sebuah catatan sederhana..



sebuah catatan sederhana pengikat iman yang ditulis saat mengemban amanah da’wah di sekolah. bersama saudara-saudara pilihan membangun keteguhan hati atas penempaan diri di tengah peliknya perjuangan..

semoga Allah senantiasa mengkaruniai rasa tuk berjuang, hingga jannah-Nya menjadi terminal akhir atas setiap lelah dan letih yang dirasa..

——————————————————————————————-

Pilihan itu memang tidak datang pada kita ketika kita menginginkannya. Karena Allah mengetahui bagaimana dan siapa yang dipilih-Nya untuk memainkan peran itu. Kitalah aktor atau aktris yang memainkan itu semua sesuai dengan skenario-Nya.

Ketika kita minta pada Allah sekuntum bunga yang segar, Allah memberikan kita sebuah kaktus berduri. Ketika kita meminta pada Allah kupu-kupu yang indah. Allah malah memberikan kita ulat yang berbulu. Itulah skenario Allah. Kadang kita tidak mengerti apa yang akan terjadi di balik semua peristiwa yang ada di sekitar kita. Tapi yakinlah.. Allah pasti mempunyai rencana lain di balik semua ini.

Tahukah kamu? Kaktus yang berduri itu kini telah menjadi kaktus yang tahan terhadap panas, tahan terhadap kekeringan. Dan tatkala waktu telah tiba, Allah memberikan bunga yang indah tumbuh di kaktus itu. Ulat yang Allah berikan tadi, tiba-tiba hilang. Berganti menjadi sebuah kepompong. Dan akhirnya kupu-kupu yang indah yang kita dambakan pun telah Allah berikan. Itulah skenario Allah. Dia tidak memberikan apa yang kita minta. Tapi Dia memberikan apa yang kita perlukan.

Semakin hari..kamu akan semakin mengerti hakikat da’wah ini. Lantas, sekarang yang kamu perlu perhatikan adalah pahamilah setiap langkah yang kamu tempuh. Dan lihatlah..disanalah tersimpan harmoni setiap kehidupan. Ada pelangi di setiap perjalanan. Dan pelangi itu diperuntukkan bagi orang-orang yang sabar dan ikhlas dalam menjalani penempaan.

Kita bukanlah sekelompok malaikat yang tidak pernah melakukan kesalahan. Kita adalah sekelompok manusia biasa yang pasti akan pernah melakukan kesalahan. Jangan selalu menyesali setiap kesalahan yang terjadi. Karena penyesalan hanya akan membebani hati. Meredam simfoni cinta illahi yang ditujukan untuk kita. Yang perlu kita lakukan adalah mencari benang merah..supaya kita dapat memperbaiki apa-apa yang telah lalu.

Dakwah adalah sebuah keharusan. Karena dakwah tidak butuh kita. Tapi kitalah yang butuh dakwah. Bukankah Allah sudah menyatakan dalam firman-Nya? “Masuklah kamu dalam islam secara kaffah..”

Lantas, apa yang ingin kamu hindari? Kita tidak bisa mengapung ataupun melayang jika ingin mencari mutiara di dasar laut. Tapi kita harus menenggelamkan diri kita di dasar laut itu. Karena mutiara itu tidak ada di permukaan, mutiara itu juga tidak ada di tengah-tengah. Mutiara itu tersimpan di dasar. Di dasar kedalaman hati kita.

Kita pasti akan segera menyadari, bahwa semua ini semata-mata adalah proses pendewasaan diri kita. Bukankah tanah liat sebelum menjadi sebuah guci yang indah harus ditempa dengan berbagai ujian? Bukankah sepotong bambu sebelum menjadi pipa air juga ditempa dengan berbagai peristiwa yang menyakitkan? Karena itu, bangkitlah..

Semuanya akan baik-baik saja. Karena Allah-lah sandaran kita. Berbahagialah menjadi seorang aktvis dakwah. Karena kita bisa mendekat kepada Allah ketika semua menjauh. Dan Allah adalah satu-satunya yang tak akan pernah berpaling darimu.

Ketika kekecewaan dakwah mendera jiwamu, Allah-lah satu-satunya Dzat yang tak mengecewakan dan tak pernah melukai perasaan. Dan ketika beban dakwah yang engkau pikul terasa berat, Allah-lah satu-satunya sandaran. Ketika sesak menghimpit, Allah-lah yang melapangkannya. Dan ketika lelah mendera, Allah-lah yang mengistirahatkan dalam shalat lailmu. (29:2) Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu akan diuji oleh Allah. Karena itu, persiapkan ruhiyah kita untuk menjawab ujian itu. Karena kita harus naik kelas dalam ujian ini. Jangan pernah menyerah, jangan pernah putus asa. Sesungguhnya Allah bersama langkah kita menuju jannah-Nya.

Hidup itu adalah sebuah pilihan. Semua orang berhak memilih jalannya masing-masing. Dan engkau telah memilih jalanmu disini. Karena itu, perkuat langkahmu. Jangan biarkan langkahmu goyah. Ketika kita diam, orang lain tak akan tau apa yang sedang kita alami. Ketika kita mulai goyah, berpeganglah pada tangan saudaramu. Dan jika mereka juga lengah dan jangkauan kita tidak sampai kepada mereka.. Maka sesungguhnya Allah-lah tempat kita mendekat. Tanamkan keikhlasan dan berpikirlah positif. Mungkin kita perlu banyak belajar akan setiap pengalaman ini. Bersabarlah..

 “Seorang mukmin boleh salah, boleh gagal, boleh tertimpa musibah. Tetapi dia tidak boleh kalah, menyerah pada kelemahannya, menyerah pada tantangan dan keterbatasannya. Dia harus tetap menembus gelap supaya dia bisa menjemput fajar. karena surga bukanlah kado yang dihadiahkan begitu saja.”

Ketika aku merasa tak mampu lagi memberikan perhatian padamu, aku yakin Allah mampu. Ketika aku merasa tak mampu lagi membantumu bertahan, aku yakin Allah mampu.. Ketika aku merasa tak mampu lagi menjadi tempatmu berkeluh kesah, aku yakin Allah mampu. Ya Robb..satu pintaku, ketika aku sudah tak mampu lagi menggenggam erat tangan saudariku, jangan pernah biarkan ia lepas dari genggaman-Mu..

Advertisements

One thought on “sebuah catatan sederhana..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s