Edisi Liburan Produktif: Vacation Planning!


Dear all, gimana kabarnya? *basabasi

Pasti udah pada siap2 mau tidur ya? Jangan lupa sikat gigi dan wudhu dulu ya, lebih mantap kalau ditambah shalat witir 3 raka’at dan tilawah beberapa halaman. Bi idznillah, insya Allah tidur nyenyak (bukan kenyenyakan ya), dan nanti malem bisa bangun untuk shalat malem.

Ah, akhirnya, 4 hari liburan udah terlewat. Liburan super panjang kenaikan tingkat emang selalu ditunggu-tunggu. Dan liburan kali ini ada beberapa keistimewaan tersendiri. Beririsan dengan pertengahan bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan, juga 17 Agustus yang dekat dengan Iedul Fitri masih bagian dari liburan. Dan beberapa keistimewaan lainnya yang relatif terhadap setiap orang bagaimana menyikapi liburan kali ini. Nah, bahayanya, liburan panjang kadang bikin terlena. Yang terlintas di otak pas awal2 liburan biasanya begini, “ah, masih di awal-awal liburan, nyantai dulu lah ya” atau “Besok masih ada, besoknya lagi masih ada, masih ada besok2 deh” atau “istirahat dulu lah ya, kasian jiwa raga udah terforsir lama buat beraktivitas. istirahatin dulu lah!” Apalagi buat anak ITB, yang tagline kesehariannya adalah: ketika lupa adalah salah, tidur adalah penyesalan, dan ketiduran adalah dosa. Keliatan ya? Betapa mereka (?) begitu sengsara dengan kehidupan kampus -__-

Tapi pada akhirnya, kalau udah tinggal 2 hari yang nyisa, baru deh mencak-mencak. Banyak target yang nggak tercapai, nyesel karena nggak ngelakuin ini itu, banyak yang terlalaikan, dan banyak-banyak lainnya yang nggak kesampean. Baru deh berasa kalo liburannya pendek banget“.

Nah, bagi sebagian orang, termasuk saya, alasan “bijak sama diri sendiri” yang TERLALU BERLEBIHAN pas liburan bisa melenakan. Pada akhirnya jadi manjain diri sendiri. Terus jadi terbiasa dengan aktivitas yang gitu2 aja, eh malah jadi kebiasaan. Bahaya Bos!

Makanya banget (?), perencanaan liburan atau kalo bahasa kerennya, vacation planning tuh perlu banget. Dimana kita merencanakan matang-matang apa yang akan kita lakukan selama liburan sehingga ada peningkatan kapasitas pribadi sebagai output dari liburan kita.

Kalau saya sih, menganggap liburan sebagai sarana saya untuk belajar mengorganisasikan diri. Sejauh mana saya bisa mengatur diri sendiri, membuat capaian2 skala kecil, yang mungkin akan berdampak besar di hari-hari berikutnya. Ibaratnya, saya mau liat sejauh mana saya bisa jadi asisten diri saya sendiri. Dan layaknya sebuah organisasi, ada output yang menjadi capaian di akhir. Saya akan mulai dengan apa yang menjadi target/goal saya dari liburan tersebut.

Saya jadi ingat, baru-baru ini saya nyari aplikasi khusus di HP atau tab yang menyediakan fasilitas vacation planning, dan ternyata iPad punya aplikasi khusus nih buat perencanaan liburan. Bisa dicek ke website ini: https://itunes.apple.com/my/app/vacation-planner/id481664877?mt=8

Baiklah, sejatinya, kali ini saya ingin berbagi cerita. Ditemani pekatnya langit malam dan syahdunya hembusan angin (padahal nulisnya di kamar), saya mau sharing tentang bagaimana Islam memandang liburan, dan pentingnya perencanaan liburan (vacation planning) agar liburan kita terasa lebih produktif 🙂

Penasaran kaan? (apa sih Shab -_-) Nah makanya, yuk ikutin terus 😀

 

Liburan dalam Kacamata Islam

(disadur dari dakwatuna.com dengan banyak perubahan)

Sebetulnya, bagaimana sih Islam memandang liburan? Pernah ada pepatah (?) yang bilang, “Liburan tuh di Surga. Hidup ini perjuangan, dan istirahat yang sebenarnya cuma di Surga.” Nah lho, jadi gimana dong?

