Pembelajaran Hidup


jika perbuatan itu mudah, maka orang lain pasti sudah melakukannya.

jika kau mengekor langkah orang lain, kau akan kehilangan masalah-masalah yang sesungguhnya berharga jika kau pecahkan sendiri.

keistimewaan itu lahir dari persiapan, dedikasi, konsentrasi, dan kegigihan; jika kau kompromikan salah satunya, kau akan jadi orang kebanyakan.

(Novian Yudha Pratama)

Benar juga. Pikir saya saat membaca potongan kalimat tersebut di salah satu blog kakak tingkat saya.

Entah bagaimana mendefinisikannya, yang jelas, kalimat tadi berhasil membuat saya tersadar bahwa setiap apa yang kita perjuangkan, pasti akan ada rintangan yang menghadang. Karena sejatinya, indahnya perjuangan adalah saat kita berhasil melewati setiap sulitnya. Jika jalan yang kita pilih itu mudah, pasti sudah banyak orang yang menapakinya. Dan penghujungnya, tidak akan ada yang istimewa. Hanya goresan-goresan sejarah biasa.

Bukankah sesuatu yang besar itu dari usaha yang besar? Dan usaha yang besar berasal dari rintangan-rintangan yang besar? Aksi sama dengan reaksi. Begitulah yang Newton katakan dalam hukum ketiganya.

Dalam hal apapun. Sejatinya, ketika kita memiliki mimpi-mimpi yang hendak kita wujudkan, kita pasti akan menemukan sebuah stage bernama rintangan. Ibarat sebuah game, maka semakin tinggi levelnya, akan semakin besar rintangannya. Dan saat kita berhasil menggapai final, kita akan mendapatkan point yang lebih banyak di level yang lebih tinggi.

Begitulah. Semakin tinggi kualitas mimpi kita, maka akan semakin sulit menggapainya. Sebab rintangan yang akan kita temui pun agaknya akan semakin besar. Namun, point-point kebaikan yang kita dapatkan akan semakin banyak; pahala-pahala akhirat dan bertambahnya kebaikan. Sebuah hubungan linier positif, atau bahkan hubungan eksponensial.

Maka sungguh, saat belum satupun paper yang kita buat berhasil di-publish di jurnal internasional, atau saat ide dan gagasan kita tertolak di lomba-lomba yang kita ikuti, atau bahkan, saat aplikasi kita tak mampu menembus berbagai program internasional (read: summer school, international conference, etc), kita tak perlu khawatir.. kita hanya butuh berfikir positif. Bahwa Allah ingin kita lebih banyak belajar.. Ia ingin kita mengumpulkan point-point kebaikan yang lebih banyak hingga kita semakin mantap. Dan tentu saja, kita akan semakin siap dengan mimpi-mimpi yang lebih besar.

Terlalu sayang untuk kita menjiplak bagaimana cara orang lain menggapai mimpi. Karena saya sangat yakin, setiap kita pasti punya caranya masing-masing dalam menggapai mimpi. Dan menjadi suatu hal yang sangat mungkin bagi kita untuk mengukir sejarah baru di kehidupan kita, tentunya yang berbeda dengan orang lain. Maka itulah yang disebut istimewa.

Kesulitan-kesulitan yang kita temukan, insya Allah akan menjadi indah jika kita menjadi subjek yang mampu membuat resolusi pemecahan masalah praktis. Kita akan benar-benar mencoba, benar-benar meyakinkan diri kita; bahwa kita memang memiliki potensi untuk memecahkannya dengan cara yang berbeda, sesuai dengan kapasitas diri kita. Maka itulah yang disebut inovasi.

Masalah-masalah itulah yang akan membuat kita semakin dewasa. Merekalah yang akan membuat kita semakin siap dengan masalah-masalah yang lebih besar. Akan banyak pelajaran dan hikmah yang terlalu sayang kita lewatkan jika kita hanya terpaku pada pemecahan praktis yang pernah orang lain lakukan. Kita harus mencobanya terlebih dahulu; memahaminya, mendalaminya, maka kau akan segera menemukan banyak hal yang besar di dalamnya! Gagasan-gagasan perubahan!

Marilah kita belajar dari orang-orang bermata sipit di Negeri Sakura. Mereka sangat suka melihat bagaimana Amerika membuat berbagai permodelan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tapi tidak benar-benar menjiplaknya. Mereka mendalaminya sejak awal, benar-benar membuat mereka sendiri paham secara komprehensif tentang permodelan-permodelan itu. Alhasil, mereka berhasil membuat gagasan-gagasan baru yang bahkan lebih efisien, efektif, dan bernilai tinggi. Maka inilah yang disebut role modelling.

keistimewaan itu lahir dari persiapan, dedikasi, konsentrasi, dan kegigihan; jika kau kompromikan salah satunya, kau akan jadi orang kebanyakan. (NYP)

Tentu saja benar. Prepare adalah kuncinya. Mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Memastikan diri kita bahwa kita benar-benar akan siap dengan segala hal yang terjadi di kemudian hari; baik atau buruk.

Plan for the best, prepare for the worse.

Dedication. Istimewa lahir dari dedikasi yang tinggi. Maka pastikan, bahwa apapun yang kita lakukan di dunia, memiliki dampak terhadap lingkungan sekitar kita.

Concentration=Focus. Fokus pada mimpi-mimpi yang sudah direncanakan. Karena fokus melahirkan persistence. Kegigihan dan ketekunan menggapai mimpi. Tak mudah putus asa meski kegagalan di depan mata. Totalitas ikhtiar  menjadi temannya dalam berjuang.

Dan terakhir, ketika kita mampu mensinergikan keempat hal tersebut dengan baik, saya yakin kita tidak akan seperti orang kebanyakan. Outputnya akan luar biasa! Kita akan membuat mimpi kita menjadi mimpi banyak orang. Dan kita, akan membuat gagasan-gagasan luar biasa yang istimewa. Dan sebaliknya, jika kita sering membuat toleransi pada diri kita, bahkan dari mulai hal-hal yang kecil, saya yakin, outputnya pun akan ‘biasa saja’. Akan ada rasa tidak puas di dalamnya, sebab toleransi melahirkan kelambatan, kemalasan, dan pada akhirnya tidak akan maksimal.

Di atas itu semua, ada yang disebut niat. Niat yang melahirkan ridha. Sebuah amalan hati yang menentukan orientasi akhir dari amalan-amalan lainnya. Semoga, setiap amal yang kita lakukan adalah karena-Nya. Karena surga dan ridha-Nya semata. Sedang yang lainnya adalah bonus-bonus kebaikan yang menjadi nilai tambah, sehingga kita semakin semangat untuk menggapai Yang Tertinggi..

Bismillah, yuk dimulai dari sekarang 🙂

 

14 Mei 2012

Mengumpulkan hikmah yang terserak menjadi untaian kalimat pengingat diri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s