janji untuk bertemu kembali


“Kakak, aku jadi perwakilan olimpiade ekonomi di sekolah. doakan aku ya supaya bisa berkarya seperti kakak. doakan aku supaya aku bisa menang dan mencetak prestasi.” (Ihsan, kelas 2 SMA)

____________________________________________________________________

“Kakak, gimana kabarnya? Kak, sekarang aku sibuk nih. Hehe. Karena temen2 di kelas aku banyak yang lulusan SMK, jadi mereka sering minta ajarin aku tentang teori-teori materi perkuliahan. Soalnya kan mereka lebih banyak belajar teknis waktu SMA. hehe. Kakak di sana dingin nggak? Udah masuk winter?

oiya kak,  aku mau mulai bisnis loh di bandung. aku mau punya usaha sendiri. Mauu banget ngebahagiaan ummi dan abi. aku mau memulai dengan segera insya Allah. Kakak doakan aku ya. Makasih kakak cantik :p” (Fauzan, kuliah tingkat 1, teknik industri STT Telkom)

____________________________________________________________________

“Kakakku yang paling cantik sedunia, gimana kabarnya? Aku punya gossip baru looh…(bla..bla…bla…)

Oiya kak, sekarang aku udah menemukan passion aku. Walaupun biologi bukan bidang studi yang aku pengenin sejak awal, tapi aku punya alasan untuk tetap bertahan di sini. Aku punya temen2 angkatan yang luar biasa. aku mau tetep ada disini untuk mereka. aku juga mulai mencintai biologi. aku jadi semangat buat praktikum :D”

“kak,aku suka banget pengabdian masyarakat ke arah pendidikan. aku suka anak-anak. aku suka main bareng mereka. aku suka bantu mereka ngajarin sesuatu. aku kayaknya mau fokus kesini kak. aku suka pendidikan. kakak ada saran-saran nggak buat aku?” (Syahidah, seorang perempuan muda yang tangguh dan selalu mengejar syahid di jalan-Nya. kuliah tingkat 2, Biologi, Universitas Padjadjaran)

____________________________________________________________________

Beberapa hari sebelum keberangkatan ke jepang,

“Kakak masih ingat surat ini? (sambil menunjukkan sebuah kertas yang sudah usang)

Ini surat yang kakak kasih waktu aku mau berangkat ke pesantren 2 setengah tahun yang lalu. Nggak kerasa ya kak, sekarang aku udah harus berjuang untuk UN. dan kakak, akan meninggalkan indonesia. Padahal perasaan baru kemarin aku nangis-nangis karena jauh dari ummi dan abi.

Kak, aku selalu inget pesen dari kakak. Untuk selalu tawazun dalam beramal. Untuk selalu menjaga hafalan alquran selama di pesantren. Untuk selalu belajar dan menambah ilmu karena Allah. Surat dari kakak selalu jadi penyemangat buat aku. Aku simpen terus di dompet loh kak. Doain aku ya kak, supaya aku bisa jadi lulusan terbaik pesantren. target aku saat ini,aku mau jadi hafidz alquran dan masuk STEI ITB.” (Rasyid, kelas 2 SMP)

Beberapa minggu setelah tiba di Jepang…

Message FB

from: Zahid Zain

“Assalamu’alaikum kakak…”

“ana zahid kak,anak alkahfi angkatan 3 SMA (5 SMP).
temennya Rasyid juga pas di alkahfi.. 🙂
mw blajar aja dari kakaak boleh?”

“oke siap.. pengen belajar dari kakak,prestasinya banyak amat yak 😀 ..menginspirasi,jadi pengen hehe. kalo Rasyid dulu malah sampe ngeliatin suratnya kakak buat rasyid k ane.

pengen juga dapet kesempatan buat exchange k jepang

bikin tulisannya dong kak gmn caranya bisa kesana..kan d blog kakak cuma ada pengelamannya aja selama di sana,.. 🙂

afwan gak nyambung omongannya …”

____________________________________________________________________

“Kakak, aku masuk english club!! yeay!! Alhamdulillah.. doain aku ya kak,aku kan mau ikut program sister school di singapur. walaupun cuma satu bulan, tapi pasti seru banget. makanya aku sekarang mau semangat belajar bahasa inggris. nanti pas kakak di jepang,kita whatsapp-an pake bahasa inggris ya kak :D” (Faqih, kelas 1 SMP)

____________________________________________________________________

“Kakak,aku udah dibeliin komik miiko belum? aku kan lagi mau ngoleksi bareng Asiyah. Jangan lupa ya kak yang fan book-nya.

