Nasihat Bunda #3


“Assalamu’alaykum..”

“Wa’alaykumussalam warahmatullah. Gimana kabar, Kak? Sehat?” sahut Bunda menjawab salam saya via telpon.

“Alhamdulillah, Mi..” jawab saya singkat.

“Kenapa Kak? Lagi deg-deg-an ya? Kedengeran loh sampe sini..” canda Ummi membuka pembicaraan.

“Loh kok tau Mi? Hmmm…”

“……..” obrolan berlanjut.

(Percakapan Jum’at malam via telpon)

________________________________

Bunda memang selalu tahu bagaimana keadaan putrinya.

Sebergejolak apapun kondisi hati, tebakan Bunda terkadang tidak meleset.

Saya rasa, Bunda punya hubungan rahasia dengan Allah.

Ah Bunda :’)

________________________________

“Kak, Ummi sangat tahu bahwa Ummi memang banyak kekurangan dalam memahami kakak. Begitupun Abi, adik-adik, atau bahkan teman-teman kakak sendiri.. Ada sisi-sisi dari diri kakak yang belum kita tahu, sebab Ummi, Abi, begitupun teman-teman kakak tidak intens berinteraksi dan terus-menerus memperhatikan kakak. Karena itu, jangan mengacu pada indikator kesiapan yang diberikan Ummi dan Abi, tapi mengaculah pada indikator kesiapan menurut Allah. Sebab Allah-lah yang punya pemahaman sempurna terhadap kakak. Allah yang menciptakan kakak, yang paling dekat dengan kakak, yang paling tahu tentang kadar kesiapan kakak..”

_________________________________

Begitu nasihat pokok dari Bunda malam itu.

Nasihat yang mengantarkan saya pada perasaan campur aduk antara

“ah ya Allah, betapa lemahnya diri ini”,

“saya harus membenahi diri dari mana?”,

“mau ketemu anti materi biar lenyap aja deh :'(”

“mau nge-delete memori beberapa waktu terakhir deh!”

dan campuran2 rasa lainnya yang entah datangnya dari mana.

 

benar kata Bunda,

manusia terlalu lemah untuk bisa meng-klaim.

manusia terlalu sombong untuk menganggap dirinya sebagai acuan.

manusia terlalu jauh dari kesempurnaan untuk bisa mengenal dan memahami.

sehingga tak seharusnya kita berfokus pada indikator yang manusia berikan.

karena parameternya masih sangat terbatas.

celah kemungkinan yang muncul juga masih sangat minim.

 

MAKA INDIKATOR MENURUT ALLAH-LAH YANG BERSIFAT MUTLAK.

indikator kebahagiaan, kesedihan, kesiapan melangkah, dan segala hal di dunia ini..semuanya.

sebab Allah punya kesempurnaan bashirah.

Allah pemilik diri dan semua kemungkinan-kemungkinan itu.

Allah yang paling tahu alam semesta dan seluruh isinya sejak mereka tercipta..

 

Allahummaj’al addunyaa fii aydinaa wa laa taj’alhaa fii quluubinaaa..Allahumma ya Allah.

 

Bandung, 9 Maret 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s