Begini teman2, Islam itu agama fitrah dan seimbang. Islam menganjurkan pemeluknya untuk bekerja  juga berlibur. Menyuruh untuk beribadah juga rahah atau refreshing.  Menggapai sukses tak hanya di dunia, tetapi juga di Akhirat.

Berlibur pada dasarnya adalah mengalihkan waktu dengan melaksanakan kegiatan  yang bertujuan rehat, atau menggunakan waktu dengan bersantai, terbebas dari  rutinitas keseharian, namun tetap bernilai ibadah dan bermanfaat. Tidak ada yang  sia-sia dalam setiap jenak-jenak kehidupan seorang muslim.

Jadi, bagaimana Islam memandang kegiatan yang tujuannya untuk refreshing, seperti berlibur ini? Allah swt. berfirman berkaitan dengan anjuran  untuk mengadakan perjalanan atau traveling di muka bumi sebagai salah satu contoh bentuk kegiatan berlibur:

“Katakanlah: “Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu  perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa.” (QS. An-Naml:96)

“Pada dasarnya tabiat manusia sebagaimana yang Allah swt. ciptakan, tidak  suka beban yang memberatkan, bosan dengan pekerjaan yang melelahkan, capek jika  semua kesempatan tersita untuk bekerja, lebih lagi pekerjaan yang membebani  jiwa, seperti amal ibadah. Karena kadang rasa bosan dan capek menyergap ke  relung jiwa, sehingga menyebabkan drop dan gagal. Manusia membutuhkan suasana  yang bisa merehatkan jiwanya, otaknya, dan fisiknya.” (Ushulud Dakwah, Dr. Abdul Muhaimin Abdus Salam Ath-Thahhan, Hal. 117)

Karena itu, Rasulullah saw. bersabda: “Hendaknya (wajib) bagi kalian  bekerja atau beramal yang tidak memberatkan. Demi Allah, sesungguhnya Allah  tidak akan pernah bosan sampai kalian sendiri merasa bosan.” HR. Muslim (Sahih Muslim, No 785)

Imam Abu Daud dalam kumpulan Marasilnya mengatakan: “Rehatkan jiwa kalian sesaat kemudian sesaat lagi.” (Al-Jami’ Ash-Shagir, karya Imam As-Suyuthi)

Imam An-Nawawi mengatakan: “Rehatkan jiwa kalian dari rutinitas ibadah,  dengan melakukan hal yang dibolehkan, yang tidak ada dosa tapi juga tidak  berpahala.” Sahabat Abu Darda’ ra. menyatakan: “Sungguh, saya me-refresh  jiwa saya dengan melakukan sebagian sendau-gurau atau permainan yang dibolehkan,  agar saya kembali giat dalam melaksanakan kebaikan.” Sedangkan Imam Ali ra.  berkata: “Rehatkan hati kalian, karena hati juga merasa bosan sebagaimana  jiwa kalian merasa capek dan bosan.” (Faidhul Qadir, Syarh Al-Jami’ Ash-Shagir, Jil. 4, Hal. 40 dengan diringkas)

Mari kita simak juga sabda Rasulullah saw. yang memperingatkan kepada kita  agar bersikap seimbang dan tidak memberatkan diri: “Sesungguhnya agama ini  mudah. Tiada orang yang memberatkan diri dalam urusan agama, kecuali ia akan  dikalahkan. Maka mudahkanlah, mendekatlah, bergembiralah, dan gunakan sebaik  mungkin waktu pagi, waktu sore dan sebagian waktu malam kalian -untuk  memperbanyak kebaikan-.” HR. Bukhari.

Nah, jadi liburan itu boleh bagi seorang muslim. Asalkan dia bisa memanfaatkan momen liburan itu dengan baik. Ada capaian, ada peningkatan kapasitas, ada perbanyakan pahala kebaikan di dalamnya. Seperti kenapa kita perlu merehatkan jiwa dari ibadah, ya agar setelah jiwa ini rehat bisa makin semangat untuk beribadah. Jadi makin semangat buat mengumpulkan pahala kebaikan. Sayang dong ya kalo liburan cuma kelewat begitu aja. Apalagi kalau pada akhirnya malah jadi banyak melakukan kelalaian. Nah, makanya, perlu banget adanya perencanaan sebelum liburan agar liburan kita menjadi lebih produktif.

 

Vacation Planning: Membuat Liburan Jadi Lebih Produktif!

