Bank Lingkungan Inovatif: Upaya Mewujudkan Desa Cikahuripan sebagai Desa Ramah Lingkungan melalui Pengelolaan Limbah yang Inovatif


Menurut pemaparan Global Issue (http://www.globalissues.org/) tahun 2012, isu lingkungan menjadi salah satu isu global yang hangat diperbincangkan oleh negara-negara di dunia. Berbagai upaya penyelamatan lingkungan terus dilakukan dalam rangka mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan (sustainable environment). Salah satu upaya yang menjadi fokus tersendiri adalah bagaimana mereduksi sampah secara signifikan dengan memanfaatkan teknologi tepat guna yang sudah ada. Hal ini mengingat peningkatan sampah terus mengalami kenaikan secara drastis dari waktu ke waktu dan memberikan dampak buruk pada berbagai aspek kehidupan, seperti kesehatan, lingkungan, pertanian, dan peternakan.

Indonesia merupakan salah satu dari sekian banyak negara yang turut berkontribusi dalam upaya penyelamatan lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan adanya program-program lingkungan yang dicanangkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup Indonesia seperti Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dalam perencanaan tata ruang, Menuju Indonesia Hijau, Adiwiyata, dan Pengelolaan Limbah B3. Keseluruhan program ini adalah sebagai bentuk mewujudkan indonesia yang ramah lingkungan dan tercapainya lingkungan yang berkelanjutan atau sustainable environment.

Dari serangkaian pemaparan di atas, saya menyadari bahwa isu lingkungan menjadi salah satu isu global yang akan terus berkembang dari waktu ke waktu. Isu ini tidak akan pernah berhenti sampai permasalahan lingkungan tersolusikan secara total -yang bahkan kita tidak mengetahui sampai kapan akan tercapai. Oleh karena itu, ide dan gagasan penyelamatan lingkungan bersifat penting dan perlu terus menerus dilakukan perbaikan (improvement), bahkan inovasi.

Bank Lingkungan Inovatif merupakan sebuah upaya penyelamatan lingkungan dengan cara mereduksi jumlah sampah yang ada di masyarakat. Program ini merupakan salah satu subprogram lingkungan dari program Desa Inovasi Mandiri (DIM) yang diinisiasi oleh tim lingkungan RCDC (Research and Community Development Center) regional Jawa Barat. RCDC (Research and Community Development Center) merupakan sebuah organisasi non-profit di bawah naungan MITI-Mahasiswa yang berfokus pada pengembangan potensi lokal sebuah komunitas masyarakat dari berbagai aspek, yaitu lingkungan, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. RCDC sendiri terdiri terdiri dari mahasiswa dari berbagai kampus dan disiplin ilmu yang merupakan gabungan dari mahasiswa ITB, UPI, dan UNPAD. Pada tanggal tanggal 7-8 April 2012 lalu, saya bersama rekan RCDC mengadakan launching program Desa Inovasi Mandiri yang bertempat di Kampung Manoko, Desa Cikahuripan, Lembang. Pembukaan program ini merupakan titik awal dari program community development based local wisdom mahasiswa dari berbagai kampus di Bandung, dimana program Desa Inovasi Mandiri ini akan dilaksanakan secara kontinyu dalam waktu 3 tahun ke depan.

Tujuan dari program Desa Inovasi Mandiri adalah menjadikan suatu model desa tingkat nasional, bahkan dapat menjadi referensi tingkat internasional, melalui pendekatan community development based local wisdom. Terdapat 6 profil yang hendak dicapai untuk menjadikan desa ini sebagai desa percontohan, yaitu kemandirian ekonomi dan keunggulan komoditi lokal melalui inovasi dan penerapan teknologi; keunggulan dalam taraf pendidikan masyarakat; eco-village dan zero waste technology; kemandirian energi berbasis sumber daya lokal (Green Energy); green and healthy living serta sentra tanaman herbal; dan eco-tourism. Beberapa program non-lingkungan yang telah dilaksanakan sampai saat ini adalah aktivasi PAUD, pembangunan Sentra Pengolahan Sayuran, pembangunan Sentra Pengolahan Susu Sapi yang Diversif dan Inovatif, pelatihan kesehatan dan pendidikan.

Latar belakang pemilihan Desa Cikahuripan sebagai starter objek community development adalah karena potensinya yang besar dalam hal sumber daya alam, di antaranya menjadi salah satu penyedia tanaman obat dan bahan baku produk olahan susu di berbagai perusahaan di Indonesia. Namun, di sisi lain, Desa Cikahuripan memiliki kelemahan dalam pengelolaan limbah masyarakat. Kondisi saat ini, Desa Cikahuripan belum memiliki sistem pengolahan limbah dan tempat pembuangan sementara. Akibatnya, setiap limbah yang dihasilkan langsung dibakar oleh masyarakat tanpa diolah terlebih dahulu.

