Cerita di balik nilai kimia analitik :)


Sekedar cerita di balik nilai akhir kimia analitik.  Menurut sebagian besar temen2 seangkatan, mata kuliah ini menyeramkan. Ya, saya akui memang begitu. Butuh usaha dan doa yang luar biasa untuk melewati ujian mata kuliah ini.

Bahkan malam itu, malam sebelum hari esoknya ujian, ada sekitar 5 orang temen seangkatan yang nginep di kontrakan. Belajar bareng sampai tengah malam. Tapi asiknya, jadi lebih kenal, DF-nya juga jalan. Karena ada temen yang ‘ammah juga di sana. Sangat ‘ammah bahkan. Nah, nggak taunya, setelah beberapa hari, pas ketemu di kampus, dia teriak: “Shaaaab, doain yaaa, aku insya Allah pake jilbab!” sambil nunjukin jilbabnya. Alhamdulillah.. 🙂

Aduh, jadi berlama-lama. Langsung aja deh ya.. Inilah hasilnya!

Oiya, mau berbagi hikmah juga nih. Sebetulnya, menunggu nilai kiman ini, galaunya masya Allah banget. Jadi gini ceritanya, nilai kiman kan keluarnya tanggal 21 desember pagi, sementara ada acara GAMAIS yang nggak kalah pentingnya tanggal 20-22 desembernya. Acara pengumuman G1 (Kepala GAMAIS) dan A1 (Kepala Annisa) sekaligus pemantapan juga persiapan kader untuk kepengurusan selanjutnya. Di sana juga kita sama-sama merancang mimpi GAMAIS untuk 2012. Nah, hari pertama udah sempet izin karena memang ada keperluan sama dosen terkait project yang lagi saya jalanin. Tapi, galau banget mau dateng apa nggak pas malem sebelum hari kedua. Masalahnya gini, kalau seandainya saya dateng di hari kedua, berangkatnya pagi, sekitar jam 7an. Sementara nilai keluar jam 10. Kalau ternyata nggak lulus, atau nilainya rendah, ya otomatis harus ikut ujian perbaikan tanggal 23 desembernya. Aaaaaaaa, waktu itu takut bgt. Karena berarti kalau saya ikut ujian perbaikan, saya cuma punya waktu tanggal 22 malemnya. Dan itu pasti udah capek banget. Persiapan ujiannya bakalan nggak matang banget. Tapi akhirnya, saya mantapkan lewat shalat malam, juga doa-doa pada-Nya, memohon yang terbaik.

Alhasil, esok paginya saya berangkat dengan mantap. Tanpa keraguan sedikitpun. Berharap Allah memberikan pertolongan dengan niat menggapai ridha-Nya.

Tiba-tiba, di tengah-tengah acara, saya dapet SMS seperti ini dari temen saya yang tadi saya ceritain: “Shabrinaaaaaaa, makasih banyak yaaa, alhamdulillah nilai kiman aku A. Besok-besok kita belajar lagi yaaaa. Seneng deh :’)”

Saat itu langsung merinding. Segala bentuk kemuliaan itu milik Allah, dan saya hanya sebagai washilah untuk itu. Akhirnya, saya balas SMS beliau seperti ini, “Kemuliaan itu datangnya dari Allah. Selamat yaaaaaa, shabrina ikut seneng dengernyaa. :)”

Dan setelah itu, dia balas SMS lagi, “Hehe, iya shaaab bener juga yaaa. Oiya, shabrina juga bagus lho nilainya. Indeks akhirnya A. Tertinggi satu angkatan :D”

Mendengar SMS yang terakhir, saya langsung meluk Kak  Sarah (Seorang kakak senior yang satu jurusan dengan saya, dan beliau juga sedang ikut acara GAMAIS bersama saya) sambil nggak bisa berhenti bilang alhamdulillah. Aaaaa, subhanallah banget. Allah memang Maha Adil, Maha Baik, Maha Segala-galanya deh. Sebetulnya biasa banget sih, tapi perjuangan menghadapi galaunya itu lho yang berat. Galau antara datang acaranya atau nggak. Dan akhirnyaaa, kebaikan-lah yang menang.. 😀

Saya menyadari satu hal yang memang sejak dulu selalu saya tekankan pada diri saya. Ya, janji Allah yang tertera dalam surah Muhammad ayat 7 itu sangat ampuh mengobati kegalauan.

“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama Allah maka Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”

Dan janji Allah memang tak pernah ingkar. Innallaha laa tukhliful mii’aad..

Melihat nilai akhir kimia analitik ini, saya berfikir. Rasanya, tes bakat dan potensi yang pernah saya ikuti saat tingkat satu itu benar. Analyzer berada di urutan ketiga teratas dari potensi yang terpendam dalam diri. Apa hubungannya? Jadi begini, ini kan mata kuliah analitik, dan ternyata nilai saya bisa di bilang lebih dari cukup. Berarti, kemampuan analisis saya bisa dibilang baik. (Iya nggak yaa? Hehe)

Tapi kalau kata temen-temen deket, saya memang analyzer. Mereka bilang, itu pengaruh sifat melankolis. Benarkah? Saya juga kurang tahu pastinya. Kata mereka, orang melankolis itu.. jiwa analisisnya tinggi! Nah lhoo..

Tapi walau bagaimanapun, sangat bersyukur melihat hasil akhir nilai kiman ini. Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Semoga bisa terus bersemangat menggapai mimpi, dan semoga Allah mempertemukan rencana-rencanaku dg rencana-rencana-Nya yang indah.. 🙂

 

Jum’at, 30 desember 2011

Advertisements

2 thoughts on “Cerita di balik nilai kimia analitik :)

  1. assalamu’alaykum..
    shobiii~~ ini teh sarah, yang tiba-tiba disebut diatas hehe..
    alhamdulillah, aku seneng banget pas denger nilai KA nya dimudahkan dapet A :’)
    nanti kamu jadi tutor KA ya buat adik2 2011 😉
    tetap semangat menggapai mimpi di mikrobiologi! insyaAllah matakuliah semester 4 bakal jauh lebih menyenangkan dibanding semester 3.. kalo butuh bantuan, cerita2 aja yaa (^_^)9

    keep writing, blognya inspiratif, izin ngelink yaa 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s