Catatan Mahasiswa (almost) 3 tahun


Bismillah wa shalawati ‘ala Rasulillaah…

Alhamdulillaahi rabbil a’lamin… Segala puji dan kemuliaan kembali pada Zat Yang Maha Memberikan Kekuatan. Segala puji bagi-Nya yang memberdayakan di tengah kelemahan dan keletihan. Hanya syukur dan pujian yang pantas terlantunkan atas setiap butiran nikmat dari gulir detik ke detik nya yang mengagumkan…

Entah mengapa, malam ini mengantar jemari untuk kembali menuliskan guratan-guratan kuasa Allah. Setiap hari, jam, menit, hingga detiknya terus mengalirkan syukur. Syukur yang menambah kecintaan kepada-Nya, membuat diri ingin terus dekat dengan-Nya. Inilah kisah kehidupan hingga Allah mengizinkan diri ini bertransformasi dari satu tahap kehidupan ke tahap-tahap lainnya. Transformasi menuju insan yang (semoga) semakin bermanfaat seiring umur yang semakin berkurang..

Tahun ini adalah tahun yang cukup berat untuk saya. Lebih banyak kadar kepahitan, kesulitan, keletihan, dan kelelahan yang menemani, ketimbang kesenangan, keberhasilan, waktu luang, dan waktu bersantai. Benarlah, kesuksesan lahir dari kesulitan-kesulitan yang terakumulasi. Sebab kesulitan-kesulitan itulah yang mampu mengantar diri menuju tahap kedewasaan.

Sejatinya, malam ini saya ingin berbagi cerita tentang hal-hal yang membuat saya hah hih huh (read: ngos-ngosan) beberapa hari terakhir. Beberapa hal ini sukses membuat saya memutar balik otak, memeras hati, dan menghentikan detak jantung saya sejenak (lho? mati dong ya?). Yah, maksud saya, beberapa hal yang membuat saya stressed out.

Hal pertama yang berhasil menyita seluruh jiwa, raga (bahkan nyawa) saya adalah soal Kerja Praktek (KP). Inti permasalahannya adalah karena kecerobohan saya dalam memutuskan suatu perkara. Maka jadilah pelajaran yang sangat berharga bagi saya untuk lebih mempertimbangkan matang-matang sebelum memutuskan sesuatu.

Kerja Praktek, atau internship, di jurusan saya, Mikrobiologi, menjadi SKS wajib yang harus diambil oleh setiap mahasiswa. KP dilakukan bertujuan untuk memberikan gambaran pada mahasiswa bagaimana keterlibatannya di dalam suatu instansi atau perusahaan. Dalam hal ini instansi/perusahan tersebut tentunya berkorelasi dengan bidang studi mahasiswa yang bersangkutan.

Berikut ini hasil screen shoot saya untuk detail mata kuliah KP diambil dari ol.akademik.itb.ac.id.

KP

Kisah ini bermula di awal tahun 2013 (awal semester 6). Pada saat itu, saya merencanakan untuk ikut serta dalam sebuah ajang kompetisi skala internasional, yaitu IGEM 2013. Intinya, IGEM ini kompetisi mengenai synthetic biology, sebuah cabang ilmu di biologi yang berkaitan dengan rekayasa genetika. Objek yang dipakai berupa mikroorganisme. Proyek yang tim saya ajukan adalah Aflatoxin sensing bacteria. Rencananya kita mau merancang sebuah sensor system menggunakan bakteri, dalam hal ini Escherichia coli, yang bisa mendeteksi racun aflatoksin yang diproduksi oleh beberapa jenis jamur dari genus Aspergillus sp. pada makanan.

Setelah saya berdiskusi dengan tim saya, ternyata IGEM menyita cukup banyak waktu untuk mengerjakan proyeknya. Bahkan liburan kenaikan tingkat ini (sekitar Juni-Agustus). Padahal, di liburan kenaikan tingkat tahun ini adalah jadwal KP dilaksanakan. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk tidak mengambil SKS KP di semester 6.

Nah, seiring berjalannya waktu, saya mencoba apply untuk ikut program student exchange ke Jepang. Sebenarnya ini hanya memenuhi hasrat untuk go abroad. I just wanna fly!!