Pada dasarnya, dalam merencanakan liburan, kita bisa berangkat dari dua hal, yaitu (1) output yang akan kita capai setelah liburan, dan (2) detil aktivitas yang akan kita lakukan pada saat liburan. Apa bedanya?

Bedanya, jika menggunakan metode (1), berarti kita berangkat dari capaian akhir yang kemudian di-breakdown menjadi aktivitas apa yang bisa mendukung pencapaian akhir. Sebagai contoh, saya mau setelah liburan saya nambah hafalan alquran 2 juz, dengan tetap mempertahankan hafalan sebelumnya. Nah, berarti saya harus menyusun strategi bagaimana caranya agar saat liburan saya tetep bisa nambah hafalan dan mengulang hafalan alquran saya.

Contoh lainnya, saya mau setelah liburan saya jadi lebih dekat sama masyarakat di sekitar rumah saya. Means saya harus ngatur strategi biar liburan saya bisa lebih banyak berinteraksi sama masyarakat sekitar. Misal, pas Ramadhan saya bareng temen-temen bikin acara ifthar bareng di masjid deket rumah, tapi misalnya sebelum ifthar dibikin acara buat anak-anak kecil, cem2 ngaji bareng. Atau mungkin ngadain pengajian bareng ibu-ibu ba’da tarawih. Ah pokoknya banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencapai target akhir tadi.

Jadi singkatnya, metode (1) itu mem-breakdown target menjadi aktivitas detail saat liburan.

Nah, kalau metode (2) biasanya digunakan kalau ada hal-hal yang sifatnya suddenly comes. Artinya, kegiatan liburan itu datangnya tiba-tiba, di luar target akhir yang kita tentukan di awal. Misal, sebelum liburan panjang, kita iseng-iseng apply untuk konferensi di luar negeri. Kan belum tau ya diterima atau nggak, pengumumannya pas udah masuk liburan misalnya. Nah, berarti kan kalau kita dikasih kesempatan untuk mengisi liburan dengan kegiatan itu, kita harus langsung membuat target capaian apa yang harus kita dapatkan dari kegiatan tersebut. Contohnya, setelah konferensi harus bisa dapet banyak jaringan temen2 di luar negeri minimal sekian orang, harus kenal budaya luar, atau misalnya skill komunikasi bahasa inggrisnya terimprove, dan lain sebagainya. Jadi kalau tiba-tiba ada kesempatan mengisi liburan yang diluar perencanaan, jangan dibiarkan lewat begitu saja. Harus ada parameter pencapaian. Rasakan deh, pasti jadi lebih produktif 🙂

Ini dia nih contoh kegiatan-kegiatan wah yang bisa jadi rujukan buat kamu mengisi liburan agar lebih produktif!

1. Baca Buku ber-Bahasa Internasional (non-Indonesia)

Selama ini, buku yang sering kita baca kan dalam bahasa Indonesia, ya? Nah, coba deh baca buku ber-bahasa inggris, atau bahasa yang lain. Biar selain nambah pengetahuan, kamu juga bisa belajar bahasa lain, contoh sederhananya bahasa inggris. Kalau saat kamu baca bukunya ada vocab yang nggak kamu tau, kamu bisa liat kamus. Kan nambah vocab juga tuh jadinya. Saya ada rekomendasi untuk baca buku ‘The Land of Five Towers’ nya A. Fuadi. Ini versi bahasa inggrisnya dari buku ‘Negeri 5 Menara’.

Ah iya, atau mungkin kamu mau coba baca Al-quran yang terjemahannya bahasa inggris? Jadi kamu bisa ngerasain gimana orang-orang barat memahami Al-quran menggunakan bahasa mereka 🙂 Jadi sedikit tertantang kan ya? Yuk dicoba 🙂

2. Nulis Artikel/Short Story dalam Bahasa Inggris

Nah, kalo kamu males baca buku, kamu bisa dong menuangkan ide-ide cerita kamu dalam cerita pendek? Tapi bedanya, nulisnya dalam bahasa inggris 🙂 Ayolah kamu pasti bisa. Dosen saya pernah bilang, “Kalau kamu ngelewatin suatu hal dengan mudah, berarti nggak ada peningkatan kapasitas di sana. Susah itu membuat kamu belajar, sehingga ada sesuatu yang ter-upgrade dari diri kamu.”