Pak Sukmana, Kepala Desa Cikahuripan, menuturkan bahwa setiap rumah di desa ini menghasilkan 1-2 kg sampah perhari, sementara desa ini memiliki 3500 kepala keluarga. Jika diakumulasi, sampah yang dihasilkan adalah 3,5-7 aton perhari. Sehingga, untuk setiap bulannya, 105-210 ton sampah dihasilkan oleh masyarakat Cikahuripan. Melihat angka yang sangat signifikan dari jumlah sampah yang dihasilkan, jika terus dilakukan pembakaran, hal ini tentu akan menimbulkan berbagai dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Gas karbondioksida yang dihasilkan dari proses pembakaran dapat mencemari udara, sehingga jika dibiarkan begitu saja akan berdampak pada kesehatan warga. Gas ini secara tidak langsung juga dapat menurunkan kualitas sumber daya alam lokal, yakni produk pertanian dan peternakan.

Melihat permasalahan tersebut, sebagai kepala proyek lingkungan RCDC Jawa Barat, saya membuat rencana strategis tiga tahun yang direpresentasikan dalam bentuk program-program lingkungan. Program-program ini bertujuan untuk mewujudkan Desa Cikahuripan sebagai desa ramah lingkungan (Zero-Waste Village) yang dapat menjadi model desa tingkat nasional dan referensi internasional.

Salah satu program lingkungan yang menjadi fokus saat ini adalah Bank Lingkungan Inovatif. Bank Lingkungan Inovatif merupakan sebuah upaya penyelamatan lingkungan dengan cara mereduksi jumlah sampah yang ada di masyarakat. Seperti bank pada umumnya, Bank Lingkungan Inovatif akan mengkonversi sampah yang telah dipilah oleh masyarakat dengan uang yang dapat ditabung untuk kepentingan lain.

Poin inovatif yang ditekankan pada Bank Lingkungan ini adalah program-program yang menjadi kelanjutan dari Bank Lingkungan Inovatif, diantaranya Bank Lingkungan Keliling (Bankeling), Rumah Kreatif, dan Laboratorium Pengolahan Sampah. Bank Lingkungan Keliling (Bankeling) merupakan layanan pengangkutan sampah secara berkala dengan menggunakan motor modifikasi yang secara langsung menyentuh masyarakat. Rumah Kreatif merupakan pusat kegiatan pengolahan sampah anorganik menjadi produk kreatif yang memiliki nilai guna dan bernilai ekonomis. Laboratorium Pengolahan Sampah merupakan sentra pengolahan sampah organik menjadi pupuk, pakan ternak, biogas, dan produk inovatif lainnya. Dinamakan laboratorium karena dalam keberjalanannya diperlukan serangkaian penelitian untuk menguji kelayakan produk untuk digunakan dalam proses produksi skala industri. Seluruh program ini dilakukan untuk memfasilitasi dan mendampingi masyarakat Desa Cikahuripan untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan lingkungan.

Program Bank Lingkungan Inovatif sudah berjalan sejak bulan September 2012. Diawali dengan seminar mengenai bahaya sampah bagi kehidupan dan pentingnya pengolahan sampah, antusiasme warga yang sangat besar menjadi modal awal untuk menjalankan program tersebut. Pada tanggal 10 November 2012, saya bersama rekan RCDC mengadakan pelatihan pengolahan sampah anorganik menjadi produk kreatif yang dihadiri oleh 10 warga RW 04. Harapannya, kesepuluh warga ini dapat menjadi inisiator pengolahan sampah anorganik. Setelah pelatihan, diadakan sosialisasi dan brainstorming dengan warga setempat untuk kegiatan selanjutnya. Satu minggu setelahnya, yaitu pada tanggal 17 November 2012, dilakukan pembangunan gedung Bank Lingkungan Inovatif dan sosialisasi program ke masyarakat.

Rencana selanjutnya adalah pengadaan pelatihan pengolahan sampah organik, penyiapan infrastruktur Bank Lingkungan Inovatif, penyediaan tong sampah pada spot-spot tertentu di desa, dan pengadaan motor modifikasi untuk Bankeling. Selain itu, tidak menutup kemungkinan untuk melakukan penyediaan teknologi tepat guna sebagai support system pengolahan sampah, yaitu dengan cara membangun kerja sama dengan pemerintah setempat.

