Highlight #4: Keta’atan yang Terjaga


Disiplin dalam cinta adalah ketaatan yang terjaga.

Menyingkirkan semua ego ketika Allah dan Rasul-Nya menurunkan titahnya.

Seperti luluhnya sifat keras Umar tatkala perjanjian hudaibiyah,

atau patuhnya Hudzaifah menyelusup ke kawanan Quraisy di tengah malam yang dingin.

(Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A. Fillah)

________________________________________________

Begitulah cinta bekerja. Ia seharusnya melahirkan keta’atan yang terus menerus. Tentang disiplin akan perintah Allah dan RasulNya, di saat hati lapang maupun sempit, saat-saat tersulit sekalipun. Disiplin sendiri mungkin adalah sebuah pemaksaan pada mulanya. Sebuah pemaksaan yang tak jarang terlahir darinya sikap kepahlawanan, seperti kisah Rasulullah yang ‘dipaksa’ oleh malaikat Jibril saat menyampaikan wahyu. Beliau dipaksa membaca; saat berselimut, beliau dipaksa bangun dan memberi peringatan.

“Ruh-ruh itu ibarat sebuah pasukan, bila saling mengenal akan bersatu, jika saling mengingkari akan bersengketa.” (H.R. Bukhari)

Semoga ruh kita terus menyatu, yang lahir karena keta’atan yang terjaga.

________________________________________________

Jakarta, 4 Februari 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s