Kebersamaan kita


Kita bersama ataupun tidak seperti tidak ada bedanya. Tidak ada yang spesial. Semua menjadi biasa saja.

Mungkin kau pikir ini hanya perasaanku saja. Tapi aku pikir, ini benar sepenuhnya. Ini nyata. Kita menjadi biasa saat kita bersama atupun tidak.

Aku rasa tidak ada salahnya yang mengatakan bahwa perasaan rindu memudar karena intensitas pertemuan yang berlebihan. Sebab kita akan dihadapkan pada kondisi, kesempatan, dan keadaan yang sama. Intensitas pertemuan yang berlebihan memicu rasa bosan. Intensitas pertemuan yang terlalu sering mendrive kita pada titik kejenuhan. Hingga pada akhirnya, pertemuan-pertemuan kita hanya sebatas pertemuan biasa, tanpa ekspresi, tanpa perasaan yang memuncak. Tanpa kesan yang mendalam, mungkin.

Yang aku tahu, ukhuwwah itu, ikatan spesial. Landasannya iman, pengikatnya rabithah, dan simpulnya adalah doa-doa di setiap shalat kita. Tapi.. mengapa ikatan ini sepertinya biasa?

Kita menjadi sibuk dengan amanah-amanah kita. Kita menjadi sangat individualis. Kepekaan pada lingkungan yang menurun. Tidak ada rasa saling menanggung. Yah, meskipun takafful adalah tahap kesekian dari tahapan ukhuwwah.

Ah, rasanya kita hanya memikirkan tanggung jawab pribadi. Hanya memikirkan bagaimana maksimal menjalankan amanah, tanpa memikirkan bagaimana kondisi ruhiyah. Pada akhirnya? Ukhuwwah-lah korbannya. Pengikatnya merenggang. Doa-doa kita, entah dimana ia sekarang.

Aku rasa, sebaiknya kita berpisah. Agar perasaan rindu itu mulai terbangun kembali. Agar setiap kita menginginkan pertemuan-pertemuan spesial itu. Pertemuan yang motornya adalah hati. Hati yang mantap karena keimanan yang utuh.

Sungguh, aku rindu dengan atmosfer kebersamaan itu. Aku khawatir jika firman-Nya dalam surat Al-Hasyr ayat 12 merepresentasikan kondisi kita sekarang. Aku khawatir. Tahsabuhum jamii’an, wa quluubuhum syattaa. Mungkin mereka melihat kita bersatu, berjama’ah, saling menanggung. Tapi, apakah hati kita juga menyatu, ataukah terpecah-belah?

Wallahu a’lam.

Semoga Allah satukan hati kita selalu untuk terus berjuang menegakkan din ini.

Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu,
telah berjumpa dalam taat padaMu,
telah bersatu dalam dakwah padaMu,
telah berpadu dalam membela syari’atMu.
Kukuhkanlah, ya Allah, ikatannya.
Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMu dan
keindahan bertawakkal kepadaMu.
Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMu.
Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

 

Membuka lembaran catatan harian setahun silam.

27 April 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s