Dalam keberjalanannya, program Bank Lingkungan Inovatif ini akan dikolaborasikan dengan berbagai organisasi kemasyarakatan agar dapat dijalankan secara sustain dan komprehensif. Saya bersama tim lingkungan mempunyai capaian agar suatu saat para ibu di desa dapat menyekolahkan anak-anaknya di PAUD secara gratis, hanya dengan menyetor sampah yang telah dipilah. Dalam merealisasikan program-program tersebut, saya bersama rekan RCDC juga melibatkan karya dan hasil riset mahasiswa agar secara optimal dapat diimplementasikan di masyarakat, sehingga pada akhirnya akan memaksimalkan kebermanfaatan yang dihasilkan. Untuk mewujudkan kemandirian masyarakat, tentu saja dibutuhkan peran aktif dari masyarakat setempat. Oleh karenanya, dalam pelaksanaan program-program tersebut, saya bersama rekan RCDC bekerjasama secara aktif-partisipatif dengan LKM (Lembaga Kesejahteraan Masyarakat), Kelompok ibu PKK, pengurus PAUD, serta para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna. Peran kami adalah sebagai fasilitator, sedangkan warga sendiri yang akan menjadi penggerak utamanya.

Perlu diketahui bahwa program ini berhasil lolos seleksi Program Hibah Bina Desa yang diadakan oleh DIKTI pada tahun 2012 dengan dana hibah sebesar Rp. 37.500.000,00. Dengan membawa program ini, saya juga berkesempatan untuk mengikuti sebuah seminar internasional kerja sama ITB-Toyohashi University of Technology, yaitu International University Exchange Seminar pada tanggal 17-23 Oktober 2012 lalu, yang bertemakan Enganging Community Entrepreneurship Development. Saya bersama dengan tim lingkungan RCDC Jabar terus berusaha untuk mewujudkan Desa Cikahuripan sebagai desa ramah lingkungan yang dapat menjadi model desa tingkat nasional dan referensi Internasional. Artinya, Desa Cikahuripan dapat menjadi desa percontohan skala nasional dan menjadi acuan model desa yang ideal skala internasional.

Saya menyadari bahwa untuk mewujudkan kemandirian Indonesia tidak dapat dilakukan sendiri. Maka saya berharap, bahwa langkah kecil yang saya lakukan sebagai upaya membangun kemandirian Indonesia, memberikan dampak yang besar dan ber-“efek bola salju” dalam memunculkan gerakan-gerakan dengan semangat yang sama: Mewujudkan Kemandirian Indonesia!

“Dan katakanlah, bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin…“ (Q.S At-taubah: 105)

“To accomplish great things, we must not only act, but also dream; not only plan, but also believe.” (Anatole France)

-Mari Berkolaborasi Mewujudkan Indonesia Madani-

 

Ditulis dalam rangka mengikuti seleksi MITI Awards 2012.

Setelah lolos tahapan administrasi, peserta yang terseleksi diarahkan untuk membuat essay mengenai kontribusi apa yang akan dilakukan untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri.

Nah, panitia menyarankan saya untuk membagikan tulisan ini ke banyak orang agar terinspirasi untuk ikut serta secara kolektif membangun kemandirian Indonesia.

Doakan saya semoga bisa lolos ke tahapan selanjutnya 🙂

Advertisements

5 thoughts on “Bank Lingkungan Inovatif: Upaya Mewujudkan Desa Cikahuripan sebagai Desa Ramah Lingkungan melalui Pengelolaan Limbah yang Inovatif

  1. Assalamu’alaikum…
    Salam ukhuwah 🙂
    Ana Pujiati Sari dari Universitas Tadulako-Pau (SUlawesi Tengah)…

    COngrats buat anti yang lolos/masuk ke tahap nasional. Wah berarti untuk wilayah jawa udah diumumin ya?
    Ana juga ikut seleksi MA ini, tapi untuk wilayah sulawesi belum diumumin yang akan masuk ke tahap nasional.

    Oh iya, untuk seleksi selanjutnya(yang nasional), bakalan dilaksanakan dimana ya?
    SYukran. MOga kita dipertemukan 🙂
    Aamiin…
    Kunjungi blognya ane; http://www.pujiatisari.wordpress.com
    Wassalamu’alaikum…

    1. hehe, iyaaa, udah ditambah foto tuh 🙂 maunya gitu, tapi harus kemana lagi? hehe #ceritanyabingung
      doain ya pak bos, biar bisa lanjut ke tahapan selanjutnya, jadi bisa makin menginspirasi 😀

      1. coba ke kompas shab, jadi tiap selasa ada rubrik Kompas Kampus di Kompas, nah disitu bagian tentang liputan kampus dari mahasiswa.

        atau ane ada kontak di anak UIN yang udah masuk di Media Indonesia (MI), waktu itu IC (IMSS) diliput MI dia yang masukin. dia terbuka banget sama kegiatan2 adk buat di publis disana..

      2. wah tapi klo sepanjang itu emg bisa diterima den? tp boleh deh minta kontak yang bisa dihubungin 🙂

        oiyaaa, Alhamdulillah jadi perwakilan JABAJAKAL (Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat) ke nasional untuk tahun 2013, Den 🙂

        doanya yaaaaa 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s