..menangis..


adalah hal yang sangat nikmat saat bisa menangis. sebab dengan menangis, akan membuat perasaan kita menjadi sedikit lebih lega. dengan menangis, setidaknya, dapat membuat yang terasa berat menjadi lebih ringan.

menangis, ia adalah tanda bahwa hati kita masih peka. peka terhadap apa yang terjadi pada diri kita secara personal dan yang terjadi pada lingkungan sekitar. ia merupakan indikasi hati yang sensitif. saat kita melakukan keburukan, maka hati yang peka akan segera merespon dalam bentuk kegelisahan dan kekhawatiran. selanjutnya sel saraf akan segera mendistribusikan sinyal ke otak, melanjutkan sinyal dan memberi arahan pada kelenjar lakrimale untuk mensekresi air mata. ini sunnatullah. prosesnya akan berjalan secara alamiah. tetapi dengan catatan bahwa kita ‘masih’ memiliki hati yang peka.

tapi sungguh, ini berbeda. sensitivitas yang over, empati yang terlalu berlebihan, kekhawatiran tak terdefinisi yang sering menghujam perasaan. mungkin singkatnya bisa disebut dengan hypersensitive.

aku tahu, aku memang sangat cengeng. apalagi untuk hal-hal yang sangat sepele. aku memang sering menangis, bahkan menangisi masalah-masalah yang sebetulnya sederhana. tapi beginilah adanya. perasaan terlalu sering mendominasi diri ketimbang akal dan logika. mudah tersentuh, terlalu empati, hingga mudah menangis.

mengatakan tidak pada orang lain, membuat kecewa, membuat yang lain marah, khawatir jika ada luka yang berbekas. ah, semua itu selalu bisa menjadi penyebabnya. pada akhirnya, air mata mengalir membentuk parit-parit kecil di wajah. menyisakan jejak alirannya.

selalu begitu. selalu saja. dan aku hampir tidak mengerti dengan diriku yang seperti itu.

sekarang, aku lebih banyak diam. jika tak suka, ya diam saja. jika tak sesuai, ya diam saja. jika tak sanggup memikulnya, ya diam saja. lalu pada akhirnya? menangis dalam kesendirian dan ketidakberdayaan..

begitulah. selalu begitu. mengapa? –tak tahu

rasanya aku ingin menjadi manusia kecil saja. merasa ingin menjadi manusia yang sederhana saja. menjadi bagian dari yang biasa. jika pun Ia berikanku kesempatan untuk menjadi bagian yang luar biasa, rasanya ingin disembunyikan saja. tak ingin banyak orang yang tahu. hanya ingin Ia dan diriku saja yang tahu.

ah ya Rabb.. aku lelah.. hati ini sudah terlalu lelah menanggungnya. cukupkan saja, dan kembalikan aku pada diriku yang dulu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s