tentang surat Al-A’la


“…hosh, hosh, hosh..” saya berlari tergesa-gesa. kemudian berhenti.

pintu kelas terbuka. seisi kelas hening sejenak.

“Permisi pak, saya izin nggak masuk kelas hari ini, karena saya harus ke masjid At-Tiin,” cerita saya singkat.

“Loh? memangnya ada apa, Shabrina?” tanya sang guru yang saat itu sedang mengajar pelajaran Fisika.

“Saya.. eum.. pak, bicaranya di luar saja ya.” jawab saya singkat.

kemudian kami ke luar kelas.

“Ada apa, Shabrina?” tanya sang guru kembali.

“Saya mewakili sekolah untuk lomba MHQ tingkat Jakarta Timur, Pak. Saya diminta bu Erah dan Pak Carsum. Dan seharusnya sejak jam 8 tadi saya sudah di sana.. sekarang sudah jam 10. Bu Erah baru banget ngabarin saya tadi pagi,” Jawab saya panjang lebar.

“Oh begitu.. ya sudah, segera berangkat. Kamu kesana naik apa?” tanya balik sang guru.

“Saya diantar mobil sekolah pak, bersama bu Erah,” jawab saya singkat.

“Oh begitu.. ya sudah, selamat jalan. semoga sukses,” jawab sang guru.

lalu, bersegeralah saya menuju mobil jemputan.

selama di perjalanan, saya was-was. baru pagi itu, Bu Erah, Pembina ROHIS SMA saya memberitahu saya untuk menjadi perwakilan sekolah di kompetisi MHQ tingkat kotamadya Jakarta Timur. Masya Allah, bagaimana saya tidak kaget, tiba2 saja saya diminta, dan saya tidak bisa menolak karena alasan bu Erah yang cukup kuat. “Kamu kan berpengalaman, berkali2 ikut lomba dan menang. Ayo, kan kamu sudah membuktikan di OSN, harus tawazun, akhiratnya juga!” #sumpahjlebbanget

baiklah, saat itu saya meng-iya-kan permintaan beliau karena saya sangat menghargai beliau sebagai guru senior. beliau sangat luar biasa. guru yang sangat signifikan mempengaruhi kehidupan remaja saya selama di SMA.

akhirnya, berbekal muraja’ah hafalan Al Quran selama di perjalanan, saya nekat menghadapi kompetisi tersebut. “karena Allah, Shab.” hall itu yang saya pikirkan saat itu. Ah, saya yakin kejadian itu sebagai reminder dari Allah karena saya nggak konsisten muraja’ah hafalan.

30 menit kemudian, saya tiba di masjid At-Tiin. oh ternyata, lombanya cukup serius dan besar ya *haha, emang ada lomba yang ga serius shab?* iya, soalnya lomba ini diadakan oleh DIKTI. hadiahnya ternyata cukup waw *ups salah focus* lebih tepatnya, ternyata nggak hanya MHQ saja, tapi ada cabang lomba lainnya, seperti MTQ, da’i/da’iyah, cerdas cermat, baca puisi, baca terjemah al-quran, dll.

saya melangkahkan kaki dengan mantap. registrasi, mendapatkan nomor panggilan. oke, saya masih ingat sampai saat ini. 13xx peserta yang mengikuti MHQ tingkat Jakarta timur. hanya MHQ loh.

Oh Robb, 13xx peserta? oke. ribuan shab, jumlahnya.

kemudian saya dijelaskan mekanisme lombanya. jadi saya diberikan nomor urut panggilan. kemudian, saya akan dipanggil berdasarkan nomor urut tersebut. ujian hafalannya terbagi menjadi 2. Ujian melanjutkan ayat, dan ujian tasmi’ (membacakan satu surat penuh). jadi nanti saya akan mengambil satu kertas berisi surat yang akan saya baca di hadapan juri. oiya, perlu diketahui, kompetisi ini diadakan di ruangan terbuka, dan ditonton oleh banyak orang. siapapun bisa melihat sang peserta saat diuji.

saat itu, perasaan saya campur aduk, tak terdefinisi. jelas saja, mewakili sekolah di kompetisi serius, tanpa persiapan yang matang. -_-

selama menunggu giliran, saya melihat sekeliling. baiklah, nggak ada satupun yang saya kenal. padahal berharap minimal ada satuu orang saja yang saya kenal. mungkin karena pesertanya hanya tinggal segelintir saja, mengingat lombanya juga akan segera berakhir. *jelas lah, saya telat datang*

namun, tiba-tiba saja…

“Assalamu’alaikum..peserta juga ya?” sapa seorang ibu.

“Eh? oh wa’alaikumussalam. iya bu.. ibu juga?” tanya saya balik. dan saya menyadari bahwa pertanyaan saya error. ya ga mungkin lah shab. jelas2 ini lomba tingkat SMA. glek. mungkin efek gerogi.

“ah bukan. saya mendampingi anak saya. itu dia lagi ngulang hafalannya di sana..” jawab sang ibu sambil menunjuk ke arah di mana anak nya berada.

“Oh.. semoga berhasil ya bu.” ucap saya mendoakan.

“Iyaa aamiin.. semoga kamu juga.” doa sang ibu balik. “kamu nomor urut berapa?” lanjut sang ibu.

“saya 1xxx bu.” jawab saya. saya lupa waktu itu saya nomor urut berapa. yang jelas..

“oh, persis setelah anak saya maju.” lanjut sang ibu.

“wah subhanallah..” respon saya singkat.

kemudian, tibalah giliran anak dari sang ibu tadi maju ke panggung kompetisi.

subhanallah.. suara tilawahnya merdu banget T_T saya masih ingat, suaranya menggema di seantero masjid. luar biasa banget. jelas saya nge-down saat itu.

aaaaaa, baiklah. “semua karena Allah, Shab.”

