Cukup Kita, dan Dia yang tahu


Kau kira kau siapa?

Tak ada saat aku butuh. Hanya bisa membuat gejolak rasa saat aku sedang lemah.

Kau kira kau siapa?

Tak hadir saat aku jatuh. Hanya parasit yang bisa meruntuhkan segala pondasi keimanan yang telah kubangun.

Kau kira aku suka?

Saat rindu memuncak menjadi bayang yang menyiksa. Teraktualisasi dalam dimensi yang tak tahu darimana asalnya. Kau datang, lalu pergi. Lenyap, menghilang, kemudian muncul kembali. Terus berulang hingga otakku tak mampu menanggung segala pikir. Lalu di mana sebenarnya kau berada?

Entahlah..

Apa karena rasa itu telah mengakar? Yang bahkan aku tak tahu darimana ia berasal. Muncul secara tiba-tiba tanpa kuminta. Menelisik ke dalam setiap celah jiwa. Mengalun lembut, namun meruntuhkan perlahan.. mencoba menjatuhkan. Mungkin lebih tepatnya, membuat melayang hingga terjatuh.

Sudahlah..

Tak perlu kau bakar lagi kayu itu. Cukup Allah saja yang tahu segala rasamu. Jangan kau ekspresikan anugerah dari-Nya.

Aku sudah tak kuat. Cukup sudah. Mungkin kita lebih baik sama-sama berfikir. Jangan biarkan hati menanggung perih azab-Nya.

Cukup kita, dan Dia yang tahu.

30 November 2011

Shabrina Nida Al Husna

Advertisements

One thought on “Cukup Kita, dan Dia yang tahu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s