PRESTASI: Sebuah Upaya Membuat Gebrakan Baru dalam Tataran Kampus


oleh: Shabrina Nida Al Husna
Mikrobiologi ITB 2010, @nidaalhusna

————————————————————–

Akhirnya, setelah sekian lama melalui masa dormansi yang cukup panjang, kita kembali pada rutinitas perkuliahan dengan segudang rencana-rencana besar yang siap diwujudkan. Mulai dari tekad perubahan ke arah yang lebih baik, komitmen mewujudkan tridharma perguruan tinggi, sampai pada capaian-capaian besar untuk beberapa tahun ke depan. Mungkin, bagi mahasiswa tingkat 1, semester ini adalah semester percobaan. Mulai menerka-nerka potensi, mencoba hal-hal baru, dan merasa terkaget-kaget dengan kenyataan yang jauh dari perkiraan awal. Bagi mahasiswa tingkat 2, semester ini adalah semester perbaikan. Setelah melalui masa TPB dengan nilai IP seadanya, jatuh bangun mengejar IP untuk masuk ke jurusan yang diminati, akhirnya, kini saatnya memperbaiki segala yang buruk yang telah terjadi di masa lampau melalui karya-karya nyata prestasi. Bagi mahasiswa tingkat 3, semester ini adalah semester akselerasi. Mengejar ketertinggalan selama dua tahun yang berlalu begitu saja. Mulai bermunculan jiwa-jiwa kompetisi yang telah lama terpendam. Lebih visioner memandang kehidupan.. Bagi mahasiswa tingkat 4, semester ini adalah semester penentuan. Masa-masa life plan decision. Mulai dari menenetukan topik TA yang tepat, mencari dosen pembimbing yang sesuai, sampai menyusun pendahuluan proposal penelitian. Apakah akan mengambil jalur fast track, memilih study/research exchange ke luar negeri, atau mengabdi lebih lama di kampus. Bagi mahasiswa tingkat 5, semester ini adalah semester yang (seharusnya) menjadi fokus perhatian, sebab masa-masa perkuliahan akan segera berakhir. Sudah saatnya mengaplikasikan ilmu yang didapat di kampus melalui berbagai gebrakan-gebrakan baru yang diciptakan. Semua itu dalam rangka menuai kebermanfaatan diri seluas-luasnya.

Berbicara tentang gebrakan baru, –yang seharusnya tidak mengenal pada tahun ke berapa kita kuliah sekarang- kita sebagai komponen bangsa yang bergelar ‘Maha” sebelum kata “Siswa”, sudah sepatutnya membuat gebrakan baru yang bisa menjadi bukti identitas. Gebrakan baru apakah yang dimaksud? Apakah sejenis tools yang digunakan tukang sampah untuk mengangkut sampah ke TPS? Oh tidak, itu gerobak -____-“ baiklah, kembali fokus. Gebrakan baru yang dimaksud adalah karya nyata atau bisa disingkat sebagai prestasi.

Mari kita mengulas sedikit mengenai makna prestasi itu sendiri. Menurut Prof. Dr. Nur Syam, M.Si, prestasi merupakan sebuah produk dari usaha. Prestasi akan hadir jika seseorang sudah melakukan serangkaian usaha untuk memperolehnya. Prestasi bisa merupakan capaian individu atau capaian bersama. Prestasi adalah buah dari kerja keras dan konsistensi. Sedangkan menurut A. Tabrani, prestasi adalah kemampuan nyata (actual ability) yang dicapai individu dari satu kegiatan atau usaha. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan dan sebagainya). Sedangkan menurut W.S Winkel, prestasi adalah bukti usaha yang telah dicapai. Dari beberapa pendapat di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa prestasi merupakan suatu hasil yang telah dicapai sebagai bukti usaha yang telah dilakukan oleh individu atau sekelompok orang tertentu.

