Nilai Jual


sudah sebulan lebih saya tidak menuangkan ide dan pemikiran di blog. sebetulnya, banyak sekali cerita yang ingin di-share, terutama tentang hikmah kehidupan yang saya dapatkan selama sebulan terakhir. tetapi sayang sekali, kadang mood untuk menulis muncul di waktu yang tidak tepat. *alasan* maka insha Allah, melalui postingan ini, saya akan mencoba berbagi secuplik hikmah yang saya dapatkan beberapa hari terakhir 🙂

_________________________________________________

selama tinggal di jepang, untuk memenuhi kebutuhan harian, biasanya saya berbelanja di AEON, salah satu supermarket terbesar dan tersebar di Jepang. di AEON, segala hal tersedia. mulai dari makanan mentah, makanan matang, snack, peralatan rumah tangga, bahkan produk ekspor pun ada. bisa dibilang, AEON memang sangat convenient sebagai tempat berbelanja. namun, ada satu hal yang perlu diingat ketika berbelanja di jepang. jangan pernah meng-convert harga-harga yang tertera disana ke dalam rupiah. sebab kamu nggak akan tega untuk mengeluarkan uang sekitar 22.080 rupiah (198 yen) (themoneyconverter.com) hanya untuk mendapatkan sebuah brokoli berukuran sedang. di indonesia, dengan harga yang sama bisa mendapatkan satu kilogram brokoli segar (source: http://batakpos.co/read-72-budidaya-brokoli-sayur-yang-terbilang-cukup-mahal.html). agak nyesek sih memang, hiks.

nah, biasanya, saya memilih hari selasa sebagai jadwal saya berbelanja, karena di hari itu selalu ada discount. istilahnya, tokubetsuna hi (special day). saya kurang tau sih sejarahnya bagaimana bisa hari selasa. yang pasti, di hari itu, harga sayur-sayuran akan jatuh (ya walaupun sejatuh-jatuhnya tetap mahal sih, hehe). yang menariknya, harga brokoli yang tadinya 198 yen bisa jadi 98 yen. *masih tentang brokoli -_- *karena sayur favorit sih, haha

masih seputar harga. perlu diakui memang, produk-produk keluaran jepang memang high-quality product, setara dengan harga yang ditawarkan. bisa terlihat bedanya, brokoli hasil produksi jepang itu lebih mulus, bersih, dan sehat. pemerintah jepang benar-benar memberi perhatian yang sangat baik dalam setiap proses produksinya. meskipun itu hanya untuk memproduksi sebuah brokoli berukuran sedang yang lemah dan tak berdaya, tapi mereka terus melakukan improvement dan inovasi. seperti mengembangkan penelitian bibit unggul, menciptakan support system yang mumpuni, melakukan revitalisasi lahan, dan berbagai upaya lainnya. itulah mengapa harga-harga bahan pokok di jepang bisa dikatakan cukup mahal. hal itu tentu sesuai dengan usaha pemerintahnya dalam menseriusi masalah ketahanan pangan.

dalam sistem perdagangan, jika berbicara tentang harga, maka sebetulnya kita juga berbicara tentang nilai jual produk. nilai jual inilah yang menentukan nilai tukar dari suatu produk barang maupun jasa yang dinyatakan dalam satuan uang. nilai jual ini tentu dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya biaya produksi, karakteristik produk, dan tujuan perusahaan itu sendiri dalam memproduksi suatu produk.

dalam dunia matematika, nilai biasanya tidak lepas dari “aktivitas membandingkan”, yakni untuk menyatakan sesuatu itu lebih tinggi atau lebih rendah dari yang lainnya. oleh karena itu, nilai jual suatu produk juga ditentukan oleh faktor eksternal, seperti harga produk saingan, elastisitas permintaan, faktor psikologis konsumen, dan faktor eksternal lainnya. maka untuk mengukur nilai jual suatu produk, kita perlu membandingkannya dengan produk yang lain dan melakukan riset pasar.

sebetulnya, hal yang sama juga berlaku pada “perdagangan yang real”. setiap pelakunya memiliki “nilai jual produk” yang menjadi pembanding bagi pelaku yang lain.