Akhir Mei kemarin (sekitar tanggal 23 Mei), saya mendapat kabar kalau saya lolos sebagai mahasiswa exchange di Kanazawa university. Alhamdulillah. Tapi, tidak lama sebelum hari pengumuman, saya dikabari soal keterlambatan timeline IGEM yang membuat lomba ini berakhir di bulan November tahun ini. Sementara, kalau saya menerima tawaran student exchange ke Jepang, saya harus berangkat Oktober tahun ini. Nah, di sini saya cukup bingung untuk memutuskan harus bagaimana. Yang pada akhirnya saya konsultasi dengan banyak pihak.

Setelah berdiskusi dengan orang tua, dosen wali, dan ketua program studi saya (cause, he is the one who gave me recommendation letter to join student exchange), diputuskanlah saya mundur dari IGEM. Oke, berarti saya bisa focus untuk mempersiapakan keberangkatan saya ke jepang.

Cerita lain, di akhir bulan April lalu, saya sempat mengikuti seleksi pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat ITB. Di antara persyaratan untuk mengikuti seleksi mapres, salah satunya adalah membuat karya tulis beserta resume dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Untuk seleksi tingkat ITB, kami diberi kesempatan untuk mempresentasikan paper kami in english di depan beberapa juri. Alhamdulillah, waktu itu saya lolos sebagai mapres tingkat fakultas dan finalis 12 besar se-ITB. Sayangnya saya tidak bisa masuk 3 besar mapres ITB. Tapi saya sangat bersyukur bisa berkumpul dengan teman2 mahasiswa terbaik di setiap fakultas. Di akhir acara pemilihan mapres, kami diundang oleh rektor ITB untuk ikut malam pengaugerahan mapres per fakultas di bulan September nanti. Kami juga diundang khusus untuk hadir di acara penyambutan mahasiswa baru tahun ini. Yap, seperti yang terjadi tiap tahun, 12 finalis mahasiswa berprestasi setiap fakultas akan dipanggil ke podium dengan disebutkan asal sekolah masing2 mapres fakultas. Tujuannya untuk menambah semangat adik2 juniornya agar mau berprestasi dan melejitkan potensi selama menjadi mahasiswa di ITB. Nah, itulah yang saya rasakan 3 tahun lalu, saya sangat terinspirasi dengan kakak2 mapres angkatan 2007. Dan yang membuat saya semakin semangat adalah saat saya tahu bahwa runner up nya adalah Presiden KM ITB tahun tersebut. Subhanallah >__<

Nah, ini dia beberapa dokumentasi yang tersimpan 🙂

IMG-20130504-00235

foto pertama saya tersebar di ITB -_-

IMG-20130504-00244

foto bersama setelah pengumuman pemenang 🙂

IMG-20130504-00240

*ups

untuk lebih lengkap, silahkan cek website ini: http://www.itb.ac.id/news/3908.xhtml :))

Di saat yang sama, saya melihat ada postingan menarik di Mading Online Nymphaea ITB tentang peluang mengikuti Summer Camp di Thailand. Kebetulan sekali saat itu temanya tentang Green Economy, berhubungan dengan karya tulis saya untuk seleksi mapres.  Setelah saya lihat detail acaranya, saya cukup tertarik. Ditambah lagi biaya akomodasi dan transportasinya yang full-funded oleh institusi yang menyelenggarakan. Saya cukup iseng waktu itu. Resume karya tulis mapres yang saya tulis dalam bahasa inggris, saya apply untuk konferensi ini. Di-mark up sedikit, terus kirim langsung deh ke sana. Ternyata bi idznillah, saya lolos sebagai selected participant dari Indonesia. Dan insya Allah saya akan berada di Thailand dari tanggal 18-27 Juni 2013 mendatang.

