Untukmu yang tercinta dan dicinta oleh-Nya..


Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Kepadamu kukirimkan salam terindah, salam sejahtera para penghuni surga. Salam yang serunya tak terdengar nyata, namun bermuara halus dari dalam jiwa. Salam hangat sehangat mentari di waktu dhuha. Salam kasih selembut lantunan ayat-ayat suci yang mewarnai lembaran hari. Salam cinta yang tiada pernah lekang oleh masa, tiada lapuk tergilas musim dan peristiwa.

Kepadamu yang berhati mulia,

Kutulis setiap baris kalimat ini dalam sesal dan doa pengharapan. Ku haturkan maaf atas setiap serpih khilaf dan kelalaian. Ku panjatkan pinta agar maafmu mengiring kelalaianku. Agar kau tahu.. betapa aku mencintaimu.

 

Bila matahari tak henti mengalirkan sajak pengabdiannya

Bila setiap berkasnya tak penat bersujud menyatakan penghambaannya

Maka biarkan hangat sinarnya terus berdoa memanjatkan pinta

Agar dirimu dan setiap kekasih-Nya terus berada dalam naungan rahmat Sang Pencipta..

 

Bagaimana kabarmu di sana, Bunda?

Masihkah simpul senyum bahagia temanimu dalam hari?

Masihkah air mata takut dan harap biaskan kerinduan dalam doa di sepertiga malammu?

Masihkah kau cerahkan dunia dengan kecantikan hati yang terpancar dari dirimu?

 

Kuharap, Allah selalu menjagamu, meneguhkan kedudukanmu, dan senantiasa membalut hidupmu dengan taqwa..

Semoga Ia selalu karuniakan kesabaran, menguatkanmu dalam mengarungi setiap tapak perjuangan..

 

Aku merindukanmu, Bunda..

Saat kau terjaga menemani malam-malam letihku dalam menyelesaikan setumpuk amanah da’wah.. Lalu kau buatkanku makanan dan minuman jika kantuk menyerang badan, segarkanku dengan segelas jus atau sekedar cemilan ringan..

Ketika kau ceritakan tentang mimpimu, tentang asa yang selalu kau perjuangkan untuk ummat.. Tentang sejuta impian yang selalu membuatku ingin terus memperjuangkan cita hanya karena-Nya.

Kau yang tak pernah absen memberi sarapan sebagai tiket untuk pergi berpetualang hingga malam. Kau yang begitu khawatir saat sakit melanda raga dan bersegera memberikan segenap yang kau punya demi kesembuhan yang dicinta. Kau yang tak kenal lelah merawat rumah, menatap harap saat melihat aku terlelap, terkadang sesembari mengelus kepala menghembusku dalam untaian doa tulusmu yang mulia. Kau yang tak lelah berdoa, bersujud berharap penuh pinta pada Rabbmu, agar aku terjaga senantiasa. Kau yang mengajarkan agar tak menyerah pada lelah, terus bergerak meskipun lemah. Kau yang menguatkan saat kaki ini mulai rapuh untuk berjalan. Kau yang rela meletihkan diri agar aku mampu mencapai prestasi.

 

Aku merindukanmu, Bunda..

Ketika kalimat penyemangat mampu yakinkan aku tuk tembus Olimpiade Sains Kimia tingkat provinsi,

Saat lelah dan letih tak jua menghalangi kesetiaanmu, mengantarku pergi mengikuti lomba MTQ hingga MHQ tingkat nasional,

Saat senyum optimismu membuatku percaya, bahwa ada hikmah dibalik setiap apa yang Allah gariskan untukku.. baik rasa kecewa karena ketidakberhasilanku menembus PMDK UI, atau saat bahagia menyelimutiku karena berhasil menembus USM ITB..

 

Aku merindukanmu,

Kala cinta kasihmu mampu menjadi energi positif sebagai bekalku dalam berkarya..

Juga ketika kau pergi seharian menyelesaikan amanah-amanah da’wahmu, pulang dengan letih, namun tetap kau ukir senyum di wajahmu, menutupi rasa lelah yang menyelimuti dirimu..

 

Dan kerinduanku memuncak, saat aku menyadari bahwa di belahan bumi manapun yang kupijak saat ini, dari rahimmulah aku terlahir, besar dan tumbuh dari pengorbananmu. Sementara aku belum bisa memberikan yang terbaik untuk kebaikanmu di sana. 19 tahun sudah aku habiskan waktu di dunia. Namun terkadang, hanya kuas kesedihan yang mampu menorehkan tinta kekecewaan pada kanvas kehidupanmu..

 

Maafkan aku, bunda..

Maafkan aku yang sering lalai akan nasihatmu,

Maafkan raga yang terkadang enggan mendengar permintaanmu,

Maafkan jiwa yang seringkali lalai mendoakanmu

 

Maafkan aku, bunda..

Semoga frasa itu tak pernah telat untukku

Semoga frasa itu mampu mengantarkanku pada jannah-Nya

Semoga frasa itu mampu menambah keridhaan-Nya padaku

 

Kepadamu yang tercinta, Bunda..

Dalam dimensi luas yang tak berbatas

Lisanku tak kan jera menggaungkan syukur menggemakan doa

Agar Ia terus menjagamu yang begitu ku cinta

Murabbiy pertamaku yang telah memberikan goresan warna pada kanvas hari

Ya, agar Ia menjagamu, ummi..

Seorang yang membiaskan semangat dalam cahaya lentera

Menempaku dengan iman dan taqwa di setiap tapak perjuangan..

 

Kaulah bunda.. kata termulia di dunia yang pernah ada.. Yang dengan cintamu, semua asa mampu berbuah nyata. Yang dengan kasihmu, kau tuaikan semangat dalam tingginya cita. Yang dengan pengorbanamu, kau semaikan sejuk hadirkan bahagia.

Maka aku takkan pernah lupa, saat marahmu luapkan kesal dalam dada. Saat keluhmu dengan berbagai nilai minimalis dan aktivitas yang tak lelah menempa. Saat tangismu membuncah karena sedih dan kecewa. Aku mantapkan dalam hati, akan terus tersenyum dan berbakti padamu.. Karena dalam marahmu ada cinta. Dalam keluhmu ada cinta. Dalam tangismu ada cinta. Dalam doa-doamu ada pinta untukku yang begitu didamba..

Ya, karenamu…  di sinilah saat ini aku berada. Karena cinta dan kasihmu, balutkan luka kuatkan raga. Yang karena ingin melihat senyummu di waktu senja, ku baktikan segenap jiwa raga agar mampu persembahkan karya menjadi kebanggaan bagimu. Semoga Allah ridhokan dan mudahkan berjuta impian berbingkai taqwa dan doa. Semoga Allah berikan kesempatan untuk mengukir sketsa terindah di wajahmu. Semoga Allah kabulkan..

 

Untukmu, Bunda..

Saat rinduku berada pada titik puncak parabola taqwa..

Semoga Allah menjagamu senantiasa..

 

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (Q.S Al Israa’:23) 

 Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (Q.S Luqman:21) 

Advertisements

One thought on “Untukmu yang tercinta dan dicinta oleh-Nya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s