Nasihat Bunda


Sore itu, saat kami berdua saja menembus hujan lebat jakarta,

Bunda menyempatkan bercerita tentang kisah penuh hikmah.

Tentang mereka di sana yang sedang berjuang sekuat tenaga menumbuhkan keberanian.

Keberanian yang lahir karena tuntutan kebutuhan.

Keberanian yang muncul karena semangat mempersembahkan cinta terbaiknya.

“Mereka tidak punya pilihan selain menyiapkan sumber daya yang mumpuni. Yang saat barisan kita membutuhkan, maka mereka lah supplier nya. Merekalah penyedia SDM nya,” begitu katanya.

Kejayaan Islam adalah hal yang mutlak terjadi suatu saat nanti.

Dan mereka,

Mereka sadar betul tentang keniscayaan itu.

Mereka menjemputnya dengan semangat.

Dengan doa dan ikhtiar terbaik.

“Jika bentuk kesungguhan mendidik adalah seperti bunda Fathi Farhat yang menyiapkan putranya untuk maju ke medan peperangan, maka bentuk kesungguhan seperti apa yang bisa menjadi bukti ikhtiar kita menjemput kecemerlangan masa depan Islam? Bentuk kesungguhan apa yang bisa menjadi bukti eksistensi kita di hadapan Allah kelak?” tanyanya.

Aku menunduk dalam2.

Hening..

Tanpa kata.

Hanya terdengar suara deras hujan yang menerpa kaca depan mobil.

__________

Aku mengerti, Bunda.

Sungguh2 mengerti.

Bahwa menyiapkan SDM-SDM terbaik yang memiliki kompetensi dan kecerdasan yang dapat diandalkan, adalah bentuk kesungguhan perempuan untuk menjemput kejayaan Islam.

Sebab perempuan terlahir sebagai arsitek peradaban.

Karena secara fitrahnya, perempuan adalah supplier SDM ahli.

Seharusnya, dari rahimnyalah terlahir generasi2 terbaik.

Professor yang menjadi referensi keilmuan,

Pebisnis yang usahanya menjangkau lintas negara bahkan benua,

Presiden negara yang menjunjung tinggi nilai keadilan dan kejujuran,

Ilmuan yang penemuannya mendunia dan menjadi kunci dalam perkembangan teknologi,

Teknolog yang dengan terobosannya dapat menjawab permasalahan2 global,

Dan jutaan profesi lainnya.

Ah.. Sebetulnya, perempuan memang terlahir untuk itu, kan?

Dan kita, para perempuan, tentunya sama-sama menyadari itu, kan?

Suatu saat, SDM-SDM ahli itu, mereka semua akan dibutuhkan.

Jikalau begitu,

Kita, ya, kita para perempuan,

Apa yang sudah kita persiapkan untuk menjemput masa2 itu?

Usaha dan doa terbaik seperti apakah yang sudah, atau sedang kita lakukan?

Cahaya di ujung sana, sungguh2 menunggu doa dan ikhtiar terbaik kita.

Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyatinaa QURRATA A’YUN waj’alnaa LIL MUTTAQIINA IMAAMA.

 

Renungan pribadi

Ditulis 26 Desember 2014

Wejangan khusus dari bunda, sebelum merantau kembali ke negeri seberang

Advertisements

2 thoughts on “Nasihat Bunda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s