Happy 23rd wedding anniversary!


Beberapa hari terakhir, entah kenapa, saya merasa hati saya lebih peka. Sebentar-sebentar nangis. Nggak ada angin, nggak ada hujan, tiba-tiba kepikiran suatu hal yang nggak jelas, langsung nangis. Walaupun cuma sesaat, tapi kok diskrit ya. Dan entah kenapa juga, di saat itu pula, muncul rasa lega. Kadang saya pun susah menebak sebenernya saya lagi kenapa (._.)

Hari ini, tepatnya pagi ini, tiba-tiba saja ummi mengirim pesan lewat whatsapp, dan cukup membuat saya terharu sampai keluar air mata. Terlalu sensitif? Mungkin. Ah, tapi lebih tepatnya, terlalu peka.

Berikut ini isi pesannya.

_________________________

1 Desember 1991
Dua puluh tiga tahun yang lalu,
kita sama2 mengikrarkan diri kita dalam sebuah ikatan suci dan mulia,
dalam suasana haru dan penuh sukacita.

Ayahku menerima engkau sebagai pemimpin dan pembimbing anak perempuan pertamanya..

Diiringi tadhiyah yang luar biasa,
debat dan argumentasi untuk pertahankan prinsip dan keyakinan pada keluarga.

Subhanallah..
Tak terasa sekarang sudah dua puluh tiga tahun.
Perjalanan panjang sebuah pernikahan yang bermula hanya dibingkai dengan tsiqoh, dan keyakinan kepada Allah untuk menyempurnakan dien..
Untuk membangun keluarga muslim yang dibingkai dengan nilai2 dakwah,
membangun keluarga yg sakinah, mawaddah wa rahmah berlandaskan iman kepada Allah..

Ya Allah..

dua puluh tiga tahun bukan waktu yg sebentar,
disana ada marah,
ada canda dan tawa,
ada tangis bahagia dan luka di dada,
disana juga ada rasa cemburu,
sedih, kesal, dan kecewa..

Astaghfirullah Ya Rabbi,
seiring dengan berjalannya usia pernikahan kami,
bimbinglah kami..
satukan kami atas dasar cinta dan ketaatan kepada-Mu
lindungilah keimanan kami, dimanapun kami berada..
tunjukkanlah kami selalu pada jalan yang Engkau ridhoi
Limpahkanlah Rahmat dan karunia-Mu kepada kami..
kuatkan ikatan tali kasih kami..
abadikan kasih sayang yang Engkau tiupkan di dalam ruh-ruh kami..
penuhilah hati kami dgn cahaya-Mu yg tak akan pernah pudar..
lapangkan dada kami dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu
Bantulah kami dalam mengemban amanah-Mu sebagai anak bagi orang tua kami dan sebagai orang tua bagi anak2 kami..
Tidak ada kekuatan, harapan dan tempat sandaran kami kecuali hanya pada Engkau..

Dan tak lupa,
Karuniakanlah kepada kami nikmat sehat hingga kami dapat menunaikan tanggung jawab kami dan kewajiban2 kami..
Serta, berilah selalu kesempatan dan kekuatan kepada kami untuk menjaga amanah yang Engkau titipkan kepada kami hingga akhir kehidupan kami..

Aamiiin ya Rabbal ‘aalamiiin..

1 Desember 2014

Sugianto-Yurida. M

_________________________

Pesan tersebut sukses membuat saya melting dan merasa khawatir dengan masa depan. Kenapa? Oh jelas. Jelasnya kenapa, saya nggak perlu jabarkan lah ya.

Ummi juga mengirimkan beberapa foto-foto pernikahannya.

10841295_920597427953205_470740566_n

Gambar 1. Abi, saat akad di rumah super sederhana.

10841194_920597377953210_1393326911_n

Gambar 2. Saat resepsi, pengantin perempuan dan laki-laki benar2 dipisah (pernikahannya syar’i banget *just realized*)

10818749_920597461286535_1728837577_n

Gambar 3. Ummi, almarhum mbah warni, bude, dan mbah uti :”

Ummi juga mengirim foto2 jadul kita XD

10822334_920597414619873_148755292_n

Gambar 4. Rasyid dan Faqih di umurnya yang ke.. (atuhlah ke berapa ya @.@)

10816035_920597504619864_1489762364_n

Gambar 5. Ihsan (kiri atas), Rasyid (kanan atas), Fauzan (kanan bawah), dan siapa ya, yang kebanyakan gaya *haha. Foto ini diambil sewaktu kumpul iedul fithri di rumah mbah uti.

10743583_920597444619870_839749395_n

Gambar 6. Fauzan, waktu ikut ummi dan abi aksi di bundaran HI

10841378_920654874614127_1562492210_n

Gambar 7. Bahkan saya lupa mana yang saya dan mana yang adik saya di antara dua perempuan itu haha. dan si bayi kecil yang lucu, Fauzan.

_________________________

Tak terasa, 23 tahun sudah ummi dan abi bersama. Saya tahu betul bagaimana sejarah fluktuasi kehidupan mereka, hingga semua itu mengantarkan mereka pada kehidupan yang sekarang.

Saya adalah bukti sejarah kehidupan mereka. Bukti pengabdian dan pengorbanan mereka. Saya adalah fusi keduanya, baik secara personaliti, semangat, maupun poin-poin lainnya.

Dan kemudian, saya pun mulai menerka-nerka.

Akan seperti apakah saya, dan.. dia (?) di 23 tahun mendatang?

“We were both young when I first saw you.
I close my eyes, and the flashback starts:
I’m standing there..on a balcony in summer air..” (Taylor Swift-Love Story)

Catatan 1 Desember

Happy 23rd wedding anniversary, Ummi dan Abi! Semoga semakin cemerlang, dan terus bersama hingga ke surga! ❤

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s