NIDA summer camp

screen shoot announcement of 2nd Nida Summer Camp

Saya berfikir sejenak untuk kembali menata ulang life plan saya. Sampai akhirnya terpikir bahwa saya belum mengurus Kerja Praktek. Padahal, saya harus berangkat ke Jepang di akhir September atau awal Oktober ini. Tentunya, konsekuensi saya mengikuti program exchange adalah keterlambatan kelulusan program sarjana saya. Pada akhirnya, saya mengusahakan untuk bisa mengerjakan Tugas Akhir (TA) di Jepang. Alhamdulillah, dosen saya sangat mendukung saya untuk mengerjakan TA di sana. Dan saya sudah mendapatkan pembimbing seorang professor yang ahli di bidang ilmu yang berkaitan dengan rencana Tugas Akhir saya, nama beliau Teruya-sensei. Pada akhirnya, saya memperkirakan saya bisa lulus sekitar bulan April/Juli tahun 2015. Permasalahannya adalah, kalau saya tidak mengambil KP secepatnya, atau saya menunda KP sampai saya balik lagi ke Indonesia, saya akan lulus lebih lama lagi dari waktu tersebut. Dan lagi, saya langsung berfikir keras bagaimana agar KP ini bisa dilaksanakan secepatnya.

Rata-rata waktu KP teman satu angkatan saya adalah di sekitar bulan Juni. Jadi, bisa dipastikan, di pertengahan bulan Juli sudah banyak yang menyelesaikan KP. Nah, mengingat saya harus ke Thailand tanggal 18-27 Juni, saya tidak bisa meletakkan KP di bulan Juni. Pertimbangan ini saya ambil karena saya juga diminta untuk menjadi panitia KKN Tematik ITB oleh Kepala Lembaga kemahasiswaan, Pak Brian. Jadi saya piker, di awal bulan juni saya bisa mengurus soal KKN Tematik ini. Pada akhirnya, saya meletakkan KP di awal Juli-awal Agustus. Cukup berat untuk memutuskan, karena waktu KP di bulan tersebut menyita Ramadhan saya T_T

Saya sempat diskusi dengan orang tua saya soal tempat KP. Ayah saya merekomendasikan saya untuk KP di sebuah institusi riset yang cukup terkenal di Indonesia, yaitu Lembaga Penelitian Eijkman. Lembaga Biologi Molekul Eijkman (disingkat Lembaga Eijkman) merupakan lembaga riset negeri dengan misi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dasar di bidang biologi molekular serta menerapkan pengetahuan tersebut untuk pemahaman, pengenalan, pencegahan, dan pengobatan penyakit pada manusia. Lembaga ini bertanggungjawab langsung kepada Menteri Negara Riset dan Teknologi RI. (source: website Eijkman) Lembaga penelitian ini adalah lembaga penelitian kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat untuk menangani beberapa permasalahan masyarakat Indonesia, seperti masalah kesehatan.

Eijkmaninst

tampak depan Eijkman Institute (source: google.com)

5169403310_f7c0ff65e6_b

tampak samping Eijkman institute (source: google.com)

Nama lembaga penelitian ini diambil dari nama direktur pertamanya, Christiaan Eijkman. Ia dikenal sebagai peraih penghargaan Nobel karena penelitiannya mengenai pengaruh vitamin terhadap beberapa penyakit manusia, terutama beri-beri. Sejak direvitalisasi pada tahun 1992 setelah ditutup pada tahun 1965, lembaga ini dipimpin pertama kali oleh Profesor Sangkot Marzuki sebagai Direktur hingga saat ini. Sedangkan Deputi Direktur saat ini dijabat oleh Prof. dr. Herawati Sudoyo, Ph.D. (source: Wikipedia.com)

Setelah saya dikenalkan, saya coba mencari tahu lebih banyak tentang lembaga ini, pada akhirnya saya tertarik untuk internship di lembaga penelitian ini. Sebenarnya, salah satu teman saya di Mikrobiologi ada yang sudah mengajukan aplikasi sejak awal, namun hingga saat itu belum dapat konfirmasi dari pihak Eijkman.

Akhirnya, saya langsung menemui dosen KP saya untuk membicarakan soal keinginan saya KP di Eijkman. Dosen KP saya sangat antusias dan mendukung saya saat mengetahui saya punya keinginan untuk KP di Eijkman. Ini karena beliau sempat bekerja di Eijkman cukup lama. Beliau langsung merekomendasikan saya untuk menemui HRD Eijkman yang juga merupakan lulusan SITH ITB, Bu Ferza Elita, atau dipanggil Bu Feta.

