Pencilan


ya. setiap dari mereka, memiliki keunggulannya masing-masing yang membuat mereka menjadi pribadi yang unik. kita mengenal mereka sebagai seseorang yang melakukan A, B, atau C. atau seseorang yang menemukan a, b, atau c. 

sedangkan kita, apa yang telah kita perbuat sehingga dengan itu Allah melihat kita sebagai pribadi yang unik?

___________________________________________________

saya harus menunggu sekitar satu jam lagi untuk kedatangan bus selanjutnya. ah! ini semua karena saya salah melihat jadwal bus. jadwal yang seharusnya saya lihat adalah jadwal hari sabtu, tapi saya malah melihat jadwal bus untuk weekdays -__- oh shab, kecerobohanmu kadang nggak bisa dimengerti.

hari sabtu adalah hari yang selalu menjadi pilihan saya untuk jalan2 di sekitaran kanazawa. terkadang, saya naik sepeda (yang pada dasarnya sepeda pinjeman), dengan bekal alquran, kamera, dan uang beberapa yen saja. tapi hari itu saya memilih untuk naik bus karena udara yang tidak terlalu bersahabat. cuacanya bagus, tapi suhu udaranya dingin, menusuk hingga ke tulang.

saya sengaja meninggalkan hp di dorm, karena saya nggak mau ada yang mengganggu kenikmatan saya menghafal alquran dan muraja’ah. (#ehm ciyee)

DSCN1639

picture captured by someone who was passing by

tempat yang biasa menjadi pilihan saya untuk “nongkrong” biasanya adalah shiinoki. di sana, saya menemukan spot indah dengan view lapangan luas dan semacam danau(?) kecil. terkadang, saya ditemani burung2 kecil dengan kicauannya yang seakan ikut mengkoreksi hafalan saya. (haha, imajinasi tingkat tinggi -_-)

baiklah, selama satu jam menunggu bus, saya menyempatkan diri untuk keliling sekitaran korimbo. semacam district dimana kamu bisa menemukan mall-mall megah dan retoran-restoran mewah. haha, saya cuma bisa cengo’ sambil masang muka mupeng aja. nggak sanggup beli! :p

selama berjalan-jalan di sana, saya mengamati aktivitas beberapa orang jepang yang saya lihat. ada yang sedang menunggu bus di halte sambil mengutak-atik “mainan”nya, ada yang sedang bercakap dengan temannya, dan berbagai aktivitas lainnya. beberapa bulan saya di jepang, saya menyadari bahwa orang jepang memang sangat menghargai waktu dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

kerap kali saya menangkap beberapa aktivitas dominan yang saya temui di jepang. terutama saat berada di kereta atau di bus. aktivitas mereka tidak lain adalah membaca buku, tidur, atau mendengarkan musik. ketiga aktivitas ini sangat dominan ditemui.

ya. salah satu budaya kental orang jepang yang sampai saat ini saya kagumi adalah bagaimana cara mereka memanfaatkan waktu dengan sebaik2nya. bagi mereka, waktu adalah “taisetsuna mono”, yang artinya sesuatu yang penting. maka ketika kamu mempunyai waktu luang, lakukan hal baik apapun yang bisa kamu lakukan saat itu juga. begitulah ibaratnya.

same case happened when i was conducting my own research. di lab, tutor saya sangat cekatan. dalam satu waktu, dia bisa melakukan banyak hal. dia jago sekali dalam hal multitasking. saya cukup amaze dengan caranya membuat prosedur riset. sangat perlu dicontoh.

oleh karena itu, jangan heran kalau mereka lebih memilih tidur daripada ngobrol di bus/kereta. jangan heran pula kenapa mereka suka membaca buku di waktu berpergian. karena mereka bermaksud mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya.

saya jadi ingat bagaimana Imam Syafi’i membuat perumpamaan tentang aktivitas kebaikan.

“Jika kau tidak disibukkan dengan kebaikan, maka syaithan akan mengajakmu untuk sibuk pada keburukan.”

ya. disini tinggal perihal (+) dan (-) saja. hanya ada dua nilai. kalau bukan kebaikan, ya berarti keburukan. itulah kenapa syaithan selalu senang dengan waktu luang manusia. mereka punya kesempatan besar untuk bisa mengajak manusia pada keburukan. membuat manusia terlena dengan aktivitas keburukan, membuat mereka lalai, bahkan sampai manusia bisa tidak menyadari bahwa aktivitasnya saat itu adalah keburukan. na’udzubillah.

ya. lagi-lagi, Allah memang yang paling paham tentang makhluk-Nya.

“Apabila telah luang (menyelesaikan suatu urusan), maka isilah (dengan urusan selanjutnya)!” (QS. Al-Insyirah:7)

dari ayat-Nya, kita belajar. bahwa setelah selesai pada suatu urusan tertentu, maka bersegera pada aktivitas kebaikan selanjutnya.

di sini, secara tersirat, Allah juga mengajak kita untuk membuat rencana. seorang muslim itu adalah ia yang sangat tahu apa misi-misi kebaikan yang ingin dilakukan selama hidupnya. ia breakdown menjadi aktivitas-aktivitas kebaikan harian. lalu tak lupa ia melakukan evaluasi, kemudian memperbaiki apa yang salah, dan mempertahankan atau bahkan meningkatkan apa yang baik. ia selalu bersemangat untuk menghadapi masa depan, sebab ia tahu, kesempatan untuk melakukan aktivitas kebaikan itu masih ada untuknya.

