#refleksi 5 Muharram


wahai jiwa.. ada apakah gerangan?

adakah sesuatu yang membuatmu sulit menerima cahaya-Nya?

tidak samakah frekuensi fotosistem dalam hatimu dengan lambda cahaya-Nya?

 

wahai hati..

mengapa engkau tak mudah lagi tersentuh dengan ayat-ayat-Nya?

padahal jelas sudah dalam firman-Nya,

bahwa sebenar-benar mu’min adalah ia yang jika mengingat nama-Nya, akan bergetar hatinya

dan ia yang jika dibacakan ayat-ayat-Nya, bertambahlah keimanannya

 

wahai hati..

mengapa kekhusyu’an shalat semakin sulit dirasa? mengapa mengerjakannya terasa begitu berat?

bukankah keberuntungan adalah janji bagi mereka yang khusyu’ dalam shalatnya? (QS. Al Mukminun: 1-2)

 

mengapa seakan adzan adalah sebuah panggilan biasa?

bukankah adzan adalah panggilan cinta Sang Khaliq pada makhluq-Nya?

bukankah saat itu Ia sedang rindu ingin segera bertemu dengan hamba-Nya?

tidak sadarkah kau, bahwa shalat merupakan penghubung antara seorang hamba dengan Rabbnya?

jelas sudah sabda Rasul-Nya, bahwa apabila seorang hamba mengerjakan shalat, maka ia sedang bermunajah kepada Rabb-nya

 

wahai jiwa..

teringat permintaan Rasul pada Bilal,

untuk menghiburnya dengan shalat,

dan menyejukkan matanya dengan lantunan ayat-ayat al-quran dalam shalat

sebab shalat adalah sarana efektif untuk merelaksasi diri

menstimulus kerja kelenjar air mata untuk mengeluarkan sekretnya

 

wahai hati..

sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir

jika ia ditimpa kesusahan, maka ia berkeluh kesah

dan apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir

tetapi sungguh, Allah secara jelas membedakannya dengan orang-orang yang mengerjakan shalat

(Al-Ma’ârij [70] : 19-22)

 

wahai jiwa..

sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar

dan se­sung­guhnya mengingat Allah  dalam shalat adalah lebih besar keutamaannya dari ibadah lainnya

 

sungguh, jiwa..

hanya Allah yang paling mengetahui apa yang engkau kerjakan

(Al-Ankabut [29] :45)

 

wahai hati..

kembali teringat sabda Rasul-Nya

bahwa sebaik-baik amalan adalah shalat

amalan yang dapat mengantar diri pada keabadian surga

pada kenikmatan yang kekal

pada pertemuan istimewa seorang hamba dengan Rabbnya

 

maka apalagi yang kau ragukan?

jelas sudah dalam firman-Nya,

bahwa sabar dan shalat adalah penolong

pelipur hati yang resah dan gundah

penyegar jiwa yang kering dan gersang

pemulih raga yang lelah karena aktivitas-aktivitas da’wah

pengingat akal pada kematian yang mutlak dan pembalasan yang pasti

maka apalagi yang kau ragukan? –apalagi

 

wahai akal..

bagaimana dengan frekuensi berfikirmu terhadap ayat-ayat kauniyah-Nya?

sudahkah berdirimu, dudukmu, berbaringmu, adalah dalam rangka berfikir tentang penciptaan langit dan bumi?

layakkah gelar Ulil Albaab disandang olehmu?

berfikirlah..

berfikirlah hingga kau lelah..

berfikirlah hingga terus bertambah kecintaanmu pd-Nya..

hingga kecintaanmu pd-Nya mengalahkan segala kecintaan dunia

 

sabarlah, jiwa.. dan teruslah kuatkan kesabaranmu!

sibukkan, raga.. dan teruslah warnai hari-harimu dengan amalan kebaikan!

lembutkan, hati.. dan perkuatlah daya transmisimu terhadap cahaya cinta-Nya!

hingga suatu saat, perjumpaan dengan Rabbmu akan menjadi hadiah terindah yang tak terkirakan..

 

—————–

catatan sederhana, sebuah refleksi di malam ke-5 Muharram

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s