random #2


sejak dulu, aku suka sekali menangis. menangis, walaupun tidak bisa menyelesaikan masalah, tapi setidaknya bisa membuatku lebih lega.

sejak dulu, aku lebih suka menyembunyikan apa yang (sebenarnya) aku rasakan ketimbang menunjukkannya pada orang lain. menurutku, tak penting untuk orang lain tahu bagaimana keadaanku saat itu. semua orang sibuk. semua orang punya aktivitasnya masing-masing. mana peduli mereka denganku. itu pikirku.

sejak dulu, aku sangat perasa. selalu memikirkan perasaan orang lain sebelum bertindak. dalam hal apapun. apakah akan menyakiti perasaanya, membuatnya kesal, atau bahkan membuatnya benci.

karena itu pula, terkadang aku sulit memaafkan orang lain. mereka yang tak bisa berifkir jernih sebelum berkata atau bertindak, yang pada akhirnya menyakiti perasaan orang lain. menurutku, itu tak adil. aku bahkan bisa sampai tidak jadi berkata atau bertindak hanya karena khawatir menyakiti perasaannya. padahal menurutku, itu bisa jadi bahan evaluasi untuk memperbaiki diri.

tapi bagaimana dengan ia, atau mereka? yang bahkan, tanpa berfikir panjang langsung saja berkata atau bertindak. padahal jelas sudah bahwa perkataan dan tindakannya tanpa alasan yang jelas. ah seandainya..

hmm.. kau pernah merasakan benci? menurutmu, bagaimana rasanya membenci dengan tulus? karena setauku, yang ada adalah mencintai dengan tulus, bukan membenci dengan tulus.

selama satu pekan terakhir, aku seringkali menangis karena memikirkan hal ini. sudah dua kali aku merasakan hal yang sama pada dua orang yang berbeda. menangis memikirkan apa sebenarnya nama perasaan ini. perasaan memuncak yang melahirkan senyum terdalam. yang pada akhirnya, aku menyebutnya “benci yang tulus”.

kau tau bagaimana rasanya? ia seperti mengalir begitu saja. lalu ia memuncak. benci. benci. benci. tak suka. tak bisa menerima. bingung. tak tahu bagaimana cara mengungkapkan ketidaksesuaian itu. tak tahu bagaimana menindak lanjuti apa yang bergejolak dalam hati. lalu pada akhirnya, hanya bisa menangis. benar-benar menangis.

tapi kau tahu? tangis yang pecah saat itu sungguh tangis yang berbeda. ada dua alasan. yang pertama, mempertanyakan pada diri sendiri mengapa seperti itu. seakan-akan hati berkata: “hey, ini bukan kamu. kamu kah ini? aku tidak percaya.”

alasan aneh kedua adalah menyalahkan diri sendiri. seolah-olah, hati ini bertanya: “kenapa kamu tak bilang? bilang saja kamu tak suka. bilang saja kamu tak mau. bilang saja kamu tidak suka disikapi seperti itu.”

ah, itu sudah dua kali aku alami selama sepekan terakhir. entahlah, tapi sejak dulu aku selalu memendam ketidaksukaanku pada sikap/tindakan orang lain. jika tak suka, ya diam saja. jika tak mampu, ya dilakukan saja. jika tak sanggup memikulnya, ya dikuat-kuatkan. jika semuanya memuncak, menangis adalah pilihan terbaiknya. tak suka bercerita. diam, dan diam.

begitu, selalu begitu. aku benci dengan diriku yang seperti ini. lelah menanggungnya. lelah memikulnya sendirian. tapi begitulah aku, selalu. selalu seperti itu. mungkin karena aku sulit percaya. ketika aku bisa bercerita, percayalah, itu bukan yang sebenarnya terjadi di dalam lautan hatiku. karena tentulah, hanya Allah yang tahu segala isi hati.

tapi aku suka. sebab pada akhirnya, kebencian yang tulus itu berbuah senyum. setelah menangis, tangisan itu membuatku semakin kuat. tangis yang melahirkan senyum. senyum yang semakin melebar. pada siapapun. senyum itu senantiasa merekah. terlihat ceria meski pahit. nampak bahagia meski sendu. terlihat kuat meski lemah.

pada intinya, aku suka. aku suka pada kebencian yang tulus yang melahirkan senyum terdalam. aku suka :’)

Advertisements

2 thoughts on “random #2

  1. mengapa kita ingin dibenci jika kita masih mempu untuk menjadi pribadi yang menyenangkan (untuk Allah tentunya)? dan biarkan manusia membenci asal Allah mencintai…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s