mengenang secercah masa, menjalin kuat asa..


Mungkin tertatih diri ini berlari..
terkadang begitu lemah jiwa ini merangkai mimpi..
begitu sombong diri ini mendamba surga
tapi terlalu lemah pijakan raga dan terseok langkahnya

dan kini aku rindu..
rindu pada lelah yg menyerah kalah dalam semangat beramal yang tak kenal goyah
rindu pada air mata sesal kala kebaikan beramal terkalahkan urusan-urusan duniawi
rindu pada simbah peluh yang mengalir luruh membasahi langkah yang dengan paksa terus ku kayuh
rindu pada langkah kaki yang terengah berlari hanya untuk mengisi lingkaran-lingkaran kecil di masjid hijau menemui senyum-senyum yang begitu berarti
rindu pada syuro-syuro di setiap pergantian waktu, dengan durasi panjang, tetap dengan catatan keterlambatan 😛
rindu pada pekik takbir yang mengguncang singgasana suci arasy Allah tertinggi
rindu gelora jihadul lail dan tangis muhasabah pewarna dauroh tarqiyah
rindu sekaan tangis dan tulusnya tawa pewarna ukhuwah penuh cinta
rindu tugas baca, hafalan, tafsir, jaulah.. semua rangkaian pengikat iman
rindu pada nasihat kakak-kakak tingkat atas yang sedikit menyentil dan banyak menyindir
rindu pada senyum dan dukungan sahabat untuk sama2 berangkat menggapai kebaikan terdekat
1 rindu.. 2 rindu.. banyak rindu..

Jalan ini memang tidak bertabur bunga..
hanya hias kerikil dan duri yang ada..
namun tak jua mau jalan itu terganti..
karena ku yakin, semua kerinduan ini harganya tiada terperi..
meskipun ia dan mereka menawarkan dunia dan segala isinya..
tetap jalan dan keistiqomahan ini yang ku pinta..

entah setengah atau mungkin tak seperempatnya ku berjalan disana..
maaf bila masih banyak kecacatan dan kelemahan dalam gerak langkahnya..
dan kembali.. syair ini mengingatkan diri..
mengalun kuat, membersitkan gelora jihad..
akan jalinan kebaikan dan semangat perbaikan..

Kisah ini adalah sejarah kami
sekeping hati
segenggam harapan
seberkas mimpi
membelakangi isti’jal
memalingkan laghwi
dan sebab fikrah bergandengan
memeluk hangat dakwah ini

—kisah ini adalah romantika kami, dan tetaplah tunjuk satu bintang di atas cahaya-Nya yang abadi..

 

Advertisements

One thought on “mengenang secercah masa, menjalin kuat asa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s