mencintai lelah..


mencintai lelah.. betapa lelah sangat indah di waktu seperti ini.. membiaskan rindu di sepertiga malam-malam-Nya yang syahdu. rindu yang tak bertepi. rindu yang tak berpenghujung. rindu yang selalu memuncak di setiap waktu, yang mengantar diri untuk selalu ingin bertemu dengan-Nya..

mencintai lelah.. merubah setiap tetes peluh dan detik penatnya menjadi serpihan indah. hingga puncak keletihan menjelma rupa menjadi puncak kenikmatan dalam titik tertinggi parabola taqwa. menjadikan diri terus memperbaiki setiap khilafnya. memotivasi diri menjadi yang terbaik di hadapan-Nya.

mencintai lelah.. sebab ia yang membuatku butuh bercerita. bercerita tentang kisah-kisah kehidupan yang indah meski pahit. bercerita tentang badai yang tak henti menghalangi setiap tapak perjuangan. bercerita tentang rasa letih yang kian membelenggu hari..

agar keluhnya berhiaskan syukur. agar tangisnya tak membuat kufur. agar setelahnya tak menjadi futur. berharap ia yang senantiasa membuat kita tersungkur. pada sujud-sujud panjang mengharap ampunan Sang Ghafur..

mencintai lelah.. lelah yang menguatkan. lelah yang menjadikan diri berhusnudzan akan segala ketetapan-Nya. lelah yang memunculkan perasaan-perasaan optimis yang membangun. lelah yang tak kenal waktu menghampiri raga, mengingatkan akan syukur yang sering terlalaikan..

kini.. tidak lagi berharap ia lelah mengikuti setiap langkahku. kini.. tidak lagi berharap ia bosan membuntutiku. yang kuharap, aku bisa belajar mencintainya.. belajar memahami hakikatnya. bahwa lelah adalah tanda cinta-Nya. bahwa lelah adalah bentuk rahmat-Nya. bahwa lelah adalah implementasi kerinduan sang khaliq pada hamba-Nya..

ah, betapa Ia selalu punya cara :’) dan aku terkadang tak sadar betapa ia sangat cinta. betapa Ia Mahakuasa atas semua. betapa Ia tak pernah meninggalkan hamba-Nya. betapa Ia selalu ada di setiap kita membutuhkannya.

mencintai lelah.. dan akan terus mencintainya. hingga gelar radhiyallahu ‘anh menjadi penghujungnya. hingga surga dan segala isinya mampu membalas cintanya. hingga ia menjadi saksi perjuangan letihku di dunia. hingga aku benar-benar kembali ke dalam rengkuhan Pemiliknya.. 

dan.. bukankah setiap tetes air mata dan keringat yg akan menjadi saksi di hadapan-Nya? Maka hentikanlah keluh, dan senantiasalah basuh.. basuhi lelah dgn kalimat terindah.. “alhamdulillaah..”

 

—saat rasa lelah tak henti membelenggu hari, dan kerinduan menjadi titik puncaknya, maka biarlah.. biarlah Allah membalas segala penat yang dirasa..

Advertisements

4 thoughts on “mencintai lelah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s