Mengapa memilih untuk exchange?


“Kenapa exchange, Shab? Nanti telat dong, lulusnya. Mau nemenin temen2 yang aktif di kabinet ya? Haha,” tanya seorang teman.

-dasar, ketawa jahat itu (-_-)

“Kenapa exchange kak? Nanti ngerjain TA nya bareng kita dong ya?” tanya seorang adik tingkat.

-eaa, ini makin jahat (._.)

“Kak, seriusan mau exchange? Udah siap dengan semua konsekuensinya? Telat lulus, ditinggal temen-temen, terus tugas akhirnya bareng sama adik2 tingkat ya. Udah siap hidup sendiri setahun?” tanya ibu saya suatu saat ketika saya mengutarakan keinginan saya untuk student exchange.

-Alhamdulillah nggak bilang telat nikah ya #loh

Nah, mari kita clear-kan semuanya. kenapa saya memilih untuk exchange, instead of sesegera mungkin menyelesaikan studi S1 saya 🙂 yuk ikuti terus ceritanya 😀 #kayakapaaja

Alasan pertama yang mendrive saya memilih untuk mengikuti program student exchange adalah….karena Allah tentunya. Tak lain dan tak diragukan lagi.

Semua ini berawal dari pengalaman saya untuk pertama kalinya menginjakkan bumi Allah yang lain di tahun 2011. Saat Allah memberikan kesempatan pada saya untuk melakukan umrah sekaligus perjalanan muhasabah ke negeri Muhammad Al Fatih. Negeri yang kental dengan sejarah peradaban Islam.

Perjalanan selama 5 hari di sana, saya banyak merenung tentang sejarah terlahirnya Islam di Negeri 2 benua itu. Bangunan dan ornamen bersejarah seolah menyeret saya kembali ke masa lampau, di mana Muhammad Al Fatih dan pasukan hebatnya berhasil menaklukkan konstantinopel. Ayya Sophia, museum yang dulu pernah menjadi masjid sekaligus gereja, yang di dalamnya bisa ditemukan ornamen bunda maria di antara kaligrafi Allah dan Muhammad. Juga Masjid Abu Ayyub Al Anshari, sebuah masjid yang didedikasikan untuk seorang sahabat Rasul yang istimewa. Kaum Anshar yang menyambut Rasulullah dengan tangan terbuka saat awal baginda berhijrah ke Madinah. Seseorang yang Rasulullah pilihkan untuk tinggal bersamanya selama hampir 7 bulan lebih. Masjid inilah yang dibangun oleh sultan Memmet II sebagai tanda penghormatan padanya yang pernah menjadi sahabat nabi dan berjuang menentang tentara kafir pada masa itu.

Blue Mosque, kerajaan Ottoman, dan banyak hal lainnya menjadi bukti bahwa Islam pernah singgah dan berkembang pesat di Turki. Perjalanan muhasabah ini membuat saya terkagum-kagum pada keagungan Allah.

Pun ketika saya berkunjung ke Madinah dan Makkah. 10 hari yang sangat berpengaruh pada kehidupan saya sampai saat ini. 10 hari yang paling nikmat saat-saat bersama Allah. 10 hari yang indah.

Tak pernah terpikirkan sebelumnya akan secepat itu mengunjungi Ka’bah, shalat di Masjid Nabawi, Qiyamul lail di Masjidil Haram, mengunjungi Raudhah, mencium hajar aswad hingga bibir berdarah (karena desak-desakan), minum air zam-zam sepuasnya, ziarah ke makam Rasulullah dan tempat-tempat bersejarah. Rasanya seperti mengulas balik Shirah kehidupan Rasul dan para sahabat.

Benar adanya! Bukit Shafa dan Marwah, tempat Siti Hajar berlari-lari kecil mencari sumber air untuk Ismail. Jabal Nur, sebuah gunung dimana Malaikat Jibril turun membawa wahyu pertama kalinya kepada Rasulullah. Gunung yang padanya terdapat gua Hira, tempat Rasulullah melakukan uzlah, perenungan terhadap penciptaan langit dan bumi, juga tentang umat yang dicintainya.

Perjalanan muhasabah 15 hari itu telah berhasil membuat saya kagum pada penciptaan Allah di belahan bumi-Nya yang lain. Hal ini lah yang membuat saya ingin mengenal lebih jauh tentang berbagai bukti keberadaan Islam lainnya.

Saya teringat firman-Nya yang sampai saat ini selalu terngiang-ngiang di benak saya.

“Katakanlah: Berjalanlah di muka bumi, maka perhatikanlah bagaimana (Allah) memulai penciptaan (makhluk), kemudian Allah menjadikan kejadian yang akhir, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-‘Ankabut (29): 20)

Maka sangat jelaslah bahwa Allah memerintahkan pada kita untuk memperhatikan setiap detail penciptaan makhluk-Nya, bermuhasabah tentang hari akhir dan bagaimana kesiapan kita untuk menghadapinya, juga berfikir tentang kemaha-kuasaan-Nya,

Jika kita telaah lebih dalam, banyak sekali ayat Al-Quran yang berbicara tentang urgensi dari “berjalan di muka bumi”. Betapa ternyata, Allah menekankan pada kita untuk melakukan perjalanan muhasabah ini.