Muhammad Yunus, seorang social-entrepreneur yang terkenal dengan buku-bukunya seperti  Building Social Business, Bank Kaum Miskin, dan sebagainya, dapat memperoleh hadiah Nobel pada tahun 2006 karena keinginan kuatnya untuk terus melakukan perubahan, kerja keras, konsistensi dan juga tanggungjawab. Melalui Grameen Bank, dia mampu menciptakan sebuah sistem microfinance yang menjadi tempat untuk memberikan modal bagi kaum ekonomi lemah.

Pun sama halnya dengan Nelson Mandela. Dia adalah pejuang kemanusiaan yang luar biasa. Di tengah rezim Apartheid, dia melakukan perjuangan tanpa kenal lelah. Dia lakukan penyadaran kepada warga kulit hitam mengenai hak dan kewajibannya dan dia berteriak nyaring menyampaikan argumen mengenai politik Apharteid yang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Dia keluar-masuk penjara, mengalami penganiayaan dan penderitaan. Namun pada akhirnya, ia bisa menghentikan system politik Apharteid kaum kulit putih dan menggantinya dengan system pemerintahan yang lebih demokratis.

Begitulah, prestasi adalah sebuah kebutuhan. Manusia memiliki kecenderungan berprestasi. Seperti yang telah dikemukakan oleh David Mc-Cleland dalam teori pembangunannya yang disebut sebagai teori kebutuhan berprestasi. David mengatakan bahwa manusia memiliki kebutuhan berprestasi yang disebut sebagai Need for Achievement atau disingkat N.Ach. Menurut teori ini, sesungguhnya manusia memiliki kebutuhan untuk berprestasi. Akan tetapi untuk berprestasi tersebut harus didukung oleh mentalitas dan dorongan yang kuat untuk memperolehnya. Menurut Mc-Cleland, yang dapat lebih men-drive seseorang untuk berprestasi adalah mentalitas yang kuat. Siapa yang memiliki mentalitas yang kuat, maka dialah yang akan lebih cepat mencapai prestasi.

Di kalangan mahasiswa, kita akan menemukan orang-orang sukses yang berhasil mengukir sejarah terbaik kehidupannya selama di kampus. Sebut saja, Tizar Kautsar Bijaksana, Raden Adjie Wicaksana, dan Hendra.

Tizar Kautsar Bijaksana, seorang mantan presiden KM ITB periode 2011-2012, ia bisa menunjukkan eksistensi dirinya tak hanya dalam tataran lembaga kemahasiswaan, tetapi juga prestasinya dalam bidang akademik. Pada tahun 2009, Tizar terpilih sebagai ketua delegasi ITB untuk Harvard National Model United Nations (HNMUN) di Boston, Amerika Serikat. Ajang HNMUN ini merupakan simulasi sidang Persatuan Bangsa-Bangsa yang terbesar dan tertua di dunia. Mahasiswa yang lahir di Bandung pada 25 Juli 1989 ini sukses mengusung visi Antusias, Satu, Inisiatif, dan Karya melalui misi-misi perubahan yang dilakukannya. Tizar juga berhasil menjadi Runner Up Ganesha Prize pada tahun 2010, sebuah penghargaan bagi mahasiswa berprestasi di ITB yang memiliki nilai indeks prestasi kumulatif yang baik serta aktif di berbagai kegiatan kemahasiswaan, baik dalam organisasi atau dalam riset keprofesian. Prestasinya dalam kelembagaan lengkap dengan pengalamannya menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Planologi Pangriptaloka ITB pada periode 2010-2011.

Raden Adjie Wicaksana, mahasiswa lulusan Teknik Industri ITB ini berhasil membuat gebrakan pergerakan community development berbasis riset menjadi salah satu gerakan kemahasiswaan kontemporer. Mahasiswa yang pernah menjadi kepala GAMAIS ITB periode 2010-2011 ini bertekad mewujudkan Indonesia yang madani melalui Desa Inovasi Mandiri. Adjie merupakan salah satu delegasi Indonesia untuk acara One Young World 2012 di Pittsburgh, Amerika Serikat pada tanggal 18-22 Oktober dan selected participant  Global Bussiness Summit 2012 di Vienna, Austria. Dengan Nuansa Indonesianya, ia pernah menjadi salah satu finalis PIMNAS kategori Kewirausahaan pada Juli 2012 kemarin. CEO and Founder dari Nuansa Indonesia ini juga menorehkan prestasi di ajang bergengsi INACRAFT 2012 dan berhasil mendapatkan penghargaan Inacraft award, Best Prize in Category: Wood.