Setelah saya menyiapkan aplikasi yang dibutuhkan, saya langsung membuat janji dengan Bu Feta untuk bertemu langsung di Eijkman, sekalian lihat-lihat lab di sana. Hasil pertemuan saya dengan bu Feta, beliau sangat terbuka dan menerima saya untuk KP di Eijkman. Tapi.. beliau sempat khawatir kalau saja lab mikrobiologi penuh, mengingat banyak aplikan dari berbagai institusi. Waktu itu saya cukup deg-degan, karena saya hanya mengharapkan bisa KP di Eijkman. Hal ini karena tempatnya yang di Jakarta, jadi saya tidak perlu mengurus akomodasi atau apapun untuk KP. Selain itu, saya tetap bisa merasakan Ramadhan bersama keluarga tercinta ❤

Sewaktu saya berbincang dengan Bu Feta, beliau mengapresiasi academic record saya, dan menawarkan saya untuk ditempatkan di lab lain, yaitu lab Bioinformatika. Sebenarnya, Bioinformatika ini, cabang ilmu yang sedang popular di bidang biologi, karena menggunakan program/software informatika untuk analisis objek biologi skala molekuler. Namun, tidak banyak orang yang tertarik ke bidang ini, karena memang terbilang cukup sulit. Menurut saya, kesulitan inilah yang membuat saya tertantang untuk mempelajari bioinformatika. Bu Feta menilai saya unggul di beberapa mata kuliah yang berkorelasi dengan bidang studi ini. Beliau juga sempat menawarkan saya untuk lanjut kerja di Eijkman. Karena Eijkman sedang membutuhkan SDM di bidang tersebut, yang nantinya juga akan disekolahkan ke Perancis. Saat itu saya seperti dapat ilham. *terharu*

Nah, pada akhirnya, saya memutuskan untuk memilih lab mikrobologi sebagai prioritas utama, namun saya bilang jika kapasitasnya sudah overload, saya menyanggupi untuk ditempatkan di lab bioinformatika.

Dua minggu setelah saya mengajukan aplikasi, Bu Feta menghubungi saya dan memberitahu bahwa lab mikrobiologi sudah full. Lalu saya diminta untuk menghubungi kepala lab bioinformatika, Bapak Anto. Akhirnya saya menghubungi beliau dan mengutarakan keinginan saya untuk KP di lab bioinformatika.

Tidak lama kemudian, Pak Anto memberikan konfirmasi bahwa saya tidak bisa melalukan KP di awal juli-awal agustus, karena beliau berada ada proyek di Sanger Intitute sehingga harus berada di UK dari awal juni-11 juli 2013. Saya cukup bingung sampai akhirnya mencoba melobby beliau untuk bisa menerima saya. Beliau bilang, KP di Eijkman membutuhkan waktu minimal dua bulan untuk bisa menghasilkan laporan. Sementara waktu yang saya ajukan hanya sebulan, belum lagi soal waktu yang tidak match.  

Seiring berjalannya waktu, saya konsultasi dengan dosen KP saya soal waktu pengerjaan dan laporan KP. Dosen saya tidak mempermasalahkan waktu KP yang hanya sebulan. Waktu KP rata-rata memang sebulan, termasuk pada hari libur kerja dan libur nasional. Pada intinya, Beliau bilang bahwa KP hanya bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa mengenai dunia kerja. Jadi, laporan tidak harus terlalu scientific.