“Katakanlah: Berjalanlah kamu di muka bumi, lalu perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang berdosa.” (QS. An-Naml (27): 69)

“Katakanlah : Berjalanlah kamu di atas muka bumi, lalu perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang berdusta.” (QS. Al-An’am (6): 11)

“Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tiada sesuatu pun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Faatir (35): 44)

“Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.” (QS.Ar-Rum (30): 9)

“Katakanlah: Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)”. Surah Ar-Rum (30) ayat 42.

“Maka apakah mereka tiada mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Adalah orang-orang yang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka.” (QS Ghafir (40): 82)

“Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka; Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu.” (QS. Muhammad (47): 10)

Lalu, mengapa Allah sangat menekankan kita untuk berjalan di muka bumi-Nya?

Jika kita perhatikan di setiap rangkaian ayat-Nya, Allah menyandingkan kalimat “berjalan di muka bumi” dengan aktivitas muhasabah. Bahwa ketika melakukan perjalanan di bumi, pada saat itu, kita bisa memperhatikan setiap detail pernciptaan-Nya, bermuhasabah terhadap bukti-bukti kebesaran-Nya, juga mampu mengingatkan kita pada hari akhir. Maka implikasinya adalah, bertambahlah keimanan kita pada-Nya, bertambahlah rasa syukur atas karunia-Nya, hingga kita ingin selalu mempersembahkan yang terbaik pada-Nya 🙂

Itulah singkatnya alasan utama saya mengapa saya senang berkelana ke berbagai Negara di dunia. Mengapa saya senang berkenalan dengan belahan bumi Allah yang lain. Sebab saya menyadari, betapa semakin saya mengenal luasnya bumi Allah, semakin saya merasa betapa kecilnya saya di hadapan Allah.

Alasan kedua yang mendrive saya untuk mengikuti program exchange adalah, karena saya ingin memperpanjang masa studi S1 saya.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya. Mengapa saya justru ingin memperpanjang studi S1 saya?

Mari kita berbicara tentang opportunity. Saya pernah berdiskusi dengan seorang kakak tingkat yang sangat menginspirasi saya. Beliau adalah orang yang sangat prestatif dalam hal akademik-nonakademik, juga sangat dekat dengan Allah. Beliau pernah bilang, “manfaatkan kesempatan masa studi sarjana kamu untuk mengambil peluang sebanyak-banyaknya. Bangun network seluas-luasnya, cari experience sebanyak-banyaknya, dan jangan lupa untuk menginspirasi dan tebar manfaat pada banyak orang.”

Subhanallah, luar biasa sekali.

Pada saat kami berdiskusi, beliau cukup memberi penekanan lebih pada potongan kalimat “masa studi sarjana”. Di sini saya cukup penasaran mengapa masa studi sarjana menjadi penting bagi beliau. Ternyata setelah bertanya-tanya pada banyak orang dan browsing melalui berbagai media, kesempatan atau peluang untuk membangun network dan mendapatkan experience lebih banyak adalah pada saat kita masih berstatus “undergraduate student” 🙂

Mari kita lihat di “requirements” event-event international yang ada seperti conference, short course, international seminar, kompetisi-kompetisi skala nasional maupun internasional, dan lain sebagainya, tidak bisa dipungkiri, memang sangat terbuka bagi mahasiswa dengan status “undergraduate students“.

Berangkat dari hal itu jugalah saya memilih untuk mengikuti program student exchange. Karena saya ingin terus berkarya dan menebar inspirasi yang lebih luas melalui berbagai event internasional.

Alasan ketiga yang cukup mempengaruhi keputusan saya untuk mengikuti program exchange adalah: untuk menambah stock inspirasi bagi sahabat-sahabat saya, teman-teman saya, adik-adik tingkat saya, keluarga, dan ummat seluruhnya.

Mengapa? Karena dengan meninggalkan Indonesia dalam kurun waktu satu tahun untuk menjelajah bagian bumi Allah yang lain, dapat menjadi stock cerita untuk orang-orang di sekitar saya. Terutama untuk anak-anak saya kelak. Bahwa, “Ummi pernah melakukan perjalanan muhasabah ke belahan bumi Allah yang lain, Nak. Maka berjalanlah di bagian bumi-Nya yang lain agar bertambah kecintaan-Mu pada-Nya :)”

Begitulah. Setidaknya 3 alasan utama itulah yang memotivasi saya untuk mengikuti program student exchange. Sebenarnya ada banyak alasan lainnya yang merupakan break down dari ketiga alasan utama saya tersebut, seperti menjadi langkah awal dalam meniti jenjang master saya, atau pengalaman melakukan riset dengan teknologi advanced,  atau membuka akses kerjasama antara universitas asal saya dengan universitas tujuan saya, atau bahkan sebagai sarana memanfaatkan waktu untuk menambah hafalan Al-Quran, dan hal lain sebagainya.

Maka saya berdoa, semoga Allah memberikan keberkahan pada setiap keputusan saya (yang juga keputusan-Nya). Sebab lagi-lagi, keberkahan adalah saat kamu menemukan pertambahan kebaikan setelahnya. Ziyaadatul khayr.

DSCN1244

Kanazawa, Japan

12 Januari 2014

(sudah 2014 ya, semoga bukti-bukti keberkahan itu semakin nyata)

Advertisements

One thought on “Mengapa memilih untuk exchange?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s