Edisi Liburan Produktif: Internship di Eijkman!


Bismillah, segala puji bagi Allah yang masih mempertemukan saya dengan malam ini. Meski bulan masih malu untuk menunjukkan rupanya, dan bintang enggan menampakkan cahaya cintanya, Allah masih berikan berjuta kenikmatan untuk terus disyukuri. Alhamdulillah.. segala pujian mutlak milik-Nya, yang masih memberikan kesempatan bagi saya untuk menuliskan kisah kehidupan, untuk selalu berbagi inspirasi, agar terus bertambah rasa cinta kepada-Nya.

Malam ini, saya ingin sedikit membocorkan rahasia pribadi saya. Beberapa hari yang lalu, saya berhasil menyelesaikan menonton sebuah dorama Jepang. Dorama ini berkisah tentang seorang lulusan SD yang berhasil merintis sebuah perusahaan di bidang informatika yang sukses menjadi perusahaan unggul di Jepang. Judul dorama ini Rich man, poor woman. Nama tokoh utamanya Toru Hyuga. Kisah ini seperti mengulas balik perjuangan Steve Jobs, seorang entrepreneur sekaligus inventor dari Amerika yang dikenal sebagai co-Founder, chairman, sekaligus CEO dari Apple Inc. Melalui proyek personal computer revolution, dia berhasil melejitkan karirnya di bidang perkomputeran dan elektronika di dunia.

Toru Hyuga dengan kecerdasannya yang tinggi, digambarkan memiliki kekurangan dalam hal memorizing something. Ia kesulitan mengingat hal-hal yang ada di lingkungannya, termasuk nama-nama karyawan di perusahaannya. Hingga berbagai cara dilakukan oleh karyawan-karyawannya untuk membuat Hyuga bisa mengingat mereka.

Toru Hyuga melalui dorama ini dikisahkan sebagai sesosok laki-laki yang mandiri karena ia ditinggal ibu dan ayahnya sewaktu kecil. Ia merintis kariernya dari basement sebuah universitas di jepang bersama dengan sahabatnya, Kosuke Asahina. Perusahaan yang dirintis mereka berdua dinamai Next Innovation. Pada dorama tersebut dikisahkan bahwa Next Innovation adalah tempat di mana mereka bisa membuat suatu hal yang baru, yang bisa memudahkan aktivitas banyak orang, membuat gebrakan-gebrakan baru yang sensasional. Hyuga memberlakukan system kerja yang nyaman, santai, dan unik untuk seluruh karyawannya.

Perjalanan merintis karier Hyuga bersama dengan sahabatnya dikisahkan penuh gejolak-gejolak cerita. Bahkan ia pernah dikhianati oleh sahabatnya sendiri, Asahina, karena suatu saat Asahina menyadari perannya di perusahaan yang dirintis, hanya sebagai second person.

ini foto Toru Hyuga dan Kosuke Asahina di dinding Next Innovation saat permulaan merintis perusahaan 🙂

next inov

source: google.com

Menurut saya, cerita ini sangat menarik, dan very recommended untuk ditonton. Semangat yang tinggi untuk bangkit dari keterpurukan dari seorang Hyuga mengajarkan saya untuk terus optimis melihat masalah yang ada. Bahwa masalah ada untuk dihadapi, bukan untuk diratapi. Hyuga juga mengajarkan saya banyak hal. Semua yang dia lakukan seolah-olah mengatakan bahwa, everything you can imagine is real. Bahwa apa yang kamu imajinasikan, selama itu sebuah kebaikan dan untuk kebaikan banyak orang, yakinlah bahwa itu nyata. Akan terjadi. Dengan izin Allah tentunya 🙂

Nah, seperti dorama Jepang lainnya, cinta menjadi bumbu perjuangan. Seorang wanita lulusan jurusan Farmasi dari Tokyo University (Todai), Natsui Makoto, yang memiliki keunggulan menghafal segala hal dalam waktu yang relatif singkat, masuk dalam kehidupan Hyuga. Kisah mereka cukup rumit. Pada intinya, Makoto selalu men-support Hyuga, meski saat Hyuga sedang jatuh dalam keterpurukan. Di sini saya menyadari betapa peran perempuan (dalam hal ini ketika dia jadi seorang istri) menjadi penting ketika kondisi pasangan hidupnya sedang jatuh. Dukungan moril seorang istri menjadi sangat berpengaruh untuk kesuksesan suami 🙂 *ups* Kecerdasaan perempuan secara intelektual, dan dalam hal pengelolaan emosi, menjadi bagian yang harus diperhatikan. yuk perempuan 🙂

Sejatinya, yang hendak saya angkat dari cerita ini adalah betapa ilmu informatika sangat luar biasaaa!!! Saya jadi ingat pada percakapan Hyuga dan Makoto sewaktu Makoto hendak ke Amerika sebagai salah satu utusan perusahaannya untuk presentasi paper ilmiah di sana.

“You don’t understand what I do with my job. I can reduce any distance to nil.”

Huwooo, saya terkagum2 dengan statement Hyuga. He certainly said those things confidently.

so, is that what an informatics engineer really thinks about?

Di dorama Rich man poor woman ini, juga diperlihatkan teknologi-teknologi super canggih. Sewaktu Hyuga menyusul Makoto ke Amerika, dia menggunakan fitur translate bahasa otomatis yang dia buat di HP nya. Jadi disini kondisi Hyuga tidak bisa berkomunikasi dalam bahasa inggris dengan fasih, jadi dia merekam suaranya lewat HP, kemudian secara otomatis bisa dikonversi menjadi bahasa inggris. How can?! Di kisah ini juga diceritakan bahwa Hyuga bisa buat aplikasi semacam Skype, jadi Hyuga dan Makoto bisa tetap berinteraksi walaupun long distant relationship.

Nah, ini dia foto mereka berdua 🙂

tumblr_m9e90l4mpN1rece2ko1_1280

(source: google.com)

Ah, sebenarnya, saya sudah terkagum-kagum dengan ilmu informatika sejak lama. Saya bingung aja gimana orang-orang itu bisa buat game? saya penasaran aja gimana cara mereka bisa bikin aplikasi facebook, twitter, instagram, dan lain sebagainya? Dan kenapa juga mereka bisa bikin aplikasi WhatsApp, Line, dan lain-lainnya? Aih, keren deh :’) mereka benar-benar bisa membuktikan bahwa everything you can imagine is real.

Dulu, sewaktu SMA, saya punya seorang kakak kelas yang menjadi inspirasi bagi saya. Nama beliau Dewi Nur Aisyah. Kak Dewi ini sempat kuliah di FKM UI dengan mengambil konsentrasi Epidemiologi. Sekarang beliau sedang mengambil master degree nya di Imperial College London, UK. Sewaktu saya SMA, saya diceritakan bahwa beliau sempat memenangkan sebuah kompetisi internasional di bidang informatika. Mungkin kalian pernah tahu Imagine Cup? Annual Competition yang diadakan oleh Microsoft yang setiap tahunnya berganti-ganti tuan rumah. Parahnya, World Champion tahun 2010 di NYC keren banget!! Silahkan cek link ini. Tapi jangan kaget ya, super banget!!!

Nah, waktu itu saya cukup bingung, kenapa anak FKM bisa ikut kompetisi seperti itu? menang pula. Karena rasa ingin tahu saya yang cukup besar, jadilah saya mencari tahu lebih dalam mengenai kompetisi ini. Ternyata! Ilmu informatika benar-benar bisa masuk ke semua keilmuan, dan berpengaruh cukup signifikan terhadap perkembangan bidang keilmuan lainnya. Akhirnya selama saya di ITB, saya tidak henti-hentinya untuk menyemangati teman2 saya dari program studi informatika untuk ikut terlibat dalam kompetisi bergengsi di skala internasional ini.

Baiklah, karena saya sudah mulai mengantuk, so let’s get to the point. Pada intinya, saya sangat kagum dengan keilmuan ini. Ilmu yang bisa menjadikan yang jauh menjadi dekat, yang susah menjadi mudah, yang ribet menjadi simple, yang tidak mungkin menjadi mungkin, dan bahkan yang sejak awal tidak terpikirkan menjadi ADA!

Lalu, apa kaitannya dengan liburan saya? pun dengan internship saya?

Nah, karena kecintaan yang mendalam terhadap keilmuan ini, saya sangat sangat senang sewaktu saya melihat list mata kuliah mikrobiologi di awal semester 5. Di sana tertera mata kuliah BIOINFORMATIKA! Kalian tahu? Selama saya mengikuti kuliah bioinformatika, saya selalu terkagum-kagum (bahkan sampai sering senyum-senyum sendiri), karena saya merasa keilmuan ini sangat super! Keilmuan inilah yang membuat klasifikasi makhluk hidup semakin mudah, pun dengan analisis suatu mikroorganisme hingga ke tingkat molekuler. Metabolic pathway, phylogenetic tree, and everythings.. Semua terungkap lewat program-program bioinformatika.. Ah, how can??? T_______T *stressmikir

Sayangnya, hanya segelintir orang yang bisa melihat betapa cabang ilmu biologi ini sangat keren. Mungkin bisa dibilang hanya 1-2 orang di kelas saya yang selalu semangat dan selalu ‘melek’ selama mata kuliah ini berlangsung.

Dan sayangnya juga, cabang ilmu ini termasuk cabang ilmu yang cukup sulit untuk dipelajari. so, kalau dari hati aja nggak klop, sepertinya susah untuk bisa memahami dengan mudah.

Alhamdulillah, berkat kerja keras saya, dan tentunya yang utama adalah pertolongan Allah, saya bisa mendapatkan nilai A untuk mata kuliah ini 🙂 Alhamdulillaaah..

Yap! sekali lagi, jadi apa korelasinya dengan liburan dan internship saya?

Jadi, mata kuliah inilah yang mengantarkan saya untuk bisa internship (Kerja Praktek) di Eijkman Institute, Jakarta. Alhamdulillah, saya ditempatkan di Lab Bioinformatika untuk belajar lebih dalam mengenai cabang ilmu ini selama 1 bulan, sejak tanggal 15 Juli-15 Agustus 2013. Rasa syukur yang sangat, hampir sulit terungkap sewaktu saya diberi konfirmasi bahwa saya diterima KP di sana, terlebih saat saya tahu bahwa saya ditempatkan di Lab Bioinformatika. Ini sesuai dengan hasil diskusi saya dengan Bu Feta, Kepala HRD Eijkman Institute. Waktu itu, beliau bilang, “wah, nilai kamu bagus ya di mata kuliah biostatistika dan bioinformatika. padahal banyak orang yang sulit mempelajari ini lho. gimana kalau kamu saya tempatkan di lab bioinformatika?”

Huwoooo, waktu itu saya kaget!

Alhamdulillah,  setelah saya menghubungi kepala Lab nya, yang sekaligus akan menjadi pembimbing KP saya selama di sana, Pak Hidayat Trimarsanto, saya bisa KP di sana. Finally I can get involved in this field (again)!!!

So, inilah beberapa software bionformatika yang harus saya pelajari sebelum saya internship di Eijkman:

MrBayes

BEAST

MUSCLE

Okaaay, let’s learn more!!

Yosh!! Ganbarimasu!!!

Advertisements

7 thoughts on “Edisi Liburan Produktif: Internship di Eijkman!

  1. Halo Mbak, saya sekarang lagi kuliah tahun pertama. Saya pengen internship di Eijkman Institute, kira-kira bisa langsung menghubungi Kepala Laboratoriumnya gak?

    Btw, kalo mau kuliah lagi khusus di bidang Bio Informatics di kampus saya jurusan itu loh mbak, hehehe. Nama kampusnya Indonesia International Institute for Life Sciences (i3l.ac.id)

    1. Hai Tania, kebetulan waktu itu saya rekomendasi langsung dari dosen saya dan lab bioinformatik tidak dibuka untuk intern lagi karena hanya support lab2 yg lain.
      Terima kasih infonya ttg lanjut studi ^^ nanti saya sampaikan ke teman2 di ITB.

  2. Halo Mbak, saya Sekarang sedang kuliah tentang Bioinformatika juga. Kira-kira bagaimana bisa masuk atau bekerja di Eijkman Institute ini ya? Jujur ga banyak lapangan kerja mengenai bioinformatika, jadi saya antusias ada Eijman Institute. Terimakasih 🙂

    1. Klo terkait lab bioinformatika, di Eijkman, saat ini hanya lab support saja, jadi tidak bisa intern lagi. Kalau job offering saya belum tau, mungkin bisa kontak ke bu Ferza Elita, kontak emailnya saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s