Akhirnya, setelah me-lobby Pak Anto, beliau menerima saya untuk KP di Eijkman sejak tanggal 15 Juli-15 Agustus. Beliau juga akan segera mengirimkan surat resmi yang menerangkan saya diterima untuk KP di Eijkman. Alhamdulillah, finally.  Walaupun mungkin kalau ada agenda silaturahim lanjutan setelah lebaran, saya tidak bisa ikut serta >____<

Setelah saya lega mendapatkan konfirmasi ini, permasalahan ternyata belum selesai. Saya mendapat kabar dari TU bahwa saya tidak bisa mengikuti KP karena saya belum mengambil SKS KP. Waktu itu saya cukup kaget. Ah, bagaimana bisa? ~.~ Akhirnya saya diskusi dengan dosen KP, dosen wali, sampai ke kaprodi saya soal KP ini. Ada beberapa perdebatan sengit antara mereka. Kaprodi saya menyuruh saya untuk mengambil KP di Semester Pendek, sementara dosen wali saya tidak mengizinkan. Kenapa? Karena nilai semester pendek harus keluar paling lambat tanggal 29 Juli 2013, sementara saat itu saya masih on going KP, dan baru selesai tanggal 15 Agustus. Oh Rabb..

Akhirnya, saya berdiskusi dengan dosen KP saya. Beliau mengajak saya untuk bertemu hari ini. Silahkan cek kisah ini. Alhamdulillah, saya bisa tetap KP di tanggal yang sudah ditentukan, dengan mengambil SKS KP di semester pendek. Walaupun nilai KP saya harus T (Tertunda) dulu. Karena nilai SP harus keluar paling lambat tanggal 29 Juli, sementara saya baru selesai KP tanggal 15 Agustus. Nilai T saya baru bisa diperbaiki Maret 2014. Anyway, Alhamdulillah permasalahan ini sudah beres :))

In short, beginilah timeline saya kedepannya:

2nd Nida Summer Camp: Thailand, 18-27 June

KKN Tematik ITB: 01-12 July 2013

Internship: Eijkman, 15 July-15 August

Microbiology International Excursion 2013: Thailand, 9-14 September 2013

Laporan KP selesai: mid of September 2013

Flight to Japan: Kanazawa Univ, end of September 2013

Ah, sejatinya saya merasa bersalah karena sudah merepotkan banyak pihak. Dari mulai dosen wali saya, dosen KP saya, kaprodi, bahkan sampai pihak TU juga ikut terlibat.

Big thanks buat Bu Endah, Kepala Bagian Akademik SITH, yang sudah merelakan waktunya untuk me-lobby Dirdik pusat ITB soal KP saya.

Super big thanks juga buat Pak Adi, Dosen Wali saya yang sangat super, yang sudah membantu saya berfikir matang2 dan mengarahkan saya harus seperti apa T___T

Honto niiii arigatoooooo buat Pak Wardono, Dosen Pembimbing KP saya, yang sudah memberikan banyak support, baik berupa nasihat, maupun semangat, termasuk membuat saya tidak panik, hoho.

Semoga Allah membalas semua kebaikan kaliaaan >_____<

__________________________________________________________________

Maka ketika engkau mengatakan “Waah.. enak ya bisa a, b, c, dan d..” yakinlah bahwa semua itu tidak lahir dan datang sendiri, pasti itu merupakan buah dari ikhtiar yang telah dijalani. Karena kau tidak menyaksikan keletihan dan kepayahan mereka, kau tidak merasakan beratnya usaha dan ujian yang menerpa. Yang kau lihat hanya hasil di penghujung akhir. Maka tanamkan konsekuensi bahwa dirimu pun harus terus berlari mengejar mimpi. Sesekali terjatuh, terseok, perih, janganlah engkau sesali. Teruslah meminta pada Dzat Yang Maha Tinggi, hingga keridhaan-Nya yang akan selalu menemani hari..

Sekecil apa pun kerikil yang kamu temui hari ini, bersyukurlah dan jalanilah dengan ikhlas sepenuh hati. Berbaik sangkalah atas ketetapan Ilahi. Hingga ia menunjukkan kebesaran-Nya atas kepasrahan diri. Janganlah menyerah sebelum bendera hasil akhir dikibarkan, karena jika Allah telah berkehendak, Ia akan menjadikan yang tidak mungkin menjadi mungkin. Ialah yang membangun asa menjadi nyata. Maka dekatilah Ia, pintalah pada-Nya, dan warnailah semua dengan taqwa..

__________________________________________________________________

Actually, this is not the end of the story. It’s just a beginning.

Allah, again and again, thank You for everything happened.

Advertisements

2 thoughts on “Catatan Mahasiswa (almost) 3 tahun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s