Siapkah kamu?


Dialog pekan lalu sebelum perkuliahan Mikrobiologi Prediktif, yang terngiang di benak saya sampai sekarang..

Dosen kuliah (yang juga dosen pembimbing TA saya sekaligus wakil dekan akademik SITH): hari ini kita kuliahnya yang cepet aja ya. Kepala saya pusing banget.. *sambil ngurut2 jidat

Saya (yang duduk di paling depan): kenapa bu? Banyak pikiran ya bu?

Dosen kuliah: bukan. ini saya teh kurang tidur, mikirin kalian.

Saya: *kemudian merenung cukup lama*

—————–

Ah Shab, sudah siapkah kamu dengan segala konsekuensi? Menjadi dosen, sekaligus peneliti juga comdever bukan hanya teori yang bisa kamu gampangkan.

Menjadi dosen, berarti kamu harus siap dengan konsekuensi bahwa waktumu harus lebih banyak tersisa untuk mendengar, membimbing dan melejitkan potensi mahasiswa. Menjadi dosen berarti kamu harus siap mendidik dan memotivasi, membuka wawasan global, juga membangun kapasitas dan keterampilan mereka.

Menjadi peneliti, berarti kamu harus siap mengisi hari-harimu untuk membuat ide2 penelitian yang komprehensif dan terarah, menjadikannya lebih tepat sasaran untuk menyelesaikan persoalan2 negeri. Menjadi peneliti berarti kamu harus siap membangun network dengan banyak researchers, membuat kolaborasi dengan researchers dari belahan bumi yang lain. Menjadi peneliti berarti kamu harus siap dengan kenyataan bahwa kamupun harus terus belajar, merenung tentang penciptaan langit dan bumi, menjadikannya sarana dalam mengenal Tuhanmu.

Menjadi comdever, berarti kamu harus lebih dekat dengan masyarakat, mengenal kebutuhan mereka, dan menjadi solusi atas permasalahan yang ada di tengah2 mereka. Menjadi comdever, berarti kamu harus siap mencetuskan riset2 yang implementatif dan sesuai target. Menjadi comdever, berarti bukan hanya tentang bagaimana memberdayakan masyarakat, namun juga tentang bagaimana membangun diri, agama, dan bangsa.

Kamu sadar sepenuhnya kan shab?

Bukankah itu Tridharma perguruan tinggi?

Siapkah kamu menjadi teladan dengan berbagai aktivitasmu di masa depan?

Siapkah kamu dengan konsekuensi bahwa waktu, harta, bahkan mungkin jiwamu tersita untuk itu?

“Insha Allah siaaaaaapppp! Bukankah membiasakannya dari sekarang?”

—————–

Kemudian,

Dosen kuliah: shabrina, hari ini kamu presentasi ya. Tadi saya udah baca tulisan kamu tentang Predictive microbiology: promising future research. Bagus, menarik. Berarti kamu udah paham. Jadi kamu yang presentasi slide hari ini ya.

Saya: (dalam hati: huwaaaattt?) *telen ludah* slide hari ini teh maksudnya slide kuliah, bu? *memastikan* haha ibu, jangan deh bu, da saya mah apa atuh bu..

Temen2 dan adik2 sekelas: *tertawa bahagia, entah apa maksudnya*

Dosen kuliah: iya dong, cuma sedikit kok slidenya. Ayo, langsung ya. *ambil ancang2 beranjak dari kursi dosen*

Saya: ibu, ini teh serius? Haha ya udah deh bu.. *muka pasrah*

Dosen kuliah: oke, hari ini saya jadi mahasiswa dulu ya sementara *sambil duduk di kursi saya

Saya: siap bu! Haha *ketawa pasrah liat slidenya in english dan banyak terms baru yang bikin dahi nekuk*

—————–

Dengan kekuatan bulan, eh salah, dengan kekuatan rahmat Allah dan segala kemahabesarannya, insha Allah saya ‘siap’!

are_you_ready

 

 

 

No, I’m not ready, I’m Shabrina anyway 🙂

 

Catatan pengingat

20 oktober 2014

Advertisements

One thought on “Siapkah kamu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s