3. Buat Komunitas Menghafal Quran dan Hadist yang Beda!

Kamu juga bisa manfaatkan waktu dengan menghafal Quran dan Hadist. Tapi bedanya, kamu bikin menghafal quran dan hadist jadi lebih menyenangkan dalam suatu komunitas. Kamu ajak temen2 kamu buat gabung, terus bikin sistem menghafal quran dan hadist yang unik dan beda, sehingga semua bisa nyaman dan jadi lebih seru buat menghafal!

4. Kebaikan untuk Sekitar

Kamu mungkin tipe anak rumahan, ato anak kosan yang sibuk tugas kuliah yang sampe jarang bersapa2 dengan masyarakat, kamu bisa sekali2 menebar kebaikan ke masyarakat sekitar kamu. Pagi2 yang kamu jarang menyengajakan diri untuk jalan-jalan keliling kamu sempetin buat nyapa masyarakat. Sapa ibu-ibu yang kamu temuin, missal, “Pagi ibu? mau kepasar?” atau “Belanjaannya banyak gak bu? mau saya bantu bawa?” dan kebaikan2 lain yang sederhana yang bisa kamu lakukan buat sekitar. Menyingkirkan beling dari jalanan juga cara produktif buat ngisi liburan (berarti kamu menyusuri sepanjang jalan sambil nunduk kalo2 ada beling (._.) #eh)

5. Ikut Training/Konferensi/Seminar!

Liburan cuma mendem di rumah aja sih, biasa. Tapi liburan nambah pengetahuan dan jaringan yang ga biasa! Kalo saya sih tipe orang yang suka memanfaatkan kesempatan. Waktu saya dikabarin lolos seleksi untuk konferensi di Thailand (yang Alhamdulillah full-funded), saya langsung buat target apa yang harus dicapai setelah dari sana. Konferensi tentunya mikir kan, ada muatan2 yang kita dapatkan dari sana, tapi nggak ada salahnya dong kalo kita bisa perluas jaringan dan jadi sarana liburan? Nah, kayaknya perlu deh mikir gitu. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui lah!

6. Jalan-jalan ke Desa

Haha, ini mah karena saya punya desa binaan aja di Lembang. Siapa tau bisa menginspirasi. Pengen liburan, jalan-jalan, tapi isi dompet gak mendukung, mendingan jalan-jalan ke desa. Nikmatin pemandangan alam di desa, foto2 juga bisa lah ya. Iseng-iseng bisa mampir ke rumah salah satu penduduk. Bilang aja kita dari mahasiswa mana, pengen jalan-jalan aja, survey apa gitu misalnya. Siapa tau disuguhin sesuatu gitu sama pemilik rumah #eh

Oiya, saya pernah waktu SMA, rehat sejenak sama tmn2 SMA abis ujian nasional. Awalnya pada ngajak ke Dufan, tapi saya sih keberatan, soalnya Dufan malah bikin stress -_- jadi saya provokasiin untuk refreshing ala saya. Jalan-jalan keliling Jakarta naik Trans Jakarta. That’s it. Dan pada akhirnya, sebagian besar tmn saya jadi ngikut. Lumayan laah, refreshing yang murah tapi ga murahan! Haha

7.  Buat Start Up Bisnis, kenapa enggak?

Nah, ini dia nih yang beda. Buat kamu yang berjiwa entrepreneurship, kenapa ga coba untuk start up bisnis? Hihi 😀

 

Nah, mungkin itu aja yang bisa saya share ke temen2 semua *gettingsleepy* Intinya sih, liburan boleh lah, asal aktivitas yang dilakukan mendatangkan kebaikan. Dan yang terpenting, perencanaan sebelum liburan itu perlu. Biar liburan kita ga hanya kelewat gitu aja, tapi jadi bisa lebih produktif! ^___^

Selamat berproduktif ria, all 🙂 Ditunggu gebrakan-gebrakan barunya ya! 🙂

Advertisements

One thought on “Edisi Liburan Produktif: Vacation Planning!

  1. Alhamdulillah, nemu ulasan tentang liburan yang produktif .. keseringan saya bikin rencana2 sblm liburan macem2, tp kadang males berlebihannya datang dan sampe akhir liburan nggak ada hasil, hehe .. semoga setelah baca ini ada motivasi lagi untuk memulai rencana ..
    Salam kenal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s