No Need to Worry


“Shabrina, we need to talk. Kita ketemu hari senin pagi jam 9 ya. Tolong sms saya hari minggu untuk mengingatkan. No worries. Kita hanya perlu mencari jalan keluar.”

That’s all what he said.

Saya dipanggil dosen pembimbing Kerja Praktek saya senin besok. Saya harus bertemu dengan beliau.

Ah, setelah saya mendapatkan kabar ini, tentunya saya penasaran dengan apa yang akan terjadi senin besok. Apakah saya akan ‘menunda’ sesuatu yang sudah direncanakan di awal? Lalu saya harus siap untuk men-switch life plan saya? Atau saya akan ‘melanjutkan’, dan harus siap dengan semua konsekuensinya?

Maka pilihan-pilihan itu ada. Namun, waktu yang sempit untuk segera memutuskan yang membuat saya harus berfikir keras.

“What if..?”

“If I choose…., I will….”

Itulah yang saya pikirkan, rasakan, pertimbangkan, dan -kan -kan lainnya saat ini.

____________________________________________________________

Indeed,  those  who  have  said,  “Our  Lord  is Allah ”  and  then  remained  on  a  right  course  – the  angels  will  descend  upon  them,  [saying],  “Do  not  fear  and  do  not  grieve  but  receive good  tidings  of  Paradise,  which  you  were  promised. (QS. Fushshilat: 30)

“There is no need to worry,” He said.

Advertisements

One thought on “No Need to Worry

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s