Local Product?


Melalui postingan ini, saya ingin berbagi tentang diskusi konyol saya dengan dosen SITH -yang bisa dibilang- paling sering saya curhatin tentang banyak hal, dari mulai passion riset, rencana studi S2, lomba-lomba, dan sebagainya. Beliau adalah Pak Sony Suhandono, Kaprodi Biologi, SITH ITB.

Sejatinya saya nggak pernah nulis tentang dosen, apalagi ngebahas tentang email. Tapi ini kocak sih ya, makanya saya posting.

Jadi ceritanya begini. Suatu saat, tepatnya sepekan yang lalu, saya mengirim email ke beliau untuk mengabarkan tentang keadaan saya di Jepang. Saya cukup merasa bersalah waktu itu karena saya belum sempat mengirim email ke beliau sebelum saya berangkat ke Jepang. Padahal sekitar dua pekan sebelum saya berangkat, Pak Sony adalah dosen yang banyak memberi nasihat dan masukan pada saya sebagai bekal saya hidup selama setahun di Jepang. Tapi saya sampai lupa mengabarkan ke beliau kalau saya sudah di Jepang. Ckckck

Akhirnya saya mengirim email sebagai berikut:

Assalamu’alaikum wrwb.

Pak Sony apa kabar? Semoga sehat wal ‘afiat ya pak.
Saya di Kanazawa alhamdulillah sehat pak :))
Disini saya sudah mulai riset juga. Riset saya ke arah molekuler pak, tp disini sebagai tools. Kloning juga. Hehe 

Bagaimana kabar bandung pak? Saya rindu dengan indonesia. Semoga summer vacation besok bisa balik ke indonesia.

Salam untuk dosen-dosen disana ya pak.

Regards,
Shabrina.

Yah seperti biasa kalo email2an sama beliau, kita suka pake emot nggak jelas. Huehehe. Pak Sony yang ngajarin ini.

Nah, nggak lama kemudian, email saya dibalas.

wa alaykum salaam wa rahmatullahi wa barakatuh.

waah seneng ya.. kapan pulang ? apakah kamu sempat ikut internasional
seminar disana. usahakan ikut ya. nambah list cv mu.
kalau bisa hasil riset disana bisa di published bersama sensei

Baca email dari beliau, saya langsung #glek.

Kenapa? Iya, karena saya bingung. Baru berangkat oktober kemarin, udah ditanya kapan pulang, hehe. Tapi mungkin ini cara beliau mencairkan suasana 😀

Nah, saya terharu. Pak Sony memang tipe dosen yang super keren. Beliau sering banget mensupport saya untuk ikut berbagai kompetisi, konferensi, dan seminar. Kadang saya sampai terharu. Bahkan beliau sangat mendukung saya untuk melanjutkan studi master di UK. Waktu masih jaman jadi mahasiswa (ITB), saya sempet cerita kalo saya pengen lanjut studi master di UK. Daan.. waktu itu beliau dukung penuh banget! Bahkan beliau bilang, “Wah saya punya banyak relasi professor di sana, terutama di new castle university. Insya Allah saya bisa menghubungkan dengan professor di sana. Yang penting kamu terus berusaha dan berdoa.”

Waw! Saya cukup surprised waktu itu. Kemudian muncullah harapan dan semangat baru sejak saat itu 😀

Nah, mari kembali ke email. Keliatan kan ya? Dari pertanyaan beliau itu terlihat kalau beliau memang senang memotivasi mahasiswanya. Saya terharu.

Kemudian saya membalas email beliau lagi,

Iya pak,alhamdulillah. Mohon doanya terus ya pak.

insya Allah saya pulang September tahun ini, Pak. untuk riset, Alhamdulillah sudah izin ke sensei dan bisa publish bersama, Pak.
agustus ini saya diajak sensei ke China untuk diajarkan metode sampling (dan Alhamdulillah, biaya ditanggung sensei juga).

Untuk seminar, insya Allah setelah hasil sudah ada, sensei bilang nanti bisa dipresentasikan di conference. saya dapat satu kali kesempatan untuk konferensi dan oral presentasi yang dibiayai kanazawa pak. Semoga ini bisa menjadi jalan untuk meniti langkah masa depan.