Oiya kak, kakak disana gimana? terus menginspirasi yaaa!! ^_^” (Shofi, kelas 5 SD)

____________________________________________________________________

percakapan di Skype (3/11/2013)

Saya: “suara embek gimana?”

Hasna (1 tahun 8 bulan): “moooo…”

Saya: “itu mah suara sapi, sayaaang…”

Hasna: mumumumu ble ble ble (sambil meletin lidahnya keluar mulut)

kamu sudah besar ya..

____________________________________________________________________

Adik-adikku… bagaimana kabar kalian di sana? Meski terpisah jauh oleh ruang dan waktu, selalu ada rindu dan doa yang kakak titipkan pada Allah untuk kebaikan kalian di sana.. selalu.

Kalian sedang apa di sana? Kakak yakin saat ini kalian sedang berjuang. Berjuang dengan cara kalian masing2.. Berjuang untuk sama-sama meraih ridha dan surga-Nya. Kita pernah berjanji untuk bertemu kembali di surga-Nya, kan? Untuk membangun istana, dan berpiknik di taman yang indah.. bukankah begitu?

Adik-adik sayang..betapa rindunya diri ini dengan kalian.. rindu yang selalu menguat dan mencipta sesak di dada. Rindu yang menggerakkan raga untuk segera kembali.

Kakak pernah bercerita, bukan? Bahwa setiap kita, adalah mutiara ummi dan abi. Setiap kita, adalah permata-permata yang berkilauan. Setiap kita adalah benih-benih yang subur, yang akan tumbuh menjadi pohon-pohon yang kuat. cabangnya menjulang tinggi menggapai awan. buahnya yang manis mampu mengukir senyum kebahagiaan di wajah banyak orang. daunnya yang lebat, mampu menjadi tempat berteduh dan memberi manfaat. Dan setiap kita, adalah lilin-lilin yang menyala, yang akan menerangi dunia dengan cahayanya.. Karena setiap kita adalah berharga.

Mungkin kita ditakdirkan untuk tidak berlama-lama bersama. Setiap tahun, selalu ada saja yang meninggalkan rumah. Selalu ada tangis, selalu ada cucuran air mata. Satu persatu dari kita meninggalkan rumah. Rumah yang selalu menjadi tempat kita bercerita, meluapkan rasa lelah dan jenuh, menghapus peluh dan keringat, juga sebagai pelipur lara.

Kita berpencar di bumi-Nya, untuk mengambil ibroh dan mempelajari ilmu-Nya. Kanazawa, Bandung, Cileunyi, Sukabumi, Depok, Jakarta.

Ketahuilah.. selalu ada doa untuk kalian di sana. Untuk kebaikan yang terus mengalir.. untuk keberkahan setiap aktivitas..

Maka saat kita berdekatan, atau berjauhan.. ada Allah yang selalu menjadi penghubung. ada robithoh di setiap pagi dan petang yang selalu memperkuat ikatannya.. ada cinta karena-Nya yang mengalir bersama aliran nadi.. karena “janji untuk bertemu kembali”-lah yang mengikat hati-hati kita untuk selalu berpadu.

Kakak menyayangi kalian karena Allah.

Kakak mencintai kalian karena Allah.

Ya Allah, in the middle of the rain tonight, I am asking to You profusely. Plis be with us, and don’t ever leave us alone even just for a while.. strengthen our relationship, and lead us to Your Jannah..

IMG_0100

idul fitri, 1433 H

IMG_0057

idul fitri, 1433 H

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s