Time to repair the roof is when the sun is shining..


“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)

Pada hakikatnya, setiap orang pasti mempunyai area mimpi yang berbeda-beda. Karena Allah memberi kesempatan pada setiap hamba-Nya untuk bermimpi. Seperti burung yang terbang di angkasa, mereka diberi kebebasan untuk mengepakkan sayap kemana pun mereka inginkan. Mereka terbang dengan bebas, menggunakan pundi-pundi udara sebagai asset menggapai mimpi. Juga seperti ikan di lautan luas. Mereka diberi kesempatan untuk mengarungi indahnya samudera rahmat Allah. Dengan insang yang Allah anugerahkan, mereka optimalkan untuk menyelami dalam kasih-Nya. Semua itu dilakukan untuk terus memaknai hakikat penciptaan..

Begitu juga dengan kita sahabat.. yang bahkan jauh lebih sempurna dari penciptaan mereka. Sebab Allah telah karuniakan akal untuk berfikir. Sebab Ia telah anugerahkan hati untuk merasa.. sebab Ia telah sempurnakan jasad kita untuk mengoptimalkan penghambaan pada-Nya..

Maka, ketika kau menyadari hakikat penyempurnaan penciptaanmu, tidakkah kau tergerak untuk segera membuat rencana? Rencana untuk berubah ke arah yang lebih baik. Rencana untuk mengukir sejarah kehidupan dengan mengoptimalkan segenap potensi yang Allah berikan. Rencana-rencana perubahan besar, hingga kau tak lagi berfikir tentang dirimu sendiri, tapi tentang ummat yang selama ini kau rindukan..

Kau tahu? Suatu saat, aku pernah takut untuk bermimpi. Sebab aku tahu, mimpi adalah suatu hal yang tak pasti. Ketika aku merencanakan mimpi, artinya aku telah menggantungkan harap yang tinggi. Maka jika aku tak mampu menggapai mimpi-mimpiku, aku yakin, kekecewaan lah yang akan menjadi penghujungnya. Namun, saat aku tersadar hakikat penciptaanku sebagai hamba, maka aku segera membuat rencana untuk melakukan perubahan-perubahan besar.

Saat aku pernah bermimpi untuk menjadi kafilah MTQ SMA, ternyata atas izin Allah, aku berhasil mewakili Jakarta Timur di tingkat provinsi dan meraih prestasi yang baik di sana. Ketika aku bermimpi menembus Olimpiade Sains Nasional bidang kimia tingkat SMA, ternyata Allah memperkenankan aku untuk berkumpul bersama siswa-siswi terbaik se-DKI Jakarta. Juga ketika aku menuliskan impian-impianku di sebuah karton besar yang kutempel di dinding kamar, Allah merealisasikannya jauh lebih tinggi daripada yang aku harapkan. Salah satunya adalah keinginanku untuk menjadi siswa terbanyak mendapat medali saat wisuda SMA, dan ternyata Allah memberikan jauh lebih banyak dari itu.. ia izinkan aku mengalungkan 2 medali prestasi akademik dan 2 medali prestasi non akademik, juga kesempatan untuk mewakili angkatan memberikan pidato perpisahan..

Ya, saat itulah aku merasakan betapa indah dan nikmatnya merangkai mimpi. Apalagi jika orientasi dari segala mimpi kita berpusat pada Allah Yang Satu. Terlebih, jika penghujung dari semua impian kita, adalah surga, ridha, dan wajah-Nya yang senantiasa dinanti..

Dan percayalah.. bahwa di setiap tapak perjuangan menggapai mimpi, Allah tak pernah berhenti menunjukkan ke-Mahakuasaan-Nya. Ia ajarkan bagaimana menerobos angin yang kencang. Ia tunjukkan bagaimana nikmatnya berikhtiar melewati rintangan. Ia perlihatkan kasih sayang-Nya yang begitu luas dan tak terbatas. Ia ajarkan pada kita hakikat penghambaan yang kaaffah..

Dan aku yakin, setiap kita pasti punya kisahnya masing-masing. Ketika kita merasa lelah memperjuangkan mimpi-mimpi kita, maka ketahuilah.. Ada mereka yang mungkin sudah berkali-kali terjatuh namun tak pernah lelah untuk bangkit. Ada mereka yang karena keterbatasan fisik, mereka tetap yakin dan optimis untuk bisa merangkai sejarah kehidupan terbaik. Juga mereka yang hingga kini mungkin sedang terseok-seok meraih mimpi, mempersembahkan yang terbaik yang dapat mereka lakukan..

Ketahuilah sahabat, Ia tak pernah menyia-nyiakan segala bentuk ikhtiar kita. Tak hanya itu, Ia juga tak pernah membiarkan kita terpuruk dalam suatu bentuk rintangan. Ia mudahkan saat kesulitan menghampiri, Ia kuatkan saat tubuh melemah.. Ia tegarkan saat lelah melanda raga..

Tidak cukupkah semua itu menjadi bukti akan rahmat-Nya yang tak terbatas?

Maka, jangan pernah berhenti untuk bermimpi. Karena kau akan merasakan banyak hal yang indah di setiap langkah perjuanganmu menggapai mimpi.

Dan ketahuilah, banyak hal besar di dunia ini yang berawal dari mimpi. Bersegera bangun dan kerjakan mulai dari hal yang paling memungkinkan. Menuntaskan hal-hal yang kecil akan membuat kita makin siap dengan yang lebih besar. Kita takkan pernah bisa mengerjakan hal yang lebih besar, jika yang kecil saja diabaikan. Sama halnya dengan masa depan. Banyak orang yang berada pada posisi mereka masing-masing sekarang, berawal dari mimpi di masa lalu. Melalui kerja keras yang tak kenal henti untuk mewujudkannya.

Oleh karenanya, apa lagi yang bisa membuat kita ragu untuk merangkai mimpi? Bukankah Hasan Al Banna pernah berkata bahwa kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin? Dan kenyataan hari esok adalah mimpi hari ini? Maka semoga.. setiap kita bisa terpacu untuk merealisasikannya mulai saat ini. Sehingga langkah yang kita tempuh mulai terarah. Hingga kita menemukan diri kita telah memberi manfaat sebanyak-banyaknya pada orang-orang di sekitar kita. Dan pada akhirnya, surga, ridha dan wajah-Nya akan menjadi hadiah terindah di penghujung perjuangan..

Time to repair the roof is when the sun is shining..

 

My Dreams:

Expert Researcher

Professional Entrepreneur

Tanoto Foundation 2012

PIMNAS 2012

Annida Nobel Prize 2012

International Conference on Biomedical Sciences 2012

Imagine Cup 2013

Prestative Student College 2013

Ganesha Prize 2013

Imperial College London 2014

World Health Organization 2025

And You? 🙂

 

“Allah merahasiakan masa depan; untuk menguji kita berprasangka terbaik, berencana terbaik, berupaya terbaik, bersyukur, dan bersabar..” (Salim A. Fillah)

“Kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin, dan mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok.” (Hasan Al Banna)

Allah swt. berfirman,

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, sungguh akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami.” (Al-Ankabut: 69)


Saat aku tersadar, betapa Ia dan cinta-Nya sangat besar untukku..

Maka, nikmat Tuhanku yang manakah yang akan kudustai (lagi)?

 

Kontrakan tercinta

Bandung, 20 Februari 2012

Advertisements

One thought on “Time to repair the roof is when the sun is shining..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s