Terima kasih atas dukungan dan nasihatnya sampai saat ini ya pak 🙂

Oiya pak, selamat atas kemenangan iGEM di Hongkong. Saya bangga dengan tim iGEM pak 😀

Nggak lama kemudian, Pak Sony balas email saya lagi. Dan ini dia yang konyol sekaligus kocak!

Becareful you can marry japanese guy as long as he is a moslem.. alrght 

Btw iGEM masih menyisakan hutang sekitar 20 jutaan pada itb, kita sedang minta di hapuskan oleh itb. doakan juga ya… keep in touch, bagi bagi info ya kalau ada peluang s2 s3 atau kerjasama. or maybe kemungkinan kerja praktek (bhs inggrisnya work experience scheme barang 2-3 bulan) thanks ya

sangat senang mendengar kabar dari mu..

Haha. serius saya kaget banget! walaupun sebelumnya sempet diskusi tentang m*******t sama beliau. Tapi yang ini saya super kaget! #glek lagi.

Tapi saya bersyukur banget punya dosen seperti beliau yang sangat perhatian dari segala aspek, bahkan sampai hal-hal yang sifatnya pribadi. Sampai tentang adik2 mentor saya. Beliau pernah bilang, “Shab, kamu pegang binaannya jangan banyak2 ya. Cukup 1 kelompok, 10-12 orang. Yang paling penting, mereka bisa ‘jadi orang’. Kamu harus memperhatikan mereka layaknya adik kandung kamu. Semua aspek. Nggak hanya soal agamanya, tapi tentang bagaimana akademiknya. Motivasi mereka untuk terus berprestasi dan berkarya. Jadikan mereka orang2 yg prestatif.”

*deger* berasa petir menyambarrr *wuuush*

Ya, begitulah. Saya terharu sampai speechless.

Oke back to topic. Tentang email. Kemudian saya membalas email beliau lagi.

Hehe, wah pak Sony bisa aja nih pak 😀 saya maunya produk lokal, tapi kualitas internasional pak 😀 hehe
Kan klo soal marriage harus yang bisa bimbing menuju surga, Pak hihi 😀

Iya pak, insya Allah didoakan. Meskipun ada hutang, tapi saya yakin iGEM ini kedepannya akan jadi kompetisi bergengsi setingkat shell Eco marathon dan imagine cup, pak. saya optimis banget 

iya pak, insya Allah keep in touch terus. nanti saya kabari kalo ada opportunity buat temen2 dan adik2. kemarin nuke juga sempet nanya ke saya ada peluang atau nggak. kalau ada, pasti saya kabari insya Allah..

Mohon doanya terus ya, Pak.

Tentang “produk lokal kualitas internasional”? Nggak tau! saya cuma kepikiran jawab itu. Haha. Waktu itu otak saya bekerja sangat cepat, sampai akhirnya yang keluar ya kalimat “produk lokal kualitas internasional”.

Kalau ditanya maksudnya apa, saya juga nggak bisa mendefinisikan. Abis perbandingannya produk lokal dan internasional (?).

Dan entah kenapa, agenda pekanan kemarin juga membahas tentang ini. Secara nggak sadar, rasanya sudah semakin dekat ya.

Aaah…tentang dia ya. Insya Allah cukup yang mau mengabdikan hidupnya untuk Allah..yang memiliki surga sebagai visi hidupnya, bercita-cita membangun istana bersama disana.

Untukmu yang masih Allah rahasiakan dariku, semoga Allah karuniakan kemudahan dalam berjuang dan memperbaiki diri. Semoga Allah berkahi setiap langkah dan aktivitasmu. Semoga kelak, Ia pertemukan kita dalam sebaik2nya keimanan dan ketaqwaan..

-end-

Indomie_Instant_Fried_Noodles

(source: google search)

Advertisements

2 thoughts on “Local Product?

    1. Hehehe marsh, tau ajaaaa 😀 maksudnya, indomie kan emang produk khas indonesia yang populer banget sampe jangkauan internasional 😀

      ngangenin banget marsh makan indomie tuh :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s