..menikah..


Percakapan dengan seorang teman di suatu siang..

N: Shab, kamu dewasa banget ya. Udah cocok bgt

S: Eh? Cocok? Cocok apa maksudnya? (agak curiga)

N: Iya, kamu tuh udah cocok bgt jadi ibu. Hehe

S: Waaah, klo itu masih lama. Mau berkarya dulu 🙂

N: Emg rencananya kapan shab?

S: Klo di life plan aku, setelah lulus S1, mau studi ke luar bareng suami 🙂

N: Waaaah, keren-keren. Emang rencananya mau kemana?

S: Maunya ke UK, tapi terserah Allah gimana nantinya. Doain aja yaa.

N: Okee, semangat ya Shaaab 🙂

———————————————————————————

Diskusi sederhana dengan teman yang lain di hari yang berbeda..

Saat itu, kami selesai berbincang-bincang tentang Muhammad Fathi Farhat, seorang pejuang palestina yang syahid karena merelakan dirinya melakukan aksi bom bunuh diri.

N (kebetulan inisial nama orangnya sama) : Shab, boleh tanya sesuatu?

S: Boleh kok 🙂 Apa? 

N: Tapi jangan marah yaaaa?

S: Iya, kenapa?

N: Kamu rencana nikah kapan?

S: (berfikir, sambil garuk2 kepala) Hmm, kok tiba2 nanya itu? Hayooo?

N: Hehe, nggak kok, cuma pengen tanya aja. Jawab dooong

S: Hmm, kapan ya? Target sih setelah lulus S1. Emang kenapa?

N: Nggak, tiba2 aku kepikiran aja.

S: Kepikiran apa N?

N: Aku pengen deh nikah di surga. Nikah sama salah satu sahabat Rasulullah yang berperang di jalan Allah, dan beliau syahid. Sementara beliau belum menikah selama hidupnya. 

S: …. (speechless)

N: Kok diem shab? Aneh ya?

S: Lho? Nggak kok. Tiba2 berfikir, bener juga ya. Hehe

N: Iya shab, pasti ada kan ya? Di antara 300 orang yang berjihad saat perang Badar, pasti ada kan ya yang belum nikah? Terus syahid di jalan Allah..

S: Iya ya, bener juga.. Beruntung banget ya bidadari surga yang menjadi istri Muhammad Fathi Farhat atau syuhada2 lainnya yang kontribusinya di jalan ini tak perlu dipertanyakan lagi..

N: Makanya Shab, aku pernah bercita-cita menikah di surga. Nggak perlu menikah di dunia juga nggak papa, aku ikhlash dan siap insya Allah..

S: … (Terdiam)

——————————————————————-

Sebuah kiriman indah dari seorang sahabat..

A: Shab, check inbox ya. Hehe

S: (Membuka inbox, melihat sebuah link yang tertera di sana. Segera kubuka dan kubaca dengan seksama)

http://pkspesanggrahan.blogspot.com/2012/01/indahnya-menikah-di-jalan-dakwah.html?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed:+partaikeadilansejahtera+%28Partai+Keadilan+Sejahtera%29

 

Subhanallah..

Menikah adalah pilihan
Pilihan dalam arti yang luas
Maka iman dan akal harus memainkan perannya
Jangan biarkan perasaan dan cinta mendominasi keputusannya

Menikah adalah pilihan
Sekaligus masa depan
Tempat harapan di azzamkan menjadi cita
Jangan biarkan mata tertipu kabut pesona keindahan paras sesaat

Menikah adalah pilihan
Sekaligus pertanggung jawaban
Ketika deklarasi akad di sahkan
Maka tak boleh kelak ada penyesalan
Apa lagi menyalahkan takdir

Karena menikah adalah pilihan, maka persiapkanlah..
Dengan sebaik-baik keimanan
Dengan sebaik-baik ketaqwaan
Agar kelak, Ia pilihkan yang terbaik, tuk temani arungi kehidupan abadi..
“Ada dua pilihan ketika bertemu cinta; jatuh cinta dan bangun cinta. Padamu, aku memilih yang kedua. Agar cinta kita menjadi istana, tinggi menggapai surga.”

 

#sekedar berbagi, semoga bermanfaat 🙂

Advertisements

One thought on “..menikah..

  1. subhanallah shabrina tulisannya bagus ^_^ syukron ya udh menginspirasi lewat tulisannya yg bermanfaat… sopa fansnya shab lho ., semoga shabrina bisa terus berkarya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s