dialektika relasional


kami pernah bertemu.

atau lebih tepatnya, aku pernah melihatnya dari kejauhan.

_______________

saat itu, sesuatu bernama ruang hampa berhasil menjadi pembatas signifikan.

siapalah tanah dibandingkan langit yang tinggi, kokoh tanpa tiang.

ia membiru saat sang surya tampak dengan jelas. mencahaya bersama mentari, menjadi pelipur lara.

memandangnya saja membuat hati lega dan bahagia.

________________

langit istimewa karena darinya turun rintikan hujan,

membasahi hati yang kering,

menyuburkan berkah kehidupan,

menstimulus imbisisi benih-benih baru,

oh, siapalah tanah…

________________

ruang itu melebar, berkembang, sampai seolah-olah menjelaskan bahwa langit dan tanah memang berbeda.

relung aktivitas kebaikan yang berbeda.

mengenal saja tidak, bagaimana memahami?

________________

terima kasih bumi, telah menjadi bukti bahwa kami benar-benar berada pada hemisfer yang sama.

menjadi kesatuan yang utuh, mengorbit pada jalur yang sama.

________________

kadang, tanah tak mengerti langit bersikap.

mengapa ia dengungkan halilintar meski tak berawan mendung?

mengapa ia tak hentikan tangis saat tanah telah cukup air?

mengapa ia enggan memperlihatkan pelangi pada sisi-sisi dimana mereka membutuhkan keajaiban langit?

oh ya.

sepertinya tanah tidak mengerti apa-apa tentang langit.

mengenal saja tidak, apalagi mengerti.

________________

kemudian kami bertemu kembali.

pada rentetan kata yang memancar.

berterbangan bersamaan dengan gemuruh semangat yang membara.

langit mengenal tanah, untuk yang pertama kalinya.

(mungkin)

________________

tanah bersyukur bertemu dengan penduduk bumi.

Tuhan mengenalkan tanah pada tanaman hijau yang terbentang,

pada binatang-binatang yang saling berkasih sayang,

menjadi tempat pijakan mereka saja membuatnya bahagia.

ya, tanah bahagia.

_____________

tanah cukup sibuk mengelola setiap komponen di dalam ekosistemnya.

menjadi fasiliator, sekaligus penjaga keseimbangan siklus biogeokimia.

kebahagiaan tanah tercukupkan dengan kesibukannya menebar manfaat.

_______________

bunga-bunga itupun mulai bermekaran.

tanah tak lagi malu pada langit.

sebab tanah percaya, ia dicipta untuk melengkapi langit.

ia dicipta dengan segala keistimewaannya, pun dengan langit.

ketika dahulu seperti tak ada yang akan menjadi penghubung,

atau ketika mereka bertanya bagaimana langit dan tanah dapat bertemu,

maka jawabannya adalah,

pada tanaman2 yang tinggi menjulang,

pada asosiasi partikel kimia dan mikroba yang terpapar pada atmosfer, terdispersi bersama hembusan angin barat,

pada burung-burung yang terbang mengangkasa setelah mencari makanan,

atau pada..

sesuatu bernama visi dan misi yang sejalan untuk menebar manfaat lebih besar?

________________

tanah tak pernah mengharapkan langit memandang penuh tentangnya.

tanah sadar betul dengan segala kekurangannya.

dan semakin hari, agaknya tanah mengerti, bahwa tanah ada untuk langit. pun langit ada untuk tanah.

________________

kemudian kami bertemu kembali.

pada baris-baris kata di layar yang sulit terdefinisikan secara eksplisit.

atau mungkin, ini hanya pemenuhan tuntutan?

atau karena hal yang lain?

________________

“Oh tanah, jangan terjebak!

jangan biarkan angin-angin jahat itu mengganggumu.

jangan sampai langkahmu stagnan pada garis-garis lintang dan bujur.

perjalananmu masih panjang, tanah.”

________________

“Hey langit, menjauhlaaaah!

aku lelah dengan argumen2 tak berdasar dan mindset yang terbentuk dari pemikiranku sendiri.

aku belum cukup mengumpulkan data, sehingga lahirlah konklusi-konklusi yang didominasi terkaan dan insting pribadi.

bisakah kau pergi saja? menjauh sejauh-jauhnya?

seperti bagaimana saat kita berada pada titik dimana kita tidak saling mengenal?”

________________

aku lelah dengan pemikiranku sendiri.

langit dan tanah,

mungkinkah tanaman2 yg menjulang,

juga asosiasi partikel kimia dan mikroba,

dan burung-burung yang berterbangan itu,

telah mengerjakan tugas mereka dengan seharusnya?

________________

3 November 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s