“Peserta nomor urut 1xxx. Shabrina Nida Al Husna dari SMA N 14 Jakarta.”

“Bismillah, Allahumma yassir.”

kemudian saya maju ke panggung kompetisi.

stage 1 is well-done. Alhamdulillah saya berhasil melewati stage “melanjutkan ayat”. selanjutnya saya super deg-degan. tasmi’!

kemudian saya disodori toples berisi kertas yang bertuliskan baik surat maupun potongan surat di Al-Quran.

“Surat Al A’la”

Subhanallah.. masya Allah.. surat ini.. surat ini.. surat ini, surat yang luar biasa. 

mengapa? sebab, sewaktu saya di boarding school saat SMP, saya sempat belajar tafsir selama 3 tahun. dan surat di juz 30 yang paling saya suka saat membahasnya adalah surat Al A’la dan Al-Ghasyiyah. Kandungan kedua surat tersebut sangat mengena dan mendalam.

saya memulainya,

“Sabbihisma Rabbikal a’la..”

ya Allah, saya masih teringat. saat saya membacakan surat Al A’la, saya membayangkan betapa Allah adalah Zat Yang Maha Tinggi. Tiada tandingan. mutlak. Ia yang menciptakan segala sesuatu, dan Ia juga yang menyempurnakannya. Ia yang menggariskan takdir, dan Ia pula yang memberikan petunjuk..

suara saya menyerak. saya hampir menangis saat di panggung. jujur saja, saya sangat menikmati selama saya membacakan surat ini di hadapan banyak orang. saya menunduk sedalam-dalamnya, menikmati kandungannya.

“Shuhufi ibraahiima wa muusaa..”

berakhir sudah. kemudian saya mengangkat wajah saya, gemuruh takbir menggema. subhanallah, saya terharu.

sesampai di tempat duduk, sang ibu yang tadi menyapa saya, menyalami dan menyapa saya kembali.

“subhanallah. selamat ya Nak, luar biasa..” ucapnya.

saya yang masih bingung dan terhanyut dalam surat Al A’la hanya bisa tersenyum dan membalas uluran tangannya. sejatinya saya tidak sadar dengan apa yang terjadi selama saya membacakan surat Al A’la di panggung.

setelah kompetisi berakhir, para peserta dipersilahkan untuk meninggalkan ruangan untuk menunaikan sholat dzuhur dan makan siang. pengumuman pemenang dilangsungkan setelah dzuhur.

saat makan siang, saya meminta izin ke Bu Erah untuk balik ke sekolah lebih awal. sebab saya mau mengejar kelas yang tertinggal. tapi..

“loh? eh enak ajaa. nggak, nggak boleh. kamu harus disini sampai acaranya selesai. tenang aja, ibu sudah buatkan surat izin untuk nggak masuk satu hari.” jawab bu Erah dengan gaya marah2 tapi kocak-nya. saya suka ketawa sendiri kalo berhadapan dengan guru yang satu ini. cara beliau menunjukkan rasa sayang ke murid-muridnya sangat khas. akhirnya, saya menetap di masjid sampai acara berakhir.

______________________________

kemudian, tibalah saat pengumuman pemenang.

dari sekian 13xx peserta tadi dipilih 6 pemenang. juara I, II, III dan harapan I, II, III. Saya tenang2 saja saat itu. jelas. karena waktu itu saya hanya ingin menunaikan amanah dari sekolah dengan sebaik-baiknya. justru saya malah ngerasa #jleb, karena menurut saya, itu cara Allah untuk me-remind saya memuraja’ah hafalan.

subhanallah.. Allah memberikan lebih.

“juara II, jatuh kepada saudari Shabrina Nida Al Husna dari SMA N 14 Jakarta Timur…”

Eh? whaaat? saya lemeeesss banget waktu itu. undefined feelings. speechless.

Alhamdulillah.. subhanallah.. Maha suci Allah.. “Allah tau gue banget ya. tau banget cara yang tepat untuk nyentil hamba-Nya.” itu yang terlintas di benak saya.

Dan.. yang membuat saya tersentak adalah..

juara I jatuh pada… anak dari “si ibu” yang tadi bercakap-cakap dengan saya.. subhanallah..

ini keajaiban. ini luar biasa. mengikuti kompetisi MHQ tingkat Jakarta timur yang diadakan oleh dikti, baru dikabari pagi-pagi di hari kompetisi, tanpa persiapan yang matang, kemudian mendapatkan gelar juara, lalu diberi kesempatan untuk bertemu dengan seorang anak dan ibunya yang luar biasa. ini keren. subhanallah.

terlebih, juara I, II, III mewakili Jakarta timur untuk mengikuti kompetisi MHQ tingkat provinsi DKI Jakarta. di sinilah saya bisa bertemu dengan sahabat seperjuangan saya, Nur Afifah.

pada akhirnya, saya membawa pulang trophy dan hadiah uang senilai x juta..

sejatinya, yang ingin saya titik beratkan dari cerita ini adalah tentang surat Al A’la. surat yang sampai saat ini selalu berbekas. I can say it surely. surat yang paling sering saya baca adalah surat Al A’la. saya suka melafalkan secara spontan di waktu-waktu luang saya.

Surat ini.. adalah surat yang istimewa bagi saya. Surat yang dengan membacanya, saya merasakan kenikmatan yang sangat dahsyat!

“Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman),

dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia shalat.

Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia,

padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan kekal.

Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab terdahulu,

(yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.” (QS Al A’la: 14-19)

__________________________

mengenang masa

11112013

Advertisements

One thought on “tentang surat Al-A’la

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s