Jika dahulu Rasulullah dan para sahabatnya disibukkan dengan ibadah, menggali ilmu, menyeru kebaikan pada manusia, berperang, berinfaq dan membangun pilar ekonomi sebagai penunjang aktivitas da’wah, maka aktivitas kebaikan apa saja yang sudah kita lakukan sampai saat ini? Aktivitas apa yang bisa menjadi amalan unggulan kita sampai saat ini? apa yang membuat Allah mengenal kita lebih dari yang lainnya? *renunganpribadi*

tak perlulah kita ragu. Rasulullah memang tiada bandingannya. segalanya dari beliau adalah amalan unggulannya pada Allah. beliau selalu sibuk untuk mengurus ummatnya. tugasnya menjadi presiden negara, panglima perang, ketua keluarga, berdakwah dan ibadah telah berhasil menyita seluruh hari-harinya.

Mari kita tengok setiap sahabat-sahabat beliau.

Mush’ab bin ‘Umair. Seorang warga kota Makkah yang mempunyai nama paling harum, begitu para ahli sejarah islam menyebutnya. Ia  dikenal sebagai orang yang meninggalkan segala kesenangan duniawinya demi kecintaannya pada Allah dan Rasul-Nya. Hingga Rasul menunjuknya sebagai duta atau utusan ke Madinah untuk mengajarkan agama Islam kepada orang-orang Anshar yang telah beriman dan berbaiat kepada Rasulullah di bukit Aqabah. Ia juga yang mempersiapkan kota Madinah untuk menyambut hijrah Rasulullah sebagai peristiwa besar Islam.

Mu’adz bin Jabbal. Seorang pemuda tampan, dengan gigi putih yang berkilat serta memikat. Jika bicara, orang yang melihat akan tambah terpesona karenanya. Hal yang menjadi keistimewaannnya adalah kecerdasan ilmu fiqih atau keahliannya soal hukum. Keahliannya dalam fiqih dan ilmu pengetahuan ini mencapai taraf yang menyebabkannya berhak menerima pujian dari Rasulullah dengan sabdanya: “Umatku yang paling tahu akan yang halal dan yang haram ialah Mu’adz bin Jabal.”

Juga dengan sahabat-sahabat lainnya. Abu Bakar, sahabat Rasulullah saw yang paling setia. Abu Hurairah, si pengumpul hadist dan otaknya adalah gudang pengetahuan. Khalid bin Walid, sang panglima perang yang berwibawa. Siti Khadijah, yang selalu sibuk mensupport da’wah Rasulullah dan menjadi pendukung setia baginda. ‘Ibn Sina dan Al-Razi yang selalu sibuk dengan hafalan alquran, kajian-kajian tentang ilmu kontemporer dan menghasilkan karya-karya yang masih segar dan menjadi rujukan hingga kini.

ya. setiap dari mereka, memiliki keunggulannya masing-masing yang membuat mereka menjadi pribadi yang unik. kita mengenal mereka sebagai seseorang yang melakukan A, atau B, atau C. atau seseorang yang menemukan a, b, atau c. 

sedangkan kita, apa yang telah kita perbuat sehingga dengan itu Allah melihat kita sebagai pribadi yang unik?

aktivitas kebaikan yang dilakukan terus menerus serta dapat memberi manfaat dan pengaruh yang signifikan pada kita dan orang lain, dapat membuat kita menjadi pribadi yang unik di hadapan Allah. dan Allah, tidak sa’ klek memberikan satu peluang saja untuk bisa menggapai kemulian-Nya, menggapai surga-Nya. ada banyak cara untuk mencapai itu. semua itu telah dicontoh oleh Rasulullah dan para sahabatnya di masa lalu. tinggal bagaimana kita mencontohnya dan membuat inovasi darinya sehingga Allah mengenal kita sebagai pribadi yang unik. bukankah banyak hadist Rasulullah yang mengaitkan surga dengan amalan-amalan yang berbeda?

bahkan dari hal-hal yang sederhana sekalipun.

maka jadilah yang unik itu dengan caramu,

Leader1source: www.patrickalain.com

dan tidak lupa untuk mengajak yang lainnya,

leader 3source: blog.hillsbiblechurch.org

kemudian bersama-sama berfastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan)…

leader2source: http://www.scottcochrane.com

___________________________________________________

tak terasa sudah satu jam saya berkeliling. kini saatnya kembali ke bus stop. tapi.. kenapa saya bingung saya ada di mana?

oh ternyata! saat ini saya berada persis di depan laptop dengan ditemani green tea hangat kesukaan saya. dan sebentar lagi, saya akan segera memposting tulisan ini. selamat membaca! semoga bermanfaat 🙂

 

Kanazawa, 2 February 2014

Advertisements

One thought on “Pencilan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s