalah sinar. Begitu kata Rasulullah dalam sebuah hadistnya.

Ya, sifat sabar dapat menjadi sinar yang menghangatkan. Ia adalah akhlak mulia yang dimiliki Rasulullah dalam meluluhkan hati orang-orang kafir. Akhlak yang menjadi washilah datangnya hidayah Allah bagi objek-objek da’wahnya.. Kesabarannya dalam bersikap, membuatnya menjadi mulia di hadapan Rabb semesta alam. Memang mutlak, seseorang yang sabar, akan terpancar sinar kelembutan dari dalam dirinya. Sabar yang ikhlas.. sabar yang mengambil hikmah..

“Sinar itu lebih mulia dari cahaya..”

Begitu kata seorang teman dalam sebuah perbincangan.

Cahaya adalah sebuah sumber terang. Sedangkan sinar adalah pancaran terang. Ia adalah aktualisasi dari cahaya. Cahaya diketahui saat terpancar sinarnya.. Sabar. Ia adalah aktualisasi dari inner beauty seorang muslimah. Hati yang selalu ikhlas dalam menanggapi qadha dan qadar-Nya. Hati yang selalu terpaut pada Rabb-Nya.

“Sinar hanya memiliki satu titik fokus, sementara cahaya memiliki banyak titik fokus..”

Begitu kata Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Ya, sinar kesabaran hanya memiliki satu titik focus: Allah. Sabarnya karena iman. Iman kepada-Nya, kepada malaikat-Nya, kepada kitab-kitab-Nya, kepada rasul-rasul-Nya, kepada hari akhir, juga kepada qadha dan qadar-Nya.. Begitulah sinar mengajarkan kita tentang penghambaan. Bahwa segala yang kita lakukan, cukup berfokus pada Zat Yang Maha Segala: Allahu Rabbul ‘Izzatii.

“Cahaya merupakan suatu gelombang elektromagnetik yg terdiri atas pulsa medan listrik dan medan magnetik yang saling tegak lurus, dan keduanya tegak lurus terhadap arah rambatannya. Sedangkan Sinar dalam optika adalah berkas sempit cahaya yang diidealkan. Sinar dapat diartikan sebagai garis-garis yang tegak lurus pada muka gelombang dan arahnya sama dengan arah rambat gelombang..”

Begitu kata Maxwell dalam teorinya mengenai cahaya dan sinar.

Sinar adalah bagian dari cahaya.. dengan satu sifat mulia, ia kan terpancar dari perangai yang baik dari dalam diri seseorang. Sinar yang mendunia, sinar yang menginspirasi karena seberkas sempit cahaya. Ia ditakdirkan selaras dengan cahaya.. Shalat yang berbuah kesabaran. Cahaya yang memancarkan sinar.. Sinar kelembutan dari kesabaran yang mulia..

Sabda Rasulullah: “Shalat adalah cahaya, dan sabar adalah sinar..”

Shalat yang khusyu’ mencerminkan hubungan yang baik antara seseorang dengan Sang Pemilik. Ia adalah cahaya seperti yang Rasul sabdakan dalam hadistnya. Ia tersembunyi, hanya dia dan Pemiliknya yang tahu. Tidak ada yang lain..

Sabar yang lembut memancarkan pesona keindahan dari diri seseorang yang memilikinya. Ia tampak dan terlihat. Membuat orang di sekelilingnya merasa nyaman berada di dekatnya. Karena sabarnya, membuatnya selalu tersenyum dalam keadaan sesulit apapun. Membuatnya tegar saat sekitar segetir apapun. Karena shalatnya telah menjadi perantara paling efektif dalam menyampaikan seluruh rasanya pada Tuhan semesta alam..

“Dia-lah yang menjadikan matahari BERSINAR dan bulan BERCAHAYA dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui..”

Begitulah Ia berkata dalam firman-Nya.

Allah menjadikan semua yang disebutkan bukanlah dengan percuma, melainkan dengan penuh hikmah. Matahari selalu memancarkan sinarnya. Ia adalah sumber kehidupan. Ia selalu menjadi sumber inspirasi bagi sekelilingya. Bertasbih memuji-Nya dengan caranya yang indah: memancarkan sinar pada dunia.

Sementara bulan hanya membiaskan sinar. Ia bercahaya ketika malam tiba. Menerangi, menemani makhluk-makhluk-Nya dalam menjemput gelar hamba yang mulia, di sujud-sujud panjang mereka..

“Cintailah Allah seperti matahari. Ia mencintai titah Tuhannya, tak pernah lelah membagi cerah cahaya, tak pernah lelah menghangatkan jiwa.”

Maka jadilah Shabrina Nida Al Husna. Jadilah seseorang yang sabar, yang akan menjadi sinar, menginspirasi dunia sekitar. Sabar yang lembut. Sabar yang ikhlas. Sabar yang mencerminkan identitas kemuslimahannya. Sabar dalam menyeru da’wah-Nya. Sabar dalam menyeru kebaikan pada banyak orang..

Created by: Shabrina Nida Al Husna

Di sela waktu kuliah, saat aku bersyukur memiliki nama yang indah: Shabrina Nida Al Husna (Sabar dalam menyeru kebaikan) 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s