Karena rencana-Nya adalah yang terindah.. ♥


 

Seringkali kita merasa kecewa terhadap apa yang terjadi pada kehidupan kita. Entah itu harapan, cita, atau asa yang telah kita perjuangkan, namun tidak sesuai dengan keputusan-Nya. Ya, rencana yang menurut kita sudah tersusun sesempurna dan serapi mungkin, ternyata hasilnya berada di luar perkiraan kita. Lalu terbersit dalam benak kita untuk berhenti saja di titik itu.
Dalam artian, kita berputus asa dan enggan untuk memperjuangkannya kembali..

Ya, aku tahu. Mungkin itu pahit. Mungkin itu sakit. Mungkin lukanya tak sedikit. Tapi apakah rencana yang menurutmu sempurna, ‘sdh sempurna’ menurut Allah? Sahabat.. Kita seringkali melupakan hal ini..

Rasulullah pernah bersabda dalam hadistnya, “Innamal a’maalu binniyaat..” Bahwa setiap amal itu tergantung pada niatnya. Apakah ketika kita berjuang mewujudkan suatu hal -entah impian, cita, asa, atau bahkan mimpi kita-, dalam keberjalanannya sudah kita evaluasi niat kita? Untuk apa kita berjuang? Untuk dia-kah? Atau untuk mereka-kah? Atau untuk seseorang di belahan bumi yang lain? Tidak sahabat.. Semuanya untuk-Nya. Semuanya karena-Nya. Semuanya hanya kita lakukan untuk Allah semata. Tiada yang lain.. Carilah alasan apapun yang bisa membawa amal kita menuju pada-Nya. Agar segala amal kita terhitung pahala dan membuahkan ridha-Nya..

Lalu, Allah juga berfirman dalam surah Al-Mulk ayat 2, “Liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amala..”
Bahwasanya, Allah ingin melihat siapa di antara kita yang amalannya paling baik..
Bukankah ini indikasi dari betapa pentingnya sebuah proses bagi Allah? Ya, Ia tak hanya melihat dari niat yang ikhlas karena-Nya, tapi Ia jg melihat dari seberapa besar tenaga, waktu, harta, bahkan apapun yang kita perjuangkan untuk merealisasikan impian-impian kita.. Bukankah Allah memang Maha Adil pada setiap makhluk-Nya?
Karena Ia, melihat sejauh mana kita mampu bertahan memperjuangkan itu semua..

Lalu bagaimana bila letih menghampiri diri? Saat kita lelah berjuang, atau merasa jenuh terhadap apa yang kita perjuangkan?
Itu sunnatullah sahabat.. Hal itu pasti terjadi.. Rasul pun pernah merasakan hal itu.. Saat Ia lelah berda’wah, saat Ia lelah mengabdikan dirinya pada ummat..
Namun di sana lah titik di mana Allah rindu pada kita. Allah sangat rindu kita mendekat pada-Nya.. Allah sangat rindu kita memohon kekuatan pada-Nya.. Allah sangat rindu kita berikhtiar pada-Nya.. Allah sungguh merindukan kita..

Maka, shalat malam dapat menjadi jawaban atas kelemahan iman kita. Ia dapat menjadi charger keimanan kita.. Shalat dhuha mampu menjadi sarana pengingatan kita akan syukur.. Tilawatil Quran dapat menjadi Asy-Syifa atas segala lelah yang terasa..

Kemudian, Rasul-pun pernah bersabda dalam hadistnya yang lain. “Innamal a’maalu khawaatimahu..”
Sesungguhnya, amal itu tergantung pada akhirnya.
Apa maksudnya?
Ya.. Bahwa keberhasilan amal itu terlihat pada akhirnya. Bagaimana indikasinya? Ketika niat dan prosesnya sudah baik, maka hasilnya pun akan setara dengannya.
Maka, persembahkanlah yang terbaik pada Yang Maha Baik. Dari niat yang terus diperbaiki, dan perjuangan tanpa henti yang tak pernah lepas dari ikhtiar kita pada-Nya..

Lalu bagaimana jika akhirnya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan? Bagaimana jika akhirnya tak sesuai dengan apa yang kita rencanakan?

Ya. Mungkin inilah yang namanya iman. Bukan hanya berbicara tentang kepercayaan, namun juga tentang keikhlasan. Ketika kita beriman, artinya kita percaya. Percaya bahwa Allah-lah Sutradara Terbaik. Bahwa rencana-Nya selalu yang paling indah..

Seorang kakak pernah memberikan nasihat kepadaku,
“Sometimes Allah doesn’t give you what you desire, not because you don’t deserve it, but because you deserve more!
Trust Allah & His decisions!”

Luar biasa bukan? Ya. Mungkin ketika rencana kita tdk bertepatan dg rencana Allah, artinya bkn krn kita tdk berhak mendapatkan apa yg kita inginkan, melainkan kita berhak mendapatkan lebih dari apa yg kita inginkan.. Krn Allah Maha tahu, maka Ia selalu pilihkan dan tunjukkan yang terbaik untuk kita.

Sometimes things don’t work out the way we want. They work out better. Because we plan but Allah plans too. And Allah’s Plan is “always” the best Plan!! ♥

Dan mungkin, sebagian orang berfikir ini hanya retorika. Tapi ketahuilah.. Sesungguhnya, banyak orang di sekitar kita yang sudah mencapai tahap itu. Tahap ridha terhadap apa yg Allah takdirkan utk mereka, meski awalnya terasa pahit. Mereka mampu merangkum hikmah sebanyak2nya dari apa yang Allah rencanakan. Mereka bersyukur.. Dan syukur mereka terus bertambah.. Hingga Allah senantiasa menambahkan nikmat-Nya pada mereka.. Melalui apa? Melalui kebahagiaan-kebahagian yang mengalir terus dari setiap jejak langkah kehidupan mereka. Kebahagiaan yang hakiki: hati yang selalu merasa puas terhadap apa yang Allah berikan.. Hati yang senantiasa merasa cukup dg keberadaan Allah di setiap gulir masa perjuangan mereka.. Ya, hati yang ridha pada apa yang telah Allah tetapkan..

“Bersikaplah ridho terhadap segala apa yang telah Allah tetapkan kepadamu, maka pasti engkau akan menjadi yang paling kaya.” (HR. Ahmad)

“Janganlah kita bersedih, karena Allah selalu bersama kita.”

(Q.S. At Taubah : 40)

Semoga bermanfaat.. ^^

Selasa, 3 Januari 2012
Bayti Jannati
Shabrina Nida Al Husna

Advertisements

One thought on “Karena rencana-Nya adalah yang terindah.. ♥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s