Hendra, mahasiswa Teknik Kimia angkatan 2008 ini, berhasil keluar sebagai pemenang Ganbest (Ganesha Best Student) ITB pada tahun 2012. Hendra juga mengukir namanya sebagai juara III Mahasiswa Berprestasi (Mapres) tingkat nasional 2012. Mahasiswa yang pernah menjadi penjual donat di kampus ini berhasil meraih gelar Honorable Mention pada Harvard National Model United Nations 2012 beberapa bulan lalu, yang mengangkat topik Improving Indonesian Students’ Role in Poverty Alleviation.

Jelas bukan? Bahwa prestasi bahkan lebih dari sekedar keharusan, tapi ia adalah sebuah kebutuhan. Dengan berprestasi, sejarah akan mencatat kebaikan-kebaikan yang telah kita ukir di masa silam dan dapat menjadi pendorong yang kuat untuk capaian-capaian kita di masa mendatang.

Ada satu hal yang perlu diingat dalam memaknai prestasi itu sendiri. Jangan pernah sekali-kali mempersempit makna prestasi. Sebab prestasi itu sungguh luas. Menjadi presiden KM yang memiliki visi-misi besar, menjadi jajaran menteri yang hebat, menjadi seseorang yang bisa menggerakkan massa, yang membuat perubahan ke arah yang lebih baik, semua itu merupakan prestasi. Menjadi konseptor acara sehingga acaranya dapat sukses besar, itu juga prestasi. Menjadi ketua divisi sebuah event tertentu yang mampu mengatur bawahannya dengan baik, alias punya kemampuan manajerial yang baik, itu juga prestasi. Menjadi pemimpin yang punya skill komunikasi yang baik, sehingga didengar oleh komunitasnya, itu juga prestasi. Menjadi perwakilan himpunan di acara-acara berskala nasional bahkan internasional, itu juga prestasi. Meraih IP limit mendekati 4, ikut proyek dosen, menjadi asisten praktikum, itu juga prestasi. Mendapat beasiswa kuliah sehingga bisa kuliah gratis, itu juga prestasi. Bisa membangun bisnis sendiri, merintisnya sejak awal, kemudian bisnisnya bisa berkembang, sampai bisa menghasilkan omzet yang besar, itu juga prestasi. Mengikuti konferensi keilmuan tingkat nasional, bahkan internasional, itu juga prestasi. Menang kompetisi karya ilmiah, lomba essay, dan sebagainya, itu juga prestasi.

Jadi, apapun aktivitasnya, pastikan bahwa diri kita selalu dalam rangka mengukir prestasi. Jiwai aktivitas kebaikan apapun yang kita lakukan. Selalu pikirkan motivasi-motivasi besar kita. Kemudian sinergikan keduanya. Outputnya, tentu saja bisa men-drive diri kita untuk terus berprestasi. Ingatlah, saat kita hanya memikirkan diri kita sendiri, biasanya motivasi itu tidak bisa mem-push diri kita secara signifikan. Tapi, bukankah kita punya negara kita yang harus kita perbaiki, dan dunia yg harus kita kuasai? -segera, sesegera mungkin.

Oleh karenanya, apapun aktivitas yang kita lakukan, selama itu adalah sebuah kebaikan dan dengan cara-cara yang baik, harus terus melakukan yg terbaik. Benar-benar melakukan yang terbaik. Agar hasilnya adalah prestasi-prestasi nyata kita yang tercatat dalam sejarah peradaban di masa mendatang. Semangaaaaat 🙂

 

———————————

published by Koran Gamais ITB edisi September 2012 🙂

Advertisements

One thought on “PRESTASI: Sebuah Upaya Membuat Gebrakan Baru dalam Tataran Kampus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s