Ketika


Ketika mereka bilang bahwa prestasi dan kontribusimu untuk sekitar begitu banyak,

Ketika orang-orang merasa kamu terkenal dan punya banyak relasi,

Ketika mereka bilang kamu adalah orang yang selalu beruntung dan mendapatkan banyak kebaikan,

Atau bahkan ketika mereka menjadikanmu sebagai referensi kehidupan karena inspirasi dan keteladananmu?

Lalu, saya harus apa?

Saya harus bilang kalau kamu hebat dengan semua sejarah kehidupanmu?

 

Oh nooo, who do you think you are?

Sejatinya, kamu hanya dititipkan sebagian dari kemuliaan dan kasih sayang-Nya.

Dia hanya sedang menutup aib dan kelemahanmu sebagai insan.

Dia sedang menguji kesyukuranmu dengan terus memuliakanmu.

Dia mungkin saja sedang menunggu bertambahnya kecintaanmu pada-Nya.

Atau justru Dia sedang mempersiapkanmu untuk mengujimu dengan kesabaran?

Kita tak tahu..

 

Maka mengapa begitu sombong, wahai diri?

Bukankah semua itu datang dari kemuliaan Tuhanmu?

Haadzaa min fadhli Rabbi..

 

18 Maret 2015

*self-reminder

Advertisements

2 thoughts on “Ketika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s