Mengapa memilih Jepang?


Sudah 3 bulan lebih saya berada di Negeri Sakura ini. Negeri di mana matahari bermula membagikan hangat sinarnya pada dunia. Negeri dimana kau bisa menemukan banyak hal untuk diresapi, direnungkan, dan disyukuri. Negeri yang sangat menjaga keutuhan budaya dan segala keistimewaanya.

Suatu saat, sebelum saya berangkat menimba ilmu di negeri ini, ibu saya pernah bertanya,

“Kenapa milihnya jepang kak buat exchange? Jepang kan susah bahasanya. Kalo ngomong kayak kumur-kumur gitu.”

Waktu itu, saya cuma bisa tertawa. Tapi tentu saja, setiap keputusan yang saya ambil, pasti sudah dipertimbangkan matang-matang. Sudah melalui berbagai proses perenungan, diskusi, dan tentunya, istikharah, meminta petunjuk terbaik dari-Nya.

Bermula dari, mengapa Jepang? Mengapa harus negara yang pernah berusaha merebut kemerdekaan bangsa saya di masa lampau? Mengapa harus negara yang pernah berusaha mengambil alih kekayaan negara saya sendiri?

Oh, sulit sekali kalau harus mengungkit-ngungkit masa lalu. Jujur saja, kalau harus mengungkit masa lalu, saya tidak sanggup menjawab.

Ada banyak hal yang lebih besar dari itu. Ada harapan yang saya tanamkan sebagai salah satu goal saya setelah menyelesaikan studi saya di jepang. Walaupun hanya 1 tahun, tetapi saya berdoa, semoga Allah menjadikan 1 tahun saya penuh keberkahan (ziyaadatul khayr).

Ini tentang karakter baik yang sepertinya sudah mengalir bersama aliran nadi. Karakter baik yang sudah secara otomatis diwariskan bersama kromosom germinal. Karakter yang telah mengakar.

Saya ingin belajar banyak hal tentang mereka. Tentang ketulusan dalam berbuat baik, tentang kesungguhan dalam berjuang, tentang semangat yang tak pernah luluh meski rasanya kegagalan di depan mata, tentang kerja keras dan kedisiplinan.

Yang saya sadari adalah, karakter yang seharusnya mengakar dalam diri seorang muslim sejatinya sudah ada di dalam diri mereka. Hanya (?) tinggal dikenalkan tentang indahnya Islam, tentang nikmat mencintai-Nya, tentang bahwa semua itu sangat dekat dengan Islaaaam- bahwa karakter itu sangat dekat dengan karakter Rasulullah. Oh Rabb, saya ingin mengenalkan tentang ini sebanyak-banyaknya, sesering-seringnya T_T

Selain itu, saya mendapatkan info dari beberapa referensi bahwa penduduk muslim terbanyak di jepang adalah berasal dari Indonesia, yaitu mencapai 20.000 lebih (silahkan cek di sini). Selain itu, PPI Jepang termasuk PPI yang cukup aktif menuai karya dan kontribusi pada Indonesia. Saya rasa, hubungan kekerabatan antara Indonesia dan Jepang sudah terbangun dengan sangat baik. Oleh karena itu, saya juga ingin ikut serta dalam menjaga hubungan baik tersebut. Develop a bridge between Indonesia and Japan 🙂

Poin kedua yang menjadi alasan mengapa saya memilih Jepang adalah karena negara ini memiliki iklim toleransi yang sangat baik. Tiga bulan saya di sini, saya semakin merasakan hal tersebut. Di sini lah poinnya. Mereka cukup terbuka untuk menerima informasi dan hal-hal baru, termasuk Islam.

Sewaktu saya home stay di Toyohashi, September tahun lalu, saya sangat merasakan hal ini. Oh ya, saat itu bisa dikatakan pengalaman pertama saya melakukan home stay. Waktu itu saya cukup deg-degan karena saya belum fasih berbahasa jepang. Tapi alhamdulilah okaa san (read: ibu) cukup fasih berbahasa inggris. Jadi kami lebih banyak berkomunikasi dalam bahasa inggris.

Saya cukup terkejut dengan host-fam saya. Mereka sangat memperhatikan makanan yang akan mereka serve untuk saya. Dan yang paling membuat saya terkejut adalah sewaktu Okaasan mengingatkan waktu shalat maghrib. “Shabrina, it’s time for praying, right? I heard that this praying time is the shortest one. So, be quickly to do it.” Kurang lebih begitulah kalimatnya.

Serius! Waktu itu saya terkejut banget. Saya yang lagi nonton TV (walaupun nggak ngerti karena TV jepang), dinasihatin sama okaasan untuk menyegerakan shalat, padahal saya belum sehari singgah di sana. Apalagi setelah itu okaasan langsung menyiapkan tempat shalat untuk saya. Ya Allah rasanyaaaa :” Sejak saat itu saya sayaaang banget sama okaasan. Sampai-sampai saya menganggap bahwa Toyohashi itu (read: rumah okaasan) adalah kampung halaman bagi saya. Jadi, setiap ada vacation selama saya exchange, saya berazzam untuk menyempatkan pulang ke kampung halaman 🙂

Ada hal lainnya yang bisa dikatakan “konyol” sebagai alasan saya memilih jepang sebagai negara tujuan exchange. Yaitu, saya ingin mewujudkan winter in Tokyo! Ini bisa dibilang hal yang konyol. Kenapa? Karena saya terinspirasi dari bukunya Ilana Tan, penulis novel 4 musim; Winter in Tokyo, Autumn in Paris, Summer in Seoul, dan Spring in London. Saya punya misi untuk bisa menjamah Tokyo dan Seoul sebelum saya menyelesaikan studi S1 saya. Untuk London, saya sangat berharap bisa melanjutkan studi master saya di UK, tepatnya di salah satu universitas di London. Dan Paris, kota romantis itu, semoga suatu saat bisa mampir kesana bersama suami tercinta 🙂

Sungguh konyol ya, tapi begitulah yang sebenarnya (mohon jangan tertawakan saya T_T)

Seperti postingan sebelumnya, tentunya ada alasan-alasan lain yang menjadi derivasi dari alasan utama saya. Seperti karena kecintaan pada bahasanya, atau pada nilai-nilai yang diangkat di drama atau movie-nya (:p).

Kembali lagi, semua tentang perbaikan niat secara kontinyu. Untuk apa menjelajah bumi-Nya?

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka dipeliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imraan: 190-191)

sakura-cherry-flowers-hd-wallpaper.jpg

Japan, 12 January 2014

Advertisements

One thought on “Mengapa memilih Jepang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s