2017: reshaping the future


“Begin doing what you want to do now. We are not living in eternity. We have only this moment, sparkling like a star in our hand – and melting like a snowflake.” Marie Beyon Ray, author of the book “How Never to Be Tired”

Sebuah keniscayaan, setiap makhluk-Nya pasti akan menemukan batas akhir kehidupannya di dunia. Ada pencatatan amal, ada perhitungan, ada pula pembalasan atasnya. Ada kebebasan memilih, ada juga konsekuensi yang harus dipenuhi atas pilihannya. Kehidupan ini benar-benar singkat, kataNya. Ia layaknya sebuah kebun yang kandas sebelum disabit (10:24). Seperti tanaman2 yang diterbangkan oleh angin, lenyap seketika, padahal sebelumnya ia tumbuh subur karena hujan yang deras (18:45). Kehidupan ini hanyalah kehidupan “antara”. Seperti yang seringkali disebutkan oleh-Nya dalam firman2-Nya. Tidak ada keabadian bagi makhluk, yang ada hanya kesempatan memilih;

Jalan yang akan mengantarkan kita pada istana2 yang terbuat dari emas, sungai2 yang mengalir indah di dalamnya, bidadari2 cantik jelita yang mengelilingi,

atau,

Jalan yang akan menjadikan kita bahan bakar kehidupan di dalamnya, yang penuh dengan kegelapan dan kesengsaraan, yang kematian dan kehidupan bahkan tidak ada bedanya. Sama-sama menyakitkan.

Manusia seringkali lupa. Lupa tentang hari akhir yang lebih baik. Padahal, Ia seringkali mengingatkan..Wa lal aakhiratu khayrul laka minal uulaa (93:4). Lupa tentang hari akhir yang abadi. Padahal, Ia seringkali menyebutnya..Wal aakhiratu khayruw wa abqaa (87:17).

Lebih banyak lagi diantaranya yang sombong dan bodoh. Benar kata Rasul, dua hal yang dekat dengan kekafiran; kesombongan dan kebodohan. Sombong membuat manusia lupa dengan hakikat penciptaan. Bodoh membuat manusia tidak tahu arah hidup sehingga cenderung berada dalam kesesatan.

Na’udzubillahi min dzaalik ya Allah. Kami sungguh2 berlindung dari kesombongan dan kebodohan..

Alhamdulillah.. Kita juga masih harus terus mengucap syukur. Atas setiap karunia yang Allah jadikannya sebagai tools untuk menakar, menentukan, kemudian memilih dan memutuskan. Rabbanaa, Ihdinash shiraatal mustaqiim..Asykuru laka Rabbi..Juga atas kesempatan untuk bertaubat menjadi pribadi yang lebih baik.

Tak terasa sudah memasuki 2017.. if i look back to what happened in 2016, I would be very grateful since Allah has accelerated me through His beautiful ways, alhamdulillah ‘ala kulli haal.. 

Dan ya, tulisan ini lagi2 dibuat dalam rangka 2 hal; sebagai reminder untuk selalu bersyukur, dan sebagai sarana untuk menyambut seruanNya untuk orang2 yang beriman. Kata Allah, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hasyr: 18). Ayat ini sungguh membekas di hati dan pikiran saya. Abi saya seringkali menjadikan ayat ini sebagai ayat yang mengiri surat alfatihah dalam shalat wajib ketika mengimami keluarga. Secara tidak langsung seperti nasihat yang sungguh ditekankan untuk anak2nya.

2016, tahun penuh kejutan dari Allah. Menyadari bahwa ada visi2 diri saya pada suami, prospek bisnis yang semakin cerah, merasakan indahnya melahirkan, menikmati masa2 menyusui, juga banyaknya keberkahan yang lahir karena keikhlasan dalam menjalankan segala skenarioNya. Allah is The Best Planner.. yes, its not only a theory, its real.

Insha Allah saya akan sharing kembali satu persatu hikmah dari setiap pembelajaran dariNya di sini. Dan insha Allah ini juga akan menjadi salah satu resolusi saya di tahun 2017. Kalau kata suami, “Dek, nulis lagi deh. Cara kamu menulis khas banget. Kalau menulis kan inspirasinya tanpa batas. Jadi amal jariyah juga.” Aamiin ya Allah, semoga Allah izinkan saya untuk terus berbagi hikmah. Bukan untuk menyombongkan diri atau melebih2kan apa yang telah diperbuat, melainkan untuk mengedepankan hikmah dan ayat2 kauniyahNya. Semoga Allah jaga selalu niat, tuntun kita terus menjadi manusia yang bermanfaat, mengizinkan kita meraih gelar manusia terbaik di dunia dan di akhirat.

2017, seharusnya menjadi tahun yang lebih baik. Tahun akselerasi bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk keluarga dan masyarakat. Terlalu cetek jika resolusi2 yang kita buat hanya untuk kepentingan pribadi, sebab belum tentu itu membawa manfaat bagi orang lain. Kita tidak tinggal dalam keabadian, maka semoga amal2 kita untuk orang lain lah yang akan mengabadi, yang semoga karenanya, Allah izinkan kita menginjakkan kaki di surga..

Bandung, 7 Januari 2017

*I have no idea with the pict, i just have a feeling to post it.😅

Advertisements