kita sama-sama tahu, bahwa sejatinya, kehidupan di dunia ini tidak lain adalah sebuah interaksi jual-beli, yakni interaksi jual-beli antara kita dengan Allah. ada sesuatu yang dipertukaran di dalamnya. ada yang menjual, dan ada pula yang membeli. ada kesepakatan jual-beli antara si penjual dan si pembeli. ada persaingan harga. ada nilai jual produk yang ditawarkan. ada nilai tukar yang dimiliki oleh sesuatu yang diperjualbelikan.

teringat firman-Nya,

“Hai orang-orang yang beriman, maukah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (As-Shaff: 10-11)

dari ayat tersebut, kita menjadi tahu, “apa yang dibeli oleh Allah dari kita”, dan “apa yang kita jual pada Allah”. Ia menukar “keselamatan dari adzab yang pedih” dengan “beriman kepada-Nya dan Rasul-Nya, serta berjihad di jalan-Nya dengan harta dan jiwa.” Disinilah persamaannya. ada yang diperjual-belikan. ada yang menjual, yaitu diri kita, dan ada yang membeli, yaitu Allah.

teringat firman-Nya yang lain,

“Sesungguhnya, Allah membeli dari orang-orang mu’min, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, sebagai janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu. Dan demikian itulah kemenangan yang agung.” (QS At Taubah: 111)

di ayat tersebut, Ia juga menawarkan “surga” untuk ditukar dengan “diri dan harta kita”. disinilah bedanya. sistem jual-beli yang ditawarkan oleh Allah adalah sistem perdagangan yang menawarkan keuntungan sebesar-besarnya. sistem perdagangan yang tidak merugikan, yang justru menawarkan bonus tak terhingga. mengapa? sebab “surga” dan “keselamatan dari adzab yang pedih” adalah kenikmatan yang tak terbatas, sedangkan jiwa dan harta kita bersifat terbatas.

“surga”, dan “keselamatan dari adzab yang pedih”, adalah dua bentuk nilai tukar yang Allah tawarkan dari apa yang kita jual pada Allah. itulah mengapa surga dan neraka itu bertingkat. ada levelnya. ada surga tertinggi (firdaus), ada neraka terendah (jahannam). karena setiap kita memiliki nilai jual yang berbeda terhadap apa yang kita pertukarkan dengan Allah.

Allah menggunakan surga dan ridha-Nya, serta “memberi keselamatan dari adzab yang pedih” sebagai sesuatu yang dipertukarkan, dan kita menggunakan harta, jiwa, dan seluruhnya dari diri kita sebagai alat tukarnya. pun dari setiap apa yang kita jual pada Allah memiliki nilai jualnya. semua itu berkaitan dengan apa dan bagaimana penjual-penjual lainnya berinteraksi jual-beli dengan Allah. ada yang akan lebih unggul. siapakah yang dapat menarik konsumen lebih besar? siapakah yang berhasil menarik perhatian Allah lebih besar?

Karenanya, Ia berfirman,

“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Baqarah: 148)

Mengapa berlomba-lomba dalam kebaikan? Sebab disana, ada persaingan harga. Ada fluktuasi nilai jual seseorang di hadapan Allah. Seberapa besarkah keimanan dan ketaqwaan seorang hamba dapat ditukar dengan surga, ridha, dan kasih sayang Allah. Semakin tinggi kualitas “barang” yang kita jual pada Allah, Ia akan menukarnya dengan “harga” yang pantas.

Ya. ini perkara jual-beli, kawan. ini perkara persaingan harga dan nilai jual. maka di saat mereka telah menjual segalanya dari diri mereka, apa yang telah kita jual pada Allah sampai saat ini?

Karena berjihad tidak hanya turun berperang melawan musuh, tapi berjihad adalah tentang bersungguh-sungguh. Yakni bersungguh-sungguh dalam beramal dan meninggikan asma’-Nya.

Katakanlah: “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad dijalan Nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (At-Taubah: 24)

itu janji-Nya, ya. sebuah janji, yang PASTI akan ditepati.

maka tunggu apa lagi?

_________________________________________________

Kanazawa, Japan

Spring, 19 April 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s