Penghujung Ramadhan 1434 H


Kini, bulan tak lagi tampak di pekatnya langit malam,

Kumandang takbir terserukan di seluruh antero jagad membesarkan nama-Nya,

Meja-meja tamu telah dipenuhi berbagai makanan kering untuk menyambung silaturahim esok hari,

Kostum terbaik telah dipersiapkan tuk menyambut hari yang fitri

 

Semua bahagia,

Semua bahagia,

 

Ada kebahagian yang terekspresikan dengan kata

Ada kebahagian yang terdefinisikan dengan diam perenungan

Ada kebahagian yang terungkapkan dengan bertakbir menyerukan asma-Nya

 

Allahu Akbar, Allahu Akbar,

Walillah ilham

 

Wahai diri,

Sungguh indah bentuk kasih-Nya,

Ramadhan ada karena Ia cinta

Ramadhan ada karena Ia ingin menyempurnakan ketaqwaan

Ramadhan ada karena Ia ingin lebih dekat dengan hamba-Nya

Ramadhan ada karena Ia ingin kita mencapai titik ekstrim kebahagian mencintai-Nya

 

Maka jiwa,

Adakah rasa sedih di hatimu,

Saat ramadhan hanya menyisakan waktu yg sama dengan hari-hari biasanya?

Saat ramadhan tdk menjadi sarana aktualisasi potensi diri?

Saat ramadhan tdk menjadi ajang fastabiqul khairat dalam beramal kebaikan?

Saat ramadhan tdk lebih dari sekedar mengerjakan rutinitas ibadah harian?

Atau bahkan, saat semangat ramadhan tak berbekas di hari-hari selanjutnya?

 

Ketahuilah, diri..

Ketahuilah, jiwa..

Ketaqwaan bukan tentang kita atau mereka,

Bukan tentang sebuah titel biasa yang diperjualbelikan dengan mudah,

Bukan tentang pemberian hadiah setelah mengerjakan amalan yang hanya dalam sebulan saja,

 

Tapi ia tentang setiap diri,

Yang terus berjuang memberikan penghambaan terbaiknya di malam-malam setelahnya,

Yang terus mengharapkan ridha Rabb-nya di setiap tapak perjalanan menuju akhir hayahnya,

 

Ia juga tentang kehati-hatian dalam beramal,

Yang lahir dari rasa takut seorang hamba kepada Rabb-nya,

Seperti menyingkir duri dari jalan saat ia menemuinya,

Bukan tentang berbalik arah atau sekedar melompatinya.

 

Maka tancapkanlah azzammu,

Untuk menjadi pribadi yang lebih baik di kemudian hari,

Yang semangat juangnya dalam beramal kebaikan takkan luntur oleh masa, dan takkan lapuk oleh musim dan peristiwa,

Tak mengenal bulan atau keistimewaan lainnya.

 

Maka kuatkanlah iradahmu,

Untuk mempersembahkan yang terbaik kepada Rabb semesta,

Bukan sisa, atau luang,

Bukan yang sedikit, atau yang kecil,

Bukan setengah, atau bahkan seperempatnya,

Tapi tentang seluruh jiwa, raga, dan diri sepenuhnya

 

Allahummaj’alna minal muttaqiin,

Allahummaj’alna minal mu